TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT Petrosea Tbk melalui Petrosea Offshore Supply Base (POSB) Sorong melaksanakan kegiatan penanaman 500 bibit mangrove di kawasan pesisir Kelurahan Klabinain, Kabupaten Sorong. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan penanaman mangrove tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya personel Yonzipur 20/PPA, siswa-siswi SD Al-Maarif 1 Maibo, pemerintah setempat, serta perwakilan manajemen PT Petrosea. Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir serta meningkatkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda.
Perwakilan Manajemen PT Petrosea, Rokhisatul Muawanah (Ocis), menyampaikan bahwa kawasan pesisir yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan merupakan aset lingkungan yang harus dijaga bersama. Menurutnya, mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, serta berkontribusi dalam penyerapan karbon yang mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
"Melalui program CSR ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan di area ring satu perusahaan. Penanaman mangrove tidak hanya bertujuan menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga membangun kepedulian lingkungan melalui keterlibatan berbagai stakeholder, termasuk generasi muda," ujarnya.
Baca juga: Petrosea Dorong Kesiapan Kerja OAP Lewat Pelatihan K3 di Sorong
Baca juga: Tanam Mangrove dan Rehabilitasi Lahan seluas 85 Hektare di Maybrat, Pemprov Kucur Rp3,8 Miliar
Program ini sejalan dengan beberapa target SDGs, khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya konservasi ekosistem penyerap karbon, SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui perlindungan habitat pesisir dan keanekaragaman hayati laut, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perusahaan, institusi pendidikan, masyarakat, dan aparat TNI.
Kepala SD Al-Maarif 1 Maibo, Nurudin, mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan lingkungan tersebut. Menurutnya, pengalaman menanam mangrove memberikan pembelajaran yang berharga sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sejak usia dini.
"Anak-anak dapat belajar secara langsung tentang pentingnya menjaga alam. Kami berharap kegiatan ini membentuk generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan di masa depan," ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Yonzipur 20/PPA yang menerjunkan sekitar 20 personel dalam kegiatan tersebut. Pasi Intel Yonzipur 20/PPA, Lettu Czi Iqbal Saad, menyampaikan bahwa pelestarian mangrove merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan lingkungan kawasan pantai yang rentan terhadap kerusakan dan abrasi.
Selain memberikan manfaat ekologis, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan berbasis praktik yang melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui pendekatan partisipatif, Petrosea berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap prinsip keberlanjutan, PT Petrosea terus mengintegrasikan program CSR dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Penanaman 500 bibit mangrove di Klabinain menjadi salah satu langkah nyata perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya kawasan pesisir yang lebih tangguh, hijau, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(tribunsorong.com/ismail saleh)