TRIBUNTRENDS.COM - Nama Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong, kembali menjadi perhatian publik setelah terseret dugaan kasus penganiayaan terhadap seorang staf.
Peristiwa tersebut kini telah memasuki proses hukum usai korban melaporkannya ke pihak kepolisian.
Kasus ini menambah deretan sorotan yang sebelumnya juga mengarah kepada Andi Tenri, yang sempat diterpa isu upaya pelengseran dari jabatannya oleh anggota DPRD.
Dugaan penganiayaan disebut terjadi di lingkungan Gedung DPRD Bone, tepatnya di salah satu kantin yang berada di kawasan Kompleks Stadion Lapatau, Watampone, pada Rabu (22/7/2026) siang.
Korban bernama Yuli Novita Sari awalnya mendapat perintah untuk mengambil dan membawa kue karena Ketua DPRD sedang menerima tamu.
Setelah memenuhi permintaan tersebut, korban kembali diminta melakukan hal serupa untuk kedua kalinya.
Dalam situasi itulah diduga terjadi tindakan yang berujung pada penganiayaan.
Wajah korban disebut dilumuri kue, disiram air mineral, hingga dilempari botol cabai oleh Andi Tenri Walinonong.
Merasa menjadi korban tindakan yang tidak semestinya, Yuli Novita Sari akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada kepolisian.
Baca juga: Nurhasanah, Honorer Pengabdi 10 Tahun dan Miliki 12 Anak, Kini Dapat Hadiah Motor dari Bupati Bone
Momen itu terjadi di salah satu kantin di gedung DPRD, Jalan Kompleks Stadion Lapatau, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu (22/7/2026) pukul 14.30 WITA.
Korban yang bernama Yuli Novita Sari kemudian membawa kue sesuai dengan yang diperintahkan.
Kemudian korban kembali menerima perintah yang sama untuk kedua kalinya.
Saat itulah korban mengalami dugaan penganiayaan, di mana wajah korban dilumuri kue dan disiram air mineral.
Tak hanya itu, korban juga dilempari botol cabai oleh Ketua DPRD.
Atas peristiwa ini, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian atas dugaan tindak pidana penganiayaan.
Pihak kepolisian sendiri masih melakukan penyelidikan terkait dengan peristiwa setelah menerima laporan dari korban.
Baca juga: Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong ke Pegawai PPPK, Melempar Kue & Siram Air
Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong, membantah telah melakukan penganiayaan.
Namun dirinya mengakui kalau saat itu ia kesal dan tersulut emosi saat kejadian.
Meski demikian, ia mengaku tersulut emosi dan kesal kepada korban saat insiden di kantor DPRD terjadi.
"Pada intinya tidak ada insiden pelemparan kue atau botol semua itu tidak benar. Pada saat itu saya memang melakukan pelemparan tapi kuenya saya lempar ke tanah karena kesal," kata Andi Tenri Walinonong saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (23/7/2026).
Meski demikian, Andi Tenri Walinonong enggan menjelaskan lebih rinci terkait dengan kronologi kejadian tersebut.
Andi Tenri Walinonong adalah seorang politisi muda dan perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPRD Bone.
Ia lahir di Bone pada 28 Desember 1993.
Andi Tenri Walinonong merupakan putri dari tokoh masyarakat di Bone.
Ayahnya adalah H. Andi Maddusila Takka (dikenal sebagai Petta Haji Aras), dan ibunya Hj. Andi Hermi Sanawawi.
Keduanya cukup dikenal di masyarakat Bone.
Baca juga: Besar UMP di Gorontalo Setelah Resmi Dirombak Gubernur, Kabupaten Bone Bolango, Boalemo Ikut Naik
Pada bulan Oktober 2025, Setidaknya ada 35 Anggota DPRD Bone yang menyatakan mosi tidak percaya terhadap Andi Tenri Walinonong.
Dari 45 Anggota DPRD Bone, 35 orang diantaranya merasa bahwa Andi Tenri Walinonong telah mencederai marwah lembaga serta melanggar tata tertib dan kode etik.
Selama memimpin, Andi Tenri Walinonong dituding kerap menolak usulan dari delapan fraksi DPRD terkait sejumlah keputusan lembaga.
“Dalam penentuan jabatan Sekretaris Dewan (Sekwan), semua fraksi merekomendasikan satu nama yang telah mengikuti asesmen. Namun, hanya karena yang bersangkutan tidak melakukan komunikasi pribadi dengan ketua, rekomendasi itu tidak ditandatangani dan stempelnya disembunyikan. Kami sebagai anggota DPRD merasa tidak dihargai,” kata Hj Adriani A Page dari Fraksi PPP, Rabu (15/10/2025) dikutip dari Tribun Timur.
Karena mosi tak percaya ini, posisi Andi Tenri Walinonong pun terancam.
Ia bisa saja digulingkan jika suara Anggota DPRD Bone bulat memintanya mundur.
(TribunTrends.com/TribunnewsBogor.com)