Banjir Bandang Terjang Permukiman di Ngarai Sianok Bukittinggi, 8 Rumah dan Musala Terdampak
Rezi Azwar July 24, 2026 12:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI – Banjir bandang datang secara tiba-tiba menerjang kawasan permukiman warga di Ngarai Sianok, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (24/7/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu diduga dipicu jebolnya genangan air yang sebelumnya terbendung akibat longsoran dinding tebing di kawasan Guguak Randah.

Akibat kejadian tersebut, sedikitnya delapan rumah warga, satu musala, serta tiga warung milik pelaku UMKM terdampak terjangan air bercampur lumpur.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Bukittinggi, Zulhendri, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 02.30 WIB dan langsung mengerahkan personel ke lokasi.

"Semalam terjadi banjir di kawasan permukiman pinggir Sungai Ngarai Sianok yang disebabkan genangan air yang meletus sekitar pukul 02.30 WIB dini hari," kata Zulhendri.

Baca juga: Breaking News 2 Orang Tewas Akibat Kebakaran Rumah di Batang Anai Padang Pariaman

BANJIR BANDANG- Warga bersama petugas BPBD Kota Bukittinggi bergotong royong membersihkan lumpur yang memenuhi rumah usai banjir bandang menerjang kawasan permukiman di Ngarai Sianok, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (24/7/2026). Banjir yang diduga dipicu jebolnya genangan air akibat aliran sungai tersumbat longsoran tebing itu menyebabkan delapan rumah, satu musala, dan tiga warung terdampak, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
BANJIR BANDANG- Warga bersama petugas BPBD Kota Bukittinggi bergotong royong membersihkan lumpur yang memenuhi rumah usai banjir bandang menerjang kawasan permukiman di Ngarai Sianok, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (24/7/2026). Banjir yang diduga dipicu jebolnya genangan air akibat aliran sungai tersumbat longsoran tebing itu menyebabkan delapan rumah, satu musala, dan tiga warung terdampak, namun tidak menimbulkan korban jiwa. (Dokumentasi/BPBD Bukittinggi)

Ia menjelaskan, sebelum banjir terjadi, aliran air sempat terbendung akibat runtuhnya sebagian dinding tepi ngarai di kawasan Guguak Randah.

Longsoran tersebut menutup aliran sungai hingga menyebabkan genangan air dalam jumlah besar.

"Di kawasan Guguak Randah terjadi penyumbatan karena beberapa dinding tepi ngarai runtuh. Akibatnya terjadi genangan air, kemudian sekitar pukul 02.30 WIB genangan itu jebol dan mengalir deras ke permukiman warga di Ngarai Sianok, Kelurahan Kayu Kubu," ujarnya.

Baca juga: Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Padang Tangani 1.256 Kasus Non-Kebakaran Sepanjang Januari-Mei 2026

Delapan Rumah Dipenuhi Lumpur

Zulhendri menyebut berdasarkan pendataan sementara, terdapat delapan rumah warga yang terdampak, satu musala, dan tiga warung UMKM di sepanjang aliran sungai.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Untuk sementara korban jiwa belum ada. Beberapa rumah hanya terdampak lumpuran," katanya.

BPBD juga memastikan hingga saat ini belum ada warga yang harus mengungsi maupun pendirian tenda darurat.

"Untuk pengungsian belum ada. Kami berupaya menuntaskan pembersihan hari ini," ujarnya.

Baca juga: Arus Lalu Lintas di Lembah Anai Sumbar Terpantau Lancar dan Kondusif Jumat Pagi

BPBD Fokus Bersihkan Material Lumpur

Saat ini BPBD Kota Bukittinggi bersama masyarakat melakukan gotong royong membersihkan rumah-rumah yang terdampak banjir.

Selain itu, BPBD juga meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran untuk membantu penyemprotan sisa lumpur di kawasan permukiman.

"Upaya kami saat ini pertama membersihkan rumah-rumah warga yang terdampak. Kemudian kami juga meminta bantuan Dinas Damkar untuk penyiraman lanjutan setelah gotong royong masyarakat bersama anggota BPBD," kata Zulhendri.

Warga Panik Dievakuasi Lewat Pintu Belakang

Salah seorang warga terdampak, Erna, mengaku banjir datang secara mendadak saat sebagian besar warga sedang terlelap.

Ia mengatakan saat itu dirinya dibangunkan oleh kerabat yang sedang ronda karena air sudah mulai memasuki kawasan permukiman.

"Saat itu sekitar pukul 00.30 WIB saya sedang tidur. Kebetulan ada saudara yang sedang ronda, lalu membangunkan saya. Kami keluar lewat pintu belakang karena air di depan rumah sudah deras," ujarnya.

Baca juga: Truk Alat Berat Masuk Jurang Sitinjau Lauik, Diduga Rem Blong dan Sopir Luka Ringan di Kepala

Menurut Erna, banjir diduga terjadi akibat aliran sungai yang terbendung longsoran tebing di bagian hulu.

Ia menyebut biasanya warga mendapat informasi lebih awal apabila terjadi potensi bahaya di kawasan tersebut.

"Mungkin penyebabnya karena air terbendung di bagian atas akibat dinding ngarai yang runtuh dan menutupi aliran. Biasanya kami diberi tahu oleh pihak berwajib, tapi kali ini tidak ada, semuanya terjadi mendadak," katanya.

Erna memperkirakan ketinggian air saat banjir mencapai sekitar 1 hingga 1,5 meter sehingga lumpur masuk ke dalam rumah warga dan merendam sejumlah bangunan di sekitar aliran Sungai Ngarai Sianok.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.