TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Peran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengalami pergeseran signifikan sepanjang lima bulan pertama tahun 2026.
Data rekapitulasi penanganan bencana mencatat, tugas penyelamatan non-kebakaran (rescue) seperti evakuasi hewan liar dan penanganan musibah warga justru mendominasi aktivitas petugas hingga mencapai 1.256 kasus, atau hampir sepuluh kali lipat dibandingkan penanganan insiden kebakaran yang berjumlah 129 kejadian.
Pandangan masyarakat selama ini yang menganggap Dinas Pemadam Kebakaran hanya bertugas memadamkan kobaran api tampaknya mulai bergeser melihat fakta di lapangan.
Tak tanggung-tanggung, tingginya jumlah aksi penyelamatan yang dilakukan oleh petugas Damkar Padang memperlihatkan dinamika kebutuhan masyarakat akan layanan darurat yang semakin luas.
Baca juga: Breaking News 2 Orang Tewas Akibat Kebakaran Rumah di Batang Anai Padang Pariaman
Kepala Dinas Damkar Kota Padang melalui Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana (Sarpras), Rinaldi saat dikonfirmasi Jumat (24/7/2026) mengatakan dari catatan resmi Laporan Rekapitulasi Kejadian Kebakaran dan Penyelamatan Kota Padang, rincian 1.256 aksi penyelamatan tersebut ditangani secara bertahap setiap bulannya dalam kurun waktu lima bulan pertama tahun ini.
Sementara itu, untuk kasus kejadian kebakaran di wilayah Kota Padang pada periode yang sama (Januari-Mei) tercatat berada jauh di bawahnya.
Jika dibedah lebih dalam dari data laporan tersebut, penanganan gangguan hewan berbahaya dan liar seperti ular, sarang tawon, lebah, hingga biawak menjadi kasus yang paling mendominasi dan sering ditindaklanjuti oleh petugas.
“Pada awal tahun, tepatnya di bulan Januari 2026, petugas Damkar Kota Padang harus turun tangan mengeksekusi setidaknya 245 aksi penyelamatan dan evakuasi hewan liar di berbagai titik permukiman warga,”terangnya.
Tingkat penanganan hewan berbahaya ini bahkan sempat mengalami lonjakan yang cukup tajam pada bulan Maret 2026, yakni mencapai angka tertinggi sebanyak 270 kasus penyelamatan.
Baca juga: Arus Lalu Lintas di Lembah Anai Sumbar Terpantau Lancar dan Kondusif Jumat Pagi
Adapun fluktuasi pada bulan lainnya mencatat angka yang tetap tinggi, bulan Februari terdapat 237 kasus evakuasi hewan, bulan April turun menjadi 199 kasus, dan bulan Mei kembali mencatatkan 170 kasus.
Selain spesifik pada penangkapan hewan liar, tim penyelamat Damkar Kota Padang juga disibukkan dengan penanganan berbagai kasus darurat "lain-lain" di tengah masyarakat.
Kategori penyelamatan jenis lain-lain ini tercatat konstan, yaitu sebanyak 31 kasus di bulan Januari, 26 kasus di bulan Februari, 27 kasus di bulan Maret, 21 kasus di bulan April, dan 27 kasus di bulan Mei.
Ia juga mengatakan lebih jauh, para petugas pun sering dikerahkan untuk mengatasi dampak langsung dari bencana alam atau kondisi cuaca ekstrem, seperti mengevakuasi pohon tumbang, penanganan jalan pasca tanah longsor, hingga bantuan evakuasi musibah banjir.
Di sisi lain, tren angka kejadian peristiwa kebakaran yang menimpa rumah warga, lahan, maupun fasilitas umum di Kota Padang memperlihatkan intensitas yang tidak setinggi kasus penyelamatan.
Pada bulan Januari 2026, armada Damkar Padang berjibaku memadamkan 30 peristiwa kebakaran di berbagai kawasan.
Angka kebakaran tersebut kemudian terpantau menurun pada bulan Februari menjadi 23 kejadian, sebelum akhirnya naik tipis menjadi 26 insiden pada bulan Maret.
Selanjutnya, pada bulan April tercatat ada 28 kasus kebakaran, dan akhirnya mengalami tren penurunan di bulan Mei 2026 dengan total 22 kejadian.
Hal ini menjadi indikator positif makin tingginya tingkat kesadaran sekaligus kepercayaan warga Kota Padang terhadap kesiapsiagaan operasional tim Damkar.
Masyarakat saat ini tidak ragu lagi untuk langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran saat menghadapi situasi darurat yang mengancam keselamatan di sekitar rumah, tanpa harus menunggu adanya insiden kebakaran.(*)