Mengenal Tokenized Depositary Receipts yang Hubungkan Perusahaan Tertutup dengan Investor
Choirul Arifin July 24, 2026 12:27 PM

TRIBUNNEWS.COM — Pertengahan Juni 2026 lalu, salah satu korporasi finansial terbesar dunia, Citi, mengumumkan peluncuran Digital Depositary Receipts untuk saham tertutup. Ini adalah jenis investasi baru untuk para investor untuk memperluas akses ke pasar tertutup baik untuk emiten maupun investor global.

Peluncuran ini menjadi yang pertama kali bagi sebuah perusahaan jasa keuangan global yang sekaligus bertindak sebagai emiten dan kustodian untuk tokenized depositary receipts yang mewakili perusahaan-perusahaan tertutup.

Peluncuran instrumen investasi baru ini dilatarbelakangi fakta semakin panjangnya waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk melakukan IPO (Initial Public Offering).

Hal itu kemudian mendorong banyak perusahaan tertutup cenderung mencari jalur alternatif untuk mengakses likuiditas tanpa harus bergantung pada pasar sekunder yang masih terfragmentasi.

Pasar-pasar tersebut cenderung melibatkan struktur yang rumit, memerlukan banyak perantara, dan biaya yang kurang transparan.

Nah, Digital Depositary Receipts untuk saham tertutup ini menjadi semacam solusi untuk menjawab kesenjangan ini dengan menawarkan solusi yang efisien, hemat biaya, dan sepenuhnya berbasis digital untuk segmen pasar modal yang selama ini dikenal kurang likuid.

Berdasarkan fondasi bisnis Digital Depositary dan Custody terdepan di industri, model terbaru Citi ini menggunakan depositary receipts tertokenisasi untuk menyediakan alternatif berstandar institusional yang fleksibel dan mampu memenuhi skala kebutuhan pasar tertutup.

Di saat struktur lain seperti Special Purpose Vehicle (SPV) dari pihak ketiga tetap berperan penting dalam pasar, model Citi ini dapat mengurangi potensi kerumitan dan biaya tersembunyi karena Citi berperan tunggal sebagai emiten sekaligus bank kustodian yang tepercaya.

Digital Depositary Receipts menerapkan produk depositary receipts dari Citi Issuer Services pada saham dalam pasar tertutup, dengan menggunakan infrastruktur blockchain yang dioperasikan oleh SIX—salah satu Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) digital pertama di dunia yang secara penuh teregulasi.

Di sini, Citi berkolaborasi dengan SIX dan berperan sebagai bank kustodian di platform tersebut, bertanggung jawab atas penyelesaian transaksi dan penyimpanan tokenized depositary receipts.

Setelah resmi beroperasi, transaksi perdana terjadi antara Kaleido, platform tokenisasi dan aset digital yang juga merupakan perusahaan portofolio Citi, dan beberapa investor dari lini bisnis Wealth, yang didukung oleh lini bisnis Secondary Private Markets di Citi.

Ikut terlibat di kegiatan ini adalah tim bisnis yang terdiri dari Issuer Services, Custody, Wealth, Markets, dan Ventures sekaligus untuk membangun model yang dapat diperluas untuk penerbitan-penerbitan ke depannya.

Jaga Keamanan Aset

Menurut Biswarup Chatterjee, Head of Partnerships and Innovation untuk bisnis Services Citi, Digital Depositary Receipts dirancang menjaga keamanan aset, dan memfasilitasi aktivitas pasar modal dengan tingkat ketelitian yang sama kuatnya seperti yang mendasari pasar keuangan tradisional.

"Interoperabilitas produk ini akan memungkinkan Citi untuk lebih jauh mendukung lebih banyak emiten dan investor, seiring perkembangan infrastruktur pasar aset digital," ungkapnya dikutip Jumat, 24 Juli 2026.

Lewat inovasi ini para emiten bisa menerima hasil distribusi dan pengalihan (transfer) secara efisien tanpa perlu melakukan pencatatan publik atau mengubah hak kepemilikan utama atas aset.

Di sisi lain, Pperusahaan tetap memiliki kendali atas hak suara serta struktur manajemen capitalization table yang lebih sederhana, sekaligus memperluas jangkauan kepada lebih banyak investor.

Bagi klien lini bisnis Wealth, Digital Depositary Receipts juga memperluas akses terhadap berbagai penawaran melalui struktur investasi yang sudah dikenal.

Dengan mengintegrasikan tokenized depositary receipts ke dalam platform Wealth milik Citi, Citi memastikan klien memiliki lebih banyak pilihan investasi sambil tetap mempertahankan pengamanan operasional dan pengalaman investasi yang diharapkan investor.

Deborah Querub, Head of Digital Assets for Wealth mengatakan pihaknya berfokus pada perluasan akses ke berbagai tipe peluang investasi baru secara bertanggung jawab sekaligus menjaga struktur, perlindungan, dan pengalaman yang diharapkan klien.

Menanggapi selesainya penerbitan perdana Digital Depositary Receipts ini, Steve Cerveny, Founder and CEO dari Kaleido mengatakan, model ini menghadirkan tingkat profesionalisme dan transparansi dalam penghimpunan modal di pasar tertutup yang belum pernah mereka akses sebelumnya.

Selain itu juga memungkinkan perusahaannya mengeksplorasi jalur pertumbuhan baru sambil tetap mempertahankan kegesitan yang menjadi keunggulan perusahaan tertutup. 

Menurutnya, hal itu sangat menguntungkan bagi para pendiri perusahaan yang memiliki perencanaan jangka panjang.

Laporan Reporter: Nina Dwiantika | Sumber: Kontan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.