TRIBUNNEWS.COM - Seorang remaja kelas 3 SMA bernama Daffa Al-Bukhari (17) tewas setelah mata bagian kirinya tertembak.
Korban meninggal dunia tertembak saat terjadi tawuran di kawasan terowongan Jl Tol di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) Sabtu (18/7/2026) kemarin.
Ibu korban, Ika Indah Sari (38) pun telah melaporkan kejadian ini ke Polda Sumut pada Rabu (22/7/2026).
Dalam kasus ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
Namun, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Hamzar Nodi mengakui bahwa pihaknya mengalami sejumlah kesulitan.
Ia menuturkan, hingga saat ini pelaku penembakan masih belum tertangkap.
"Masih belum tertangkap para pelakunya," ujarnya, dikutip dari TribunMedan.com.
Sejumlah kendala yang dialami yakni minimnya keterangan dari pihak keluarga korban yang tidak kooperatif.
Ibu korban, ujarnya, memilih melaporkan kasus ini ke Polda Sumut alih-alih ke Polsek Medan Labuhan.
"Enggak mau dia (ibu korban) datang buat laporan ke Polsek Medan Labuhan, padahal anggota sudah datang ke rumahnya untuk membuat laporan malah dimarahin. Sehingga penyelidikan pun pun jadi terhambat," ungkapnya, Kamis (23/7/2026).
Selain itu, sejumlah warga juga disebut ikut melindungi para pelaku tawuran hingga menyulitkan proses penegakan hukum.
Baca juga: Polisi Amankan 12 Remaja Hendak Tawuran di Bekasi, Belasan Celurit dan Katana Disita
"Itu kan anak-anak muda. Kita ke sana udah bubar. Gak bisa tangkap malah dilindungi lagi," ujarnya lagi.
Ia menuturkan, pelaku kerap kabur saat hendak ditangkap dan dilindungi oleh lingkungannya.
Iptu Hamzar pun berharap masyarakat bisa ikut membantu dalam menangani kasus tawuran yang makin marak ini.
"Jadi tawuran itu tidak bisa diatasi oleh penegak hukum karena jumlah dan kuantitas. Sehingga harus ada peran masyarakat dan pemerintah setempat," tegasnya.
Ia menceritakan, saat tawuran antar kelompok pemuda pecah, ada seorang warga berinisial JS yang mencoba membubarkan tawuran.
Namun, JS juga mendapatkan luka karena mencoba melerai pertikaian ini.
"Ada warga yang membubarkan aksi tawuran tetapi juga mengalami luka ringan saja," lanjutnya.
Saat dimintai keterangan, JS juga tak mengetahui para pelaku tawuran ini asalnya dari mana.
"Pas kami minta keterangan dia, engga tahu para pelaku tawuran itu dari warga mana," pungkasnya.
Ibu korban, Ika, menceritakan bahwa pada Sabtu (18/7/2026) sekira pukul 02.00 WIB, ada beberapa teman anaknya yang mengetuk pintu rumah.
Mereka mengabarkan bahwa korban yang selama ini tinggal bersama neneknya terjatuh lalu kepalanya luka dan sedang ditangani di RS Delima Medan.
Mengutip TribunMedan.com, Ika pun segera berangkat ke rumah sakit.
Namun, saat di rumah sakit, ia melihat anaknya sudah terbujur di atas ranjang.
"Setibanya datang ke rumah sakit Delima, anak saya sudah tidak ada, meninggal dunia. Ternyata anak saya meninggal di lokasi, karena ketika diantar ke rumah sakit, anak saya sudah tidak ada." ujarnya.
Setelah melihat luka bekas tembakan di mata kiri anaknya, Ika pun mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Baca juga: Tiga Pelaku Pengeroyokan Remaja saat Tawuran Koja Jakut Ditangkap, Satu DPO
Dari cerita rekan-rekan anaknya, korban saat kejadian sedang membonceng temannya dan melewati lokasi tawuran.
Mereka pun sempat berhenti untuk melihat-lihat hingga akhirnya terjadi baku tembak.
Tiba-tiba, korban terjatuh ke tanah dengan kondisi sudah bercucuran darah.
Korban pun langsung dibawa menjauh dari lokasi tawuran.
"Informasi dari kawan-kawan anak saya, awalnya dia dibonceng, kemudian ada bentrokan, motornya diparkir, dan melihat bentrokan,"katanya.
"Mereka gak menyangka Daffa tiba-tiba terjatuh, kena tembak di mata kirinya,"sambungnya.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Tribun-Medan.com, Fredy Santoso)