TRIBUNNEWS.COM - Tur Asia Timur tampaknya kurang begitu bersahabat dengan pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Raymond/Joaquin harus menelan kenyataan pahit setelah tersingkir lebih awal dalam dua turnamen beruntun, yakni Japan Open 2026 dan China Open 2026.
Padahal sebelum dua turnamen tersebut, Raymond/Joaquin sempat membuat kejutan dengan finis sebagai runner-up Indonesia Open 2026 Super 1000.
Di Japan Open 2026 Super 750, langkah Raymond/Joaquin terhenti di babak 32 besar setelah kalah dari pasangan Jepang, Haruki Kawabe/Kenta Matsukawa, dengan skor 16-21, 23-21, 10-21.
Lalu di China Open Super 1000, performa Raymond/Joaquin sedikit membaik dengan melewati babak 32 besar.
Namun, perjalanan ganda putra ranking 12 itu kembali berakhir lebih cepat setelah kalah di babak 16 besar China Open 2026 usai kalah dari unggulan ketujuh asal China, Chen Bo Yang/Liu Yi, dengan skor 13-21, 17-21.
Baca juga: Jadwal Perempat Final China Open 2026: Misi Kembar Jojo & Fajar/Fikri demi Lolos Semifinal
Usai kalah di babak 16 besar China Open 2026, Raymond mengaku jika dirinya dan Joaquin belum mampu mengantisipasi permainan lawan yang lebih banyak mengandalkan reli panjang.
Kondisi itu membuat mereka kerap terlambat mengambil keputusan di lapangan.
"Kami kurang siap dengan pola permainan yang mereka peragakan."
"Mereka banyak main panjang jadi buat kami ragu-ragu. Kami terlalu lama mengantisipasinya," kata Raymond, dikutip dari laman resmi PBSI.
Baca juga: Ranking Resmi BWF: Fajar/Fikri Tetap Peringkat 2 Meski Juara Japan Open 2026, Sabar/Reza Turun
Hasil kurang memuaskan di dua turnamen tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Raymond/Joaquin menuju Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Kejuaraan Dunia BWF 2026 nantinya bakal berlangsung di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus mendatang.
Berdasarkan pembaruan terakhir daftar peserta Kejuaraan Dunia BWF 2026 pada Jumat (17/7/2026), Raymond/Joaquin menjadi satu dari tiga pasangan ganda putra Indonesia yang akan mewakili Merah Putih.
Raymond/Joaquin akan ditemani oleh Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Tahun ini menjadi penampilan perdana Raymond/Joaquin di ajang Kejuaraan Dunia.
Masih dikutip dari sumber yang sama, Raymond menilai peningkatan kekuatan pukulan dan kualitas teknik menjadi fokus utama.
"Kami harus meningkatkan power dan teknik karena terasa sekali tadi apalagi ketika posisi kalah angin kami tidak bisa mematikan mereka," tegas Raymond.
Sementara itu, Joaquin mengakui dirinya masih terlalu sering melakukan kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.
"Pastinya tadi persiapan sudah dilakukan, secara strategi maupun mental juga tapi memang kita tidak pernah tahu di lapangan akan seperti apa."
"Tadi juga saya banyak melakukan kesalahan yang seharusnya pemain dunia tidak boleh lakukan tapi saya berulang kali melakukannya."
"Saya mencoba kembali lagi, sempat ada peluang tapi memang tadi poinnya sudah terlalu jauh jadi sulit untuk mengejar. Ini evaluasi besar buat saya pribadi," pungkas Joaquin.
(Tribunnews.com/Isnaini)