Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Kinerja positif industri perbankan Jepang mulai berdampak pada peningkatan kesejahteraan pegawai.
Sejumlah bank menaikkan gaji pokok, gaji awal lulusan universitas, dan penghasilan tahunan untuk memenangkan persaingan mendapatkan tenaga kerja.
Berdasarkan pemeringkatan yang diterbitkan media Diamond pada Jumat (24/7/2026), Mitsubishi UFJ Trust and Banking Corporation menempati posisi pertama dalam daftar rata-rata penghasilan tahunan pegawai di antara 10 bank utama Jepang.
Rata-rata penghasilan tahunan pegawainya mencapai 9,784 juta yen atau lebih dari Rp1 miliar, bergantung pada nilai tukar yang digunakan. Rata-rata usia pegawai tercatat 43,5 tahun, tertinggi kedua di antara bank yang diteliti.
Dibandingkan tahun sebelumnya, rata-rata penghasilan pegawai Mitsubishi UFJ Trust meningkat 2,9 persen meskipun rata-rata usia pegawainya hampir tidak berubah.
Posisi kedua ditempati Sumitomo Mitsui Banking Corporation atau SMBC, sedangkan Mitsubishi UFJ Bank berada di peringkat ketiga.
Baca juga: Polri Minta Bantuan Jepang Selidiki Dugaan Prostitusi Anak Libatkan Warganya
Kenaikan gaji berlangsung ketika industri perbankan Jepang menikmati kinerja keuangan yang sangat kuat.
Pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, tiga kelompok bank terbesar Jepang sama-sama membukukan laba bersih lebih dari 1 triliun yen.
Mitsubishi UFJ Financial Group bahkan untuk pertama kalinya mencatatkan laba bersih melampaui 2 triliun yen. Bank-bank daerah juga menikmati pertumbuhan, dengan 84 dari 95 bank mencatat kenaikan laba.
Peningkatan keuntungan terutama didorong oleh bertambahnya pendapatan bunga setelah suku bunga di Jepang naik. Pada sejumlah bank, laba dari penjualan saham yang dimiliki juga turut mendukung hasil keuangan.
Suku bunga kebijakan Jepang dinaikkan menjadi 1 persen pada Juni 2026. Selama tidak terjadi gejolak ekonomi besar, kinerja positif industri perbankan diperkirakan berlanjut pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2027.
Persaingan memperoleh tenaga kerja di tengah kekurangan sumber daya manusia mendorong bank-bank Jepang memperbaiki sistem penggajian.
SMBC dan Sumitomo Mitsui Trust Bank telah menaikkan gaji awal utama bagi lulusan universitas menjadi 300.000 yen per bulan.
Sejumlah bank daerah besar juga menaikkan gaji awal menjadi sekitar 280.000 yen per bulan. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memperkuat daya saing dalam perekrutan tenaga muda.
Selain besarnya gaji, persentase kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya menjadi indikator penting. Rata-rata penghasilan pegawai SMBC, Mitsubishi UFJ Bank, Mizuho Bank, Chiba Bank, dan Gunma Bank dilaporkan meningkat sekitar 4 hingga 6 persen.
Karena angka tersebut merupakan rata-rata seluruh pegawai, penghasilan sebagian pegawai diperkirakan meningkat lebih tinggi melalui promosi jabatan dan penilaian prestasi kerja.
Baca juga: Dua Kasus Pembunuhan Gegerkan Jepang, Motif Konflik Tetangga hingga Asmara
Chugoku Bank menjadi salah satu bank yang menunjukkan komitmen besar terhadap peningkatan kesejahteraan pegawai.
Bank yang berada di bawah Chugin Financial Group tersebut memiliki 2.633 pegawai dengan rata-rata penghasilan tahunan mencapai 8,109 juta yen. Angka itu meningkat 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Mulai Juli 2026, bank tersebut menerapkan kenaikan penghasilan rata-rata sebesar 7,2 persen. Dari jumlah itu, kenaikan gaji pokok atau base-up mencapai 5,8 persen.
Chugoku Bank juga akan menaikkan gaji awal pegawai baru yang masuk pada tahun fiskal 2027 sebesar 20.000 yen, menjadi 280.000 yen per bulan.
Perusahaan merencanakan investasi sumber daya manusia yang melampaui target 1 miliar yen dalam rencana bisnis jangka menengahnya.
Data rata-rata penghasilan tahunan bank Jepang diperoleh dari laporan sekuritas perusahaan. Namun, perbandingan tersebut perlu dibaca secara hati-hati karena komposisi pegawai setiap bank berbeda.
Data bank tunggal bisa mencakup pegawai dengan berbagai jalur karier, termasuk pegawai yang tidak diwajibkan berpindah tugas ke luar daerah atau luar negeri dan umumnya memiliki tingkat penghasilan lebih rendah.
Di sisi lain, pegawai jalur karier utama di sejumlah megabank dapat memperoleh lebih dari 10 juta yen per tahun ketika memasuki usia 30-an.
Data perusahaan induk juga belum tentu menggambarkan kondisi seluruh kelompok usaha. Chugin Financial Group, misalnya, mencatat kenaikan rata-rata penghasilan sebesar 13,9 persen.
Namun, perusahaan induk tersebut hanya memiliki 47 pegawai sehingga data Chugoku Bank yang mempekerjakan lebih dari 2.600 orang dinilai lebih mewakili kondisi sebenarnya.
Definisi kenaikan upah juga berbeda antarbank. Sebagian perusahaan mencantumkan kenaikan berkala dan bonus dalam persentase kenaikan upah, tetapi tidak mengungkap secara terpisah besarnya kenaikan gaji pokok.
Karena itu, keseriusan bank dalam berinvestasi kepada pegawai perlu dinilai dengan membandingkan rata-rata penghasilan, kenaikan gaji pokok, penyesuaian berkala, bonus, dan gaji awal pegawai baru.
Di tengah kekurangan tenaga kerja, kemampuan bank membagikan hasil kinerja positif kepada pegawainya akan menentukan keberhasilan dalam memperoleh serta mempertahankan tenaga profesional.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com