TRIBUNNEWS.COM - Semifinal VNL 2026 putri menghadirkan dua duel menarik karena Brasil vs Italia serta Turki vs China sama-sama mempertemukan tim yang pernah bersua di partai final edisi sebelumnya.
Perebutan tiket final VNL 2026 akan dimulai pada Sabtu (25/7/2026), dengan Brasil menghadapi Italia dan Turki berjumpa China dalam dua pertandingan yang sarat sejarah.
Brasil vs Italia bahkan bisa disebut sebagai final kepagian karena kedua tim merupakan finalis VNL 2025 yang kini harus saling sikut lebih awal untuk memperebutkan tiket menuju partai puncak.
Sementara itu, Turki vs China juga menjadi duel nostalgia karena kedua tim pernah bertemu di final VNL 2023, tetapi kini kembali dipertemukan dalam situasi berbeda setelah cukup lama kesulitan menembus fase akhir turnamen.
Dua pertandingan tersebut membuat semifinal VNL 2026 terasa semakin menarik karena para kontestan tidak hanya mengejar tiket final.
Akan tetapi juga membawa misi membalas kekalahan serta mengulang kejayaan masa lalu.
Duel Brasil melawan Italia menjadi pertandingan yang paling mencuri perhatian karena kedua tim berstatus kandidat kuat juara VNL 2026.
Italia datang dengan misi besar untuk mencatatkan hattrick gelar setelah berhasil menjadi juara secara beruntun pada edisi 2024 dan 2025.
Baca juga: Kode bagi PBVSI, Indonesia Disebut Pantas Jadi Tuan Rumah Voli Dunia VNL
Jika kembali mengangkat trofi pada tahun ini, Italia akan mengoleksi gelar VNL putri untuk kali keempat sekaligus mempertegas dominasi mereka dalam beberapa musim terakhir.
Namun, langkah Italia tidak akan mudah karena Brasil berdiri sebagai lawan yang memiliki sejarah panjang dalam mengejar gelar pertama di ajang tersebut.
Brasil dikenal sebagai salah satu tim paling konsisten di VNL karena hampir selalu mampu melangkah jauh, meskipun perjalanan mereka lebih sering berakhir dengan status runner-up.
Berdasarkan catatan Volleyball World, Brasil telah menembus semifinal sejak VNL edisi pertama pada 2018, tetapi ketika itu harus puas finis di posisi keempat.
Setahun kemudian, Brasil mulai menunjukkan konsistensi lebih tinggi dengan mencapai final pada 2019 hingga 2022, tetapi selalu gagal menjadi juara setelah hanya mampu mengakhiri turnamen sebagai runner-up.
Langkah Brasil sempat terhenti di perempat final pada 2023 setelah dikalahkan China, tetapi mereka kembali ke semifinal pada 2024 dan melaju ke final pada 2025.
Sayangnya, Brasil kembali gagal meraih gelar setelah dikalahkan Italia di partai puncak sehingga pertemuan kali ini menjadi kesempatan untuk membalas kekalahan tersebut.
Pertandingan semifinal lainnya mempertemukan Turki dengan China, dua tim yang memiliki kenangan tersendiri dari final VNL 2023.
kala itu, Turki berhasil mengalahkan China untuk merebut gelar juara dan mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan utama dalam persaingan bola voli putri dunia.
Kini, Turki kembali membawa misi untuk mengulang kesuksesan tersebut setelah sempat kehilangan momentum dalam beberapa edisi terakhir.
Konsistensi Turki membuat mereka tetap menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam perebutan gelar VNL 2026.
Di sisi lain, China datang dengan motivasi besar untuk mengembalikan kejayaan mereka setelah dua edisi berturut-turut hanya mampu bertahan hingga babak 8 besar.
China juga ingin membuktikan bahwa kekuatan mereka di Asia masih belum padam setelah dua edisi terakhir didominasi Jepang yang berhasil merebut gelar secara beruntun.
Karena itu, pertemuan melawan Turki menjadi ujian penting bagi China untuk menunjukkan bahwa mereka masih mampu kembali bersaing di level tertinggi.
Dengan semifinal yang mempertemukan ulangan final dari edisi berbeda, VNL 2026 menyajikan ambisi mempertahankan dominasi, misi balas dendam, serta keinginan mengembalikan kejayaan.
(Tribunnews.com/Niken)