TRIBUNSUMSEL.COM – Pedangdut senior Inul Daratista mendadak membongkar masalah dugaan tunggakan honor yang belum dibayarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta.
Melalui akun Instagram pribadinya (@inul.d), Inul secara terbuka menyindir pihak manajemen TV tersebut yang dinilainya tidak disiplin dalam urusan finansial.
Istri Adam Suseno itu mengaku belum dibayar oleh stasiun televisi ANTV yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Baca juga: Kondisi Kesehatan Menurun, Pedangdut Inul Daratista Dilarikan ke Rumah Sakit: Aku KO Guys
Inul membandingkan kepatuhan sistem pembayaran ANTV dengan grup stasiun televisi nasional lainnya seperti Indosiar, MNC TV, dan Trans TV yang menurutnya jauh lebih rapi dan tepat waktu.
"Pada heboh blom dibayar TV, heiii yg disiplin dan rapi tuh Indosiar group-MNC TV group-Trans TV group. yg kampreettt cuma ANTV !! msh milyaran durung dibayar, tapi yg punya msh lenggang kangkung, nagihnya kemana..." tulis Inul dalam unggahan Instagram Story yang diunggah ulang di feed Instagram-nya, dikutip Tribunsumsel.com pada Jumat (24/7/2026).
Pelantun lagu Kocok-Kocok ini mengaku sebenarnya sempat ragu dan "maju mundur" untuk membawa masalah tagihan honor ini ke ruang publik.
Namun, melihat ada pihak lain yang berani memulai, ia pun memutuskan untuk ikut bersuara.
"dari kemaren-kemaren mau naikin tagihan ke publik maju mundur mumpung ada yg memulai ikutan jdnya. jgn2 gak mbayar pajak negara pula nih..." katanya.
Inul Daratista lalu menjelaskan honornya yang belum dibayarkan oleh ANTV mencakup penampilan di acara Pesbukers.
Selain itu, Inul dan Adam juga pernah menjadi host utama untuk acara Rumah Idaman.
"Pesbuker aja dulu tahunan baru dicicil sampe lupa klo byk yg ga kebayar, kemaren Rumah Idaman... parah, emg ANTV," tegas Inul.
Keberanian Inul Daratista menagih utang secara terbuka di media sosial rupanya dipicu oleh unggahan mantan manajer almarhum Olga Syahputra, Vera Zanobia atau yang akrab disapa Mak Vera.
Sebelumnya, Mak Vera menjadi sosok pertama yang memviralkan isu tunggakan pembayaran ini melalui akun Instagram miliknya (@makverazanobia).
Ia mengaku kecewa berat karena hak pembayarannya bernilai ratusan juta rupiah atas program acara sejak tahun 2017 belum diselesaikan oleh stasiun TV tersebut.
"SABAR SAYA SUDAH CUKUP YA, NAMA BAIK DAN KEUANGAN SAYA HANCUR GARA2 TV TERSEBUT BELUM MEMBAYARKAN HAK KERJA KEPADA PROGRAM2 YANG SUDAH MEREKA TAYANGKAN DARI 2017. TOLONG ITIKAD BAIKNYA," tulis Mak Vera pada kolom caption.
Baca juga: Harta Kekayaan Choirul Anwar, Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Korupsi, Satwa sampai Kurus dan Mati
Dalam curhatannya, Mak Vera merinci bahwa nilai tunggakan yang belum dibayarkan mencapai Rp948.000.000 ditambah Rp13.000.000.
Pembayaran sempat dicicil namun terhenti sejak Juli 2019, yang berdampak buruk pada kondisi keuangan pribadinya.
Baim Wong hingga Wika Salim Ikut Buka Suara
Fenomena ini tampaknya menjadi efek bola salju di kalangan selebriti.
Tak berselang lama, aktor dan kreator konten Baim Wong melalui akun Instagram (@baimwong) juga mengunggah sindiran serupa terkait tunggakan pembayaran dari stasiun televisi.
"Pada Menyuarakan belum dibayar sama Stasiun TV. ehm..ehm... tangan sudah gatel saudara-saudara. TULIS GA NIH XXXXXX!! !! !! !!" tulis Baim dalam unggahan berlatar hitam tersebut.
Unggahan Baim Wong itu juga dilengkapi caption singkat: "pls bayar, thank u".
Unggahan Baim ini langsung memancing Inul Daratista untuk kembali memberikan komentar balasan yang memberi dukungan: "tulislah mas ben aku ada temannya,".
Selain Baim Wong, pedangdut Wika Salim (@wikasalim) sebelumnya juga mengungkapkan kekecewaannya saat mencoba mengonfirmasi hak pembayarannya kepada penanggung jawab keuangan stasiun TV terkait.
"Aku pernah wa salah 1 penanggung jawab financenya malah dibalesnya marah2," tulis Wika Salim.
Penyanyi senior Iis Dahlia (@isdadahlia) turut memberikan sentilan mengenai sistem pembayaran industri televisi masa kini.
"Paling bener tuh jaman dulu pulang bawa uang ya ndo' paling lama seminggu," sindir Iis Dahlia.
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com