SURYA.CO.ID SURABAYA – Mahasiswa Program Studi D4 Analis Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) mengajak masyarakat memanfaatkan tanaman lokal sebagai biolarvasida alami untuk menekan populasi nyamuk Aedes sp.
Edukasi ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran warga dalam mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pendekatan yang ramah lingkungan dan berbasis komunitas.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut digelar di Balai RT Medokan Sawah Timur, Minggu (7/6/2026). Sejak pagi, warga mengikuti rangkaian penyuluhan, diskusi, hingga demonstrasi penggunaan biolarvasida berbahan tanaman lokal yang dikembangkan mahasiswa.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap upaya pencegahan DBD di lingkungan tempat tinggal.
Mengusung tema "Optimalisasi Tanaman Lokal sebagai Biolarvasida Berbasis Komunitas dalam Pengendalian Populasi Vektor Aedes sp.", kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengendalian vektor penyakit secara mandiri.
Baca juga: Kasus DBD di Jember Masih Mengintai, 273 Kasus dan Tiga Nyawa Melayang Hingga Pertengahan Juni
Dalam penyuluhan, mahasiswa menjelaskan berbagai materi mulai dari penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD), siklus hidup nyamuk Aedes sp., pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN), hingga strategi pengendalian vektor yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar.
Warga juga memperoleh informasi mengenai potensi tanaman lokal sebagai biolarvasida alami yang aman, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan. Pemanfaatan tanaman tersebut diharapkan menjadi alternatif untuk mengendalikan larva nyamuk tanpa bergantung sepenuhnya pada bahan kimia.
Sebagai bagian dari inovasi pengabdian masyarakat, tim mahasiswa memperkenalkan produk biolarvasida berbahan dasar tanaman lokal yang telah dikembangkan. Produk tersebut diperagakan secara langsung dengan penjelasan mengenai bahan penyusun, manfaat, mekanisme kerja, serta cara penggunaannya dalam mengendalikan larva nyamuk Aedes sp.
Baca juga: UNUSA Latih Petani Tuban Terapkan K3, Wujudkan Pertanian Lebih Aman dan Berkelanjutan
Respons masyarakat cukup positif. Warga aktif mengajukan pertanyaan terkait keamanan produk, teknik aplikasi, hingga peluang penerapannya di lingkungan rumah masing-masing. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi solusi pengendalian vektor yang efektif, ekonomis, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Untuk mengukur efektivitas penyuluhan, tim mahasiswa melaksanakan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah seluruh rangkaian edukasi selesai.
Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan DBD, pengendalian vektor, serta pemanfaatan tanaman lokal sebagai biolarvasida alami. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan mampu meningkatkan pemahaman warga terhadap langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan secara mandiri.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif warga Medokan Sawah Timur. Selain berdiskusi, peserta juga menyampaikan berbagai pengalaman mengenai upaya pemberantasan sarang nyamuk yang selama ini dilakukan di lingkungan mereka.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan bebas dari risiko penularan Demam Berdarah Dengue.
Pengabdian kepada Masyarakat tersebut juga menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berkontribusi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengendalian vektor penyakit melalui pemanfaatan potensi tanaman lokal secara berkelanjutan.