WARTAKOTALIVE.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-bangsa Antonio Guterres memastikan bahwa pembunuhan warga sipil di Gaza, Israel masih berlanjut.
Bahkan kini Gaza darurat wabah lantaran kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk namun badan kesehatan dunia (WHO) sulit menembus blokade Israel.
Pembantaian warga Gaza yang dilakukan Israel masih berlangsung di tengah gencatan senjata.
Pembantaian bahkan berlangsung hampir setiap harinya.
Hal itu dikabarkan Guterres di X pada Jumat (24/7/2026).
“Meskipun adanya gencatan senjata yang disebut-sebut di Gaza, warga sipil terus membayar harga yang mahal setiap hari,” jelasnya.
Para warga Gaza yang tidak bersalah itu di bunuh di rumah mereka. Bahkan pembantaian bukan menyasar pribadi namun komunitas.
Israel juga terus meningkatkan kendali atas Gaza.
“Orang-orang dibunuh di rumah mereka, di komunitas mereka, dan saat melakukan aktivitas sehari-hari biasa - sementara Israel meningkatkan kendalinya atas Gaza,” tuturnya.
Saat ini bahkan penyakit mengerikan tengah menyebar di Gaza karena kondisi kemanusiaan yang memburuk.
PBB pun masih kesulitan mengakses Gaza karena blokade Israel.
“Kondisi hidup tetap tidak tertahankan dan penyakit mengerikan menyebar - dengan operasi kemanusiaan yang sangat terhambat,” kata Guterres
Guterres pun menekankan bahwa penderitaan yang berkepanjangan harus berakhir.
Sebelumnya Wali Kota New York Zohran Mamdani mendesak pemerintah federal Amerika Serikat (AS) menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika dia berkunjung ke AS.
Mamdani menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang terkait genosida di Jalur Gaza.
"Benjamin Netanyahu adalah penjahat perang. Arsitek genosida mengerikan terhadap warga Palestina," kata Mamdani dalam video yang diunggah akun Instagram resmi Wali Kota New York, Rabu (22/7/2026) WIB.
Baca juga: Detik-detik Kebahagiaan Rakyat Gaza di Tengah Kemenangan Spanyol
Dia mengatakan Netanyahu bertanggung jawab atas pembunuhan lebih dari 73.000 orang di Gaza, dan menyebabkan puluhan ribu anak terluka, sementara yang berhasil bertahan hidup harus menjalani amputasi tanpa anestesi.
Mamdani juga menyebut Netanyahu bertanggung jawab atas serangan ke rumah sakit-rumah sakit neonatal dan bersalin, serta kelaparan yang terjadi di Gaza akibat pemblokiran makanan dan bantuan kemanusiaan.
Dia pun menyinggung penembakan ratusan pekerja bantuan dan wartawan di Gaza.
"Bulan lalu, PBB mengonfirmasi anak-anak Palestina terus ditargetkan dan dibunuh secara sengaja oleh pasukan bersenjata Israel, lebih dari delapan bulan setelah apa yang disebut sebagai gencatan senjata. Daftarnya terus bertambah," ujar Mamdani.