WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sekuriti di kawasan Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Vicol Harefa, menjadi sorotan publik setelah video dirinya bersujud kepada pengemudi Toyota Alphard viral di media sosial.
Peristiwa tersebut memicu simpati warganet, mendapat perhatian Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, hingga kini tengah didalami Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Video yang beredar memperlihatkan Vicol Harefa meminta maaf kepada pengemudi Toyota Alphard setelah sebelumnya menegur kendaraan tersebut yang diduga melintas saat lampu penyeberangan pejalan kaki menyala.
Setelah video itu viral, Vicol memberikan penjelasan mengenai kejadian yang dialaminya.
Baca juga: Viral di Medsos, Polisi Mediasi Cekcok Pengemudi dan Pejalan Kaki di Zebra Cross Thamrin
Dalam video klarifikasi yang diunggah di media sosial pada Kamis (23/7/2026), Vicol mengatakan dirinya sempat dibawa ke pos polisi untuk dimintai penjelasan mengenai insiden tersebut.
Menurut Vicol, setelah mendengar kronologi yang disampaikannya, kepala pos polisi menilai dirinya tidak berhak mengetuk kaca mobil saat memberikan teguran kepada pengemudi.
Vicol mengaku situasi tersebut membuat dirinya semakin tertekan karena pengemudi beserta dua penumpangnya ikut menyalahkannya.
Ia bahkan mengaku sempat diancam akan dilaporkan kepada perusahaan penyedia jasa keamanan tempatnya bekerja.
Merasa tidak memiliki pilihan lain, Vicol akhirnya memilih meminta maaf.
"Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf. Saya salah, saya akan jadikan pengalaman ini sebagai pedoman agar lebih hati-hati saat bertugas."
Setelah kisah tersebut menyebar luas, akun Instagram milik Vicol dipenuhi komentar dukungan.
Banyak warganet meminta Vicol tetap semangat dan tidak takut menghadapi persoalan tersebut.
Sebagian juga mempertanyakan sikap perusahaan tempat Vicol bekerja apabila benar ia mendapat tekanan setelah menjalankan tugasnya sebagai petugas keamanan.
Baca juga: Viral Bangunannya Roboh, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Dipastikan Dibangun Kembali pada 2027
Menanggapi polemik yang berkembang, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan persoalan tersebut telah ditangani.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Sudah selesai permasalahannya. Mudah-mudahan bisa ditemukan miskomunikasinya di mana."
Rano juga membantah kabar yang menyebut Vicol diberhentikan dari pekerjaannya.
"Enggak, saya jamin tidak."
Baca juga: Bela Satpam di Bundaran HI, Pramono Sebut Sopir Alphard Melanggar dan Diduga Pakai Pelat Nomor Palsu
Di sisi lain, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mulai menyelidiki dugaan penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai pada Toyota Alphard yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan penyelidikan dilakukan setelah muncul dugaan nomor polisi yang digunakan tidak sesuai dengan identitas kendaraan.
Polisi akan memanggil pemilik kendaraan untuk mengklarifikasi dugaan tersebut sekaligus mendalami dugaan pelanggaran lalu lintas yang terjadi.
Selain pemilik kendaraan, Vicol Harefa juga akan dimintai keterangan agar penyidik memperoleh gambaran utuh mengenai kronologi kejadian.
"Nanti kita pertemukan langsung, kami mintai keterangan bersama-sama."
Isu penggunaan pelat nomor kendaraan lain mencuat setelah warganet mengunggah hasil penelusuran melalui laman Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat.
Dalam unggahan itu disebutkan nomor polisi D 1828 XHQ terdaftar sebagai kendaraan Daihatsu berwarna silver metalik, bukan Toyota Alphard hitam seperti yang terlihat dalam video.
Meski demikian, polisi menegaskan informasi tersebut masih akan diverifikasi melalui proses penyelidikan sehingga belum dapat disimpulkan apakah pelat nomor tersebut benar-benar tidak sesuai atau tidak. (*)
Sumber : TribunJakarta