Kebaya Bercerita, Perayaan Budaya selama 4 Hari di Surakarta, Cek Sederet Kegiatannya
Ayu Miftakhul Husna July 24, 2026 02:38 PM

TRIBUNNEWS.COM – Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli menjadi momentum digelarnya "Kebaya Bercerita", perayaan budaya yang berlangsung empat hari, 23–26 Juli 2026, di Ndalem Angti Dani, Punggawan, Surakarta.

Acara ini digagas oleh Kushandari Arfanidewi bersama Teman Ayo Kita Kemana, mengangkat gagasan bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan medium yang merekam kisah tentang perempuan, keluarga, identitas, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan lintas generasi.

"Kami percaya kebaya bukan hanya sesuatu yang dikenakan pada momen tertentu. Kebaya adalah bagian dari kehidupan yang membawa cerita tentang keluarga, perempuan, dan perjalanan setiap orang yang mengenakannya," ujar Kushandari Arfanidewi, penggagas Kebaya Bercerita.

Selama empat hari, pengunjung diajak mengalami kebaya melalui sejumlah aktivitas, di antaranya:

- Sesi meditasi bersama Tsamara Fahrana

- Pameran koleksi kebaya

HARI KEBAYA NASIONAL - Beberapa koleksi kebaya yang dipamerkan dalam
HARI KEBAYA NASIONAL - Beberapa koleksi kebaya yang dipamerkan dalam "Kebaya Bercerita" di Ndalem Angti Dani, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (2472026) dalam rangka Hari Kebaya Nasional. (Tribunnews.com/Ika Wahyuningsih)

- Lokakarya styling kebaya bersama Nona Srikaya

- Workshop menyulam bersama Santi Zaidan

- Sesi ramuan macam kerah bersama Ecoprint Community

Baca juga: 100 Ucapan Selamat Hari Kebaya Nasional 2026 yang Penuh Makna, Cocok Dibagikan di Media Sosial

- Workshop merangkai bunga bersama Mbakku Berkebaya x Esem Factory

- Sesi melukis bersama 1956 Studio

- Talkshow bersama pegiat budaya, di antaranya Risca Rahmanita, Graj. Ancillasura Marina Sudjiwo, dan Rumi Siddharta

- Journaling workshop bersama Nabiilaa

- Sesi ngeteh sore bersama White Peony House

Pada hari terakhir, 26 Juli, digelar tur berjalan kaki dan bus wisata menyusuri jejak sejarah Ndalem Angti Dani serta sejumlah bangunan cagar budaya di Surakarta.

Ndalem Angti Dani

Ndalem Angti Dani berdiri di atas lahan yang dahulu dimiliki R.M.P.I. Atmohudoyo, cucu K.G.P.A.A. Mangkunegara III sejak era 1890-an. Bangunan ini dibangun kembali oleh almarhumah R.Ay. Suhardani Arifin pada 1994 dan diresmikan September 1996 dengan arsitektur Jawa klasik, dan kini berfungsi sebagai museum keluarga yang merawat jejak sejarah dan silsilah keluarga Mangkunegaran.

"Ndalem Angti Dani dibangun kembali oleh almarhumah Ibu Suhardani Arifin. Kami berharap Kebaya Bercerita dapat menjadi ruang untuk mengenal dan menghidupkan kembali warisan budaya Indonesia," ujar Emireza Arifin.

Acara ini juga mengusung penggalangan donasi yang akan disalurkan kepada Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta.

(Tribunnews.com/Ika Wahyuningsih)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.