TRIBUNNEWS.COM - Ferrari memang sempat membuat gebrakan di awal musim ini dengan mengeluarkan inovasi sayap belakang yang bisa bermanuver 180 derajat atau yang biasa disebut Macarena.
Hal itu pertama kali dimunculkan ketika Ferrari menjalani uji coba di China untuk mengawali musim ini.
Sayangnya mereka tak kunjung menggunakan Macarena secara konsisten dan baru bisa menggunakannya pada awal Mei lalu.
Mereka seperti masih menyempurnakan teknologi ini untuk bisa memberikan sumbangan berarti bagi performa tim.
Menjelang bergulirnya GP Hungaria 2026 pada Jumat (24/7) hingga Minggu (26/7) di Hongaroring, Ferrari kembali menggebrak dengan Macarena-nya.
Namun Macarena yang ditampilkan tim Kuda Jingkrak kali ini berbeda dari yang ada sebelumnya.
Tim mekanik Ferrari menambah tiga sayap belakang kecil di tengah-tengah Macarena yang akan mengikuti gerakan komponen utama.
Hal itu diyakini bisa memberikan down force yang lebih besar kepada mobil para pembalap mereka.
Baca juga: Petaka Mercedes Tunda Rampungkan Masalah Sejak dari Inggris, George Russell Jadi Tumbal
Down force sendiri adalah sebuah gaya aerodinamika yang membuat mobil 'tertekan' ke bawah yang membuat ban memiliki cengkeraman lebih baik.
Karakteristik Hongaroring yang tak terlalu lebar dan berliku membuat teknologi Macarena akan sangat cocok.
Para pembalap nantinya bisa terus melaju maksimal tanpa harus khawatir mobilnya selip atau terpelanting.
Bahkan, Hongaroring merupakan sirkuit yang paling menuntut adanya down force paling besar di sepanjang kalender F1, sebagaimana dikutip dari PlanetF1.
Penggunaan Macarena yang sudah dimodifikasi ini diharapkan membuat mobil SF-26 yang dikendarai Lewis Hamilton dan Charles Leclerc bisa lebih maksimal saat memasuki dan keluar tikungan.
Secara keseluruhan, Ferrari menjalani musim 2026 dengan cukup kuat.
Sayangnya mereka belum konsisten mengirim pembalap mereka menempati podium pertama.
Masing-masing dari Lewis Hamilton dan Charles Leclerc baru satu kali saja menjadi juara pertama sepanjang 10 seri yang digelar.
Lewis Hamilton memecah gelar juara seri bagi Ferrari musim ini saat menjadi juara di Catalunya.
Sedangkan Leclerc menjadi yang terbaik saat tampil di Inggris.
Hamilton dan Leclerc membutuhkan hasil maksimal saat pentas di lintasan ini.
Mereka membutuhkan itu untuk mencegah Kimi Antonelli semakin leluasa dan tanpa adangan saat berada di puncak klasemen.
Saat ini, Hamilton ada di peringkat kedua dengan 159 poin.
Ia tertinggal 45 poin dari Antonelli yang berada di puncak klasemen dengan raihan 204 poin.
Sedangkan Charles Leclerc masih cukup tertinggal dari kedua pembalap di atas.
Leclerc saat ini ada di peringkat keempat dengan 126 poin.
Ia bahkan tak lebih baik dari George Russell, rekan setim Antonelli, yang menempati peringkat ketiga dengan raihan 154 poin.
(Tribunnews.com/Guruh)