Alasan Nanik S.Deyang Pilih Mundur Dibanding Cuti dari Jabatan Kepala BGN, Kesehatan Disoroti
Talitha Daren July 24, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian publik setelah Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala lembaga tersebut.

Pengunduran diri itu dikabarkan terjadi pada Rabu (22/7/2026) dengan alasan kesehatan, karena Nanik berencana menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang menyebut permohonan mundur diajukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Prasetyo, keputusan tersebut diambil agar Nanik dapat fokus menjalani perawatan medis tanpa terbebani tugas sebagai Kepala BGN.

Ia juga menegaskan bahwa keputusan untuk mengundurkan diri merupakan pilihan pribadi Nanik.

Prasetyo mengaku tidak mengetahui alasan Nanik memilih mundur dibandingkan dengan mengambil cuti dari jabatannya.

Di tengah pergantian tersebut, posisi Kepala BGN kini diisi oleh Sudaryono.

Sosok Sudaryono pun langsung menjadi sorotan publik, termasuk rekam jejak karier serta laporan harta kekayaannya.

Kehadirannya di pucuk pimpinan BGN diharapkan dapat melanjutkan berbagai program strategis lembaga, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Baca juga: Mundurnya Nanik S. Deyang dan Korupsi MBG, Pakar Harap Bukan Malingering, Tetap Bantu Pembenahan BGN

Alasan Nanik S. Deyang Mundur 

Meski begitu, Prasetyo Hadi mengaku tidak mengetahui mengapa Nanik S Deyang lebih memilih untuk mundur daripada mengambil cuti.

Dia menilai bahwa hal tersebut merupakan pilihan pribadi dari mantan Ketua BGN tersebut.

"Ya kalau pertanyaannya adalah kenapa harus mundur atau kenapa tidak cuti saja, ini kan kita kembalikan kepada yang bersangkutan," ujar Prasetyo

"Ini kan kita juga tidak bisa memaksakan. Karena yang mengerti kondisi pribadinya adalah beliau," tuturnya.

Sementara itu, sebagai pengganti dari Nanik S Deyang, Presiden Prabowo Subianto diketahui telah menunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru.

Sudaryono kemudian dilantik langsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026).

Pada hari pertama setelah dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono langsung menjalankan tugasnya di Kantor BGN di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Dia diketahui menggelar sesi rapat bersama jajaran BGN serta didampingi dua Wakil Kepala BGN yaitu Agustina Arumsari dan Trenggono.

Baca juga: Sudaryono Janji Benahi Tata Kelola BGN, Ibaratkan Program MBG Seperti Permainan Video Pacman

PENGGANTI KEPALA BGN - Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang (kiri) saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026) dan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono. Prasetyo Hadi mengatakan pengalaman Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian menjadi nilai tambah untuk memimpin BGN (Tribun Trends/Tribunnews.com/IRWAN RISMAWAN)

Alasan Pemilihan Sudaryono

Di sisi lain, Prasetyo Hadi membeberkan alasan pemilihan Sudaryono sebagai Kepala BGN lantaran dia dinilai sudah sejak awal mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak masih dalam konsep hingga dilahirkan.

Sudaryono disebut sejak awal sudah ikut berdiskusi, menggagas dan mengkonsep pelaksanaan teknis MBG saat menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).

"Badan Gizi Nasional yang kegiatannya memberikan Makan Bergizi Gratis itu tidak pernah lepas dari tugas beliau di Kementerian Pertanian karena bagaimanapun juga, sumber-sumber bahan baku, sumber-sumber bahan pangan Makan Bergizi Gratis itu di-support dan ditopang dalam ekosistem oleh Kementerian Pertanian," kata Prasetyo.

Sudaryono sendiri menegaskan bahwa meski menjadi Kepala BGN, dirinya tidak memiliki dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Begitu juga dengan keluarganya yang disebutnya juga tidak memiliki dapur MBG.

"Enggak ada. Enggak ada (keterlibatan ke SPPG) dan saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur. Tidak ada keluarga saya yang punya dapur (MBG)," kata Sudaryono.

Berikutnya, untuk profil Sudaryono merupakan politikus Partai Gerindra yang lahir, pada 23 Januari 1985 di Grobogan, Jawa Tengah.

Melansir dari Kompas.com, Kepala BGN baru satu ini dikenal berasal dari keluarga petani di Dukuh Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan.

Sudaryono merupakan anak tunggal dari pasangan Yahyo dan Suwarni yang pernah mengenyam pendidikan di SMA Taruna Nusantara.

Setelah itu, dia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di National Defense Academy, Jepang dan menjadi satu-satunya mahasiswa asal Indonesia di angkatannya serta lulus sebagai juara kelas.

Baca juga: Sudaryono Janji Benahi Tata Kelola BGN, Ibaratkan Program MBG Seperti Permainan Video Pacman

KETUA BGN BARU - Wamentan RI Sudaryono menggantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang mundur karena fokus berobat jantung ke luar negeri.
KETUA BGN BARU - Wamentan RI Sudaryono menggantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang mundur karena fokus berobat jantung ke luar negeri. (Tribun Trends/Kompas.com)

Sosok Sudaryono

Selain itu, Sudaryono juga merupakan alumni Program Doktor Manajemen Bisnis (DMB) Sekolah Bisnis IPB University.

Untuk karier profesionalnya, Sudaryono mulai menjabat sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy pada tahun 2014 dan empat tahun kemudian dia berhasil menduduki jabatan sebagai Chief Executive Officer (CEO) di Garuda TV.

Dalam sektor swasta, Sudaryono diketahui pernah menjadi CEO PT Nusantara Telematics System sejak 2019 dan Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma mulai 2020.

Di dunia politik, perjalanannya dimulai saat menjadi asisten pribadi (aspri) Prabowo Subianto ketika menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

Pada tahun 2020, Sudaryono kemudian naik jabatan menjadi Wakil Sekertaris Jendral (Wasekjen) Partai Gerindra dan kemudian dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah.

Sebelum menjadi Kepala BGN, dia terlebih dahulu memegang jabatan sebagai Wamentan di akhir pemerintahan Presiden Jokowi dengan mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Selanjutnya, di masa pemerintahan Presiden Prabowo, Sudaryono kembali dipercaya mengemban jabatan yang sama.

Adapun, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 29 Maret 2026, total harta kekayaan Sudaryono mencapai Rp31.394.894.928 atau sekira Rp31,3 miliar.

(TribunTrends.com/Grid.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.