TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali menerbitkan rilis resmi prakiraan cuaca untuk seluruh wilayah Provinsi Papua Barat pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Memasuki akhir pekan di penghujung Juli ini, dinamika iklim regional di kawasan tenggara Teluk Cenderawasih hingga Laut Seram masih menunjukkan tingginya kelembapan udara serta pengaruh pola angin lokal yang aktif memicu pembentukan awan-awan konvektif di berbagai penjuru wilayah.
Memahami kondisi cuaca harian menjadi sangat krusial bagi masyarakat Papua Barat mengingat keragaman lanskap geografis provinsi ini yang luar biasa.
Mulai dari wilayah pesisir pantai, gugusan teluk, hingga dataran tinggi pegunungan memiliki tingkat kerentanan yang berbeda terhadap perubahan kondisi cuaca harian.
Papua Barat yang mencakup bagian barat Pulau Papua dikenal sebagai kawasan "Kepala Burung" memiliki tujuh kabupaten yang masing-masing menampilkan karakter geografis unik, dari pantai berpasir, kawasan teluk yang kaya mangrove, hingga puncak-puncak pegunungan yang tertutup awan hampir sepanjang tahun.
Di wilayah utara, Kabupaten Manokwari yang berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik serta Manokwari Selatan di sepanjang pesisir timur diprediksi mengawali hari dengan kondisi berawan tebal, sebelum akhirnya berpotensi diguyur hujan ringan pada siang hingga sore hari.
Manokwari sebagai ibu kota provinsi merupakan wilayah pesisir yang berbatasan dengan Teluk Cenderawasih di sisi timur dan Selat Dampier di utara.
Posisi geografisnya yang diapit perairan laut menjadikan kelembapan udara di kota ini selalu terjaga tinggi, sehingga potensi pembentukan awan hujan hampir selalu hadir setiap hari terutama pada siang menuju sore.
Warga yang hendak beraktivitas di luar ruangan disarankan menyiapkan payung atau jas hujan, terutama jika berada di kawasan pesisir maupun di sekitar Pelabuhan Manokwari.
Di sebelah barat daya, Kabupaten Pegunungan Arfak yang didominasi bentang alam pegunungan tinggi dan lembah curam perlu mewaspadai suhu dingin yang menusuk, kabut tebal pada pagi hari, serta curah hujan sedang saat sore.
Kawasan ini berada di jantung Pegunungan Arfak dengan ketinggian mencapai lebih dari 2.900 meter di atas permukaan laut.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bandung Raya Sabtu, 25 Juli 2026: Seluruh Wilayah Cerah
Karakteristik topografi yang sangat curam membuat kabut kerap turun sejak dini hari dan membatasi jarak pandang secara drastis, sementara jalan-jalan sempit berbatu di kawasan ini menjadi sangat licin ketika diguyur hujan.
Pengemudi dan pejalan kaki yang melintas di kawasan Pegunungan Arfak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan penuh.
Sementara itu, untuk wilayah pesisir teluk seperti Teluk Bintuni yang dikelilingi hutan mangrove serta Teluk Wondama yang menjorok ke perairan Cenderawasih, hujan ringan diproyeksikan turun secara lokal pada paruh kedua hari.
Teluk Bintuni dengan kawasan hutan mangrove terluas di Papua bahkan disebut salah satu yang terbesar di dunia memiliki iklim mikro yang sangat lembap.
Kondisi ini membuat kawasan tersebut rentan mengalami hujan lokal yang dapat terjadi secara mendadak.
Warga yang beraktivitas di area pesisir maupun nelayan yang hendak melaut dari Teluk Bintuni dan Teluk Wondama diminta memantau terus perkembangan kondisi angin dan gelombang sebelum berlayar.
Adapun Kabupaten Kaimana dan Fakfak di kawasan pesisir selatan dan barat yang berbatasan langsung dengan Laut Arafura serta Laut Seram diprakirakan dominan cerah berawan di siang hari, sebelum beralih menjadi hujan ringan pada malam hari yang perlu diantisipasi oleh para nelayan tradisional.
Fakfak yang dikenal sebagai "Kota Pala" karena kekayaan rempahnya berada di semenanjung yang menjorok ke Laut Seram, sementara Kaimana menghadap Teluk Bintuni dan Laut Banda di sisi selatan.
Meski pagi harinya relatif cerah, nelayan dari kedua kabupaten ini tetap harus berhati-hati menjelang malam ketika angin laut cenderung menguat seiring perubahan cuaca.
Masyarakat Papua Barat, khususnya para nelayan, pengemudi antarkabupaten, serta pengguna jasa transportasi udara di Bandara Rendani Manokwari dan Bandara Torea Fakfak, diimbau untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG atau situs resmi bmkg.go.id sebelum memulai aktivitas.
Manokwari
Pagi: Berawan Tebal
Siang-Sore: Hujan Ringan
Malam: Berawan
Suhu: 24°C – 31°C
Kelembapan udara: 75 persen – 95 persen
Manokwari Selatan
Pagi: Berawan Tebal
Siang-Sore: Hujan Ringan
Malam: Berawan
Suhu: 24°C – 31°C
Kelembapan udara: 75 persen – 95%
Pegunungan Arfak
Pagi: Berkabut dan Berawan
Siang-Sore: Hujan Sedang
Malam: Berawan Tebal
Suhu: 17°C – 25°C
Kelembapan udara: 80% – 100%
Teluk Bintuni
Pagi: Cerah Berawan
Siang-Sore: Berawan
Malam: Hujan Ringan
Suhu: 23°C – 31°C
Kelembapan udara: 80% – 95%
Teluk Wondama
Pagi: Berawan
Siang-Sore: Hujan Ringan
Malam: Berawan
Suhu: 24°C – 31°C
Kelembapan udara: 75% – 95%
Kaimana
Pagi: Cerah Berawan
Siang-Sore: Berawan
Malam: Hujan Ringan
Suhu: 24°C – 30°C
Kelembapan udara: 80% – 95%
Fakfak
Pagi: Cerah Berawan
Siang-Sore: Berawan
Malam: Hujan Ringan
Suhu: 24°C – 30°C
Kelembapan udara: 80% – 95%
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)