Dua Rumah di Cirebon Terbakar Hampir Bersamaan, Penyebabnya Sama-sama Bikin Waswas
Ichsan July 24, 2026 04:38 PM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dua rumah di Kabupaten Cirebon terbakar dalam rentang waktu yang hampir bersamaan pada Jumat (24/7/2026) pagi.

Meski terjadi di lokasi berbeda, yakni di Desa Ciledug Wetan, Kecamatan Ciledug dan Desa Megu Cilik, Kecamatan Weru, kedua peristiwa itu memiliki dugaan penyebab yang sama, yakni korsleting listrik. 

Kesamaan penyebab inilah yang memunculkan kewaspadaan, mengingat gangguan instalasi listrik masih menjadi salah satu pemicu utama kebakaran rumah di kawasan permukiman.

Dokumentasi yang dibagikan petugas memperlihatkan kerasnya perjuangan tim Damkar saat memadamkan api.

Di Ciledug Wetan, petugas menyusuri rumah yang dipenuhi puing-puing atap roboh dan dinding menghitam akibat jilatan api.

Sementara di Megu Cilik, petugas terlihat melakukan pendinginan di tengah bangunan yang nyaris rata dengan tanah, dengan asap masih mengepul dari sisa material yang terbakar.

Kepala Bidang Kedaruratan DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana mengatakan, kebakaran pertama terjadi di rumah milik Safri di Blok Cihoe Tengah, Desa Ciledug Wetan, Kecamatan Ciledug. 

Laporan diterima petugas pada pukul 09.40 WIB dari perangkat desa, kemudian Regu 3 Damkar Sektor Ciledug langsung diberangkatkan menuju lokasi.

Setibanya di lokasi pukul 09.57 WIB, petugas segera menggelar selang dan melakukan pemadaman. 

Karena lokasi berada di kawasan padat penduduk, bantuan dari Damkar Sektor Cikulak turut dikerahkan untuk mencegah api merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.

Eno menjelaskan, berdasarkan keterangan pemilik rumah, api diduga berasal dari korsleting listrik pada lampu di dapur belakang yang merupakan bangunan semi permanen.

"Percikan dari konsleting listrik tersebut membakar bilik lalu menimpa selang regulator gas yang berada tepat di bawahnya, sehingga api menjadi membesar dan merembet ke ruangan dapur, tiga kamar dan ruang tamu," ujar Eno dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).

Saat kejadian, pemilik rumah berada di bagian depan rumah.

Ia baru mengetahui kobaran api setelah diberi tahu oleh petugas posyandu bahwa api sudah membesar dan menjalar ke bagian tengah rumah.

Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 10.20 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan hingga pukul 10.30 WIB.

Berbagai barang berharga seperti kompor, tabung gas, sofa, kasur, lemari, ranjang dan perabot lainnya hangus terbakar.

Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 150 juta, sementara tidak ada korban jiwa maupun korban luka.

Belum lama berselang, laporan kebakaran kembali diterima DPKP Kabupaten Cirebon.

Kali ini kebakaran melanda rumah milik Rahayu di Blok Randu Alas, Desa Megu Cilik, Kecamatan Weru.

Eno mengatakan, laporan diterima pada pukul 09.48 WIB.

Namun saat itu Regu 3 Damkar Sektor Weru sedang menangani kebakaran mobil di ruas Tol Palikanci KM 192 sehingga penanganan awal dibantu Damkar Sektor Sumber.

"Damkar Sektor Weru langsung berkoordinasi dengan Damkar Sektor Sumber untuk memback up penanganan kebakaran karena Regu 3 Damkar Sektor Weru sedang menangani kebakaran mobil di ruas Tol Palikanci KM 192," ucapnya.

Saat petugas tiba di lokasi pukul 10.00 WIB, api masih berkobar di bagian belakang rumah, tepatnya di area dapur dan kamar mandi.

Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan air sekaligus mencegah api menjalar ke permukiman yang padat, bantuan Damkar Sektor Palimanan kembali diterjunkan. 

Total tiga unit mobil pemadam dikerahkan dalam proses pemadaman yang dipimpin Kepala Bidang PPSP bersama Komandan Sektor Weru dan Sumber.

Menurut Eno, berdasarkan keterangan mandor desa dan pemilik rumah, sumber api diduga berasal dari saklar mesin pompa air yang sebelumnya memang sudah mengalami gangguan.

"Api awal diduga berasal dari konsleting listrik pada bagian saklar mesin pompa yang percikannya membakar mesin pompa di atas sumur, kemudian merembet ke kayu lapuk dan barang-barang yang mudah terbakar hingga menjalar ke dapur," jelas dia.

Ia menambahkan, pemilik rumah sebelumnya telah mengetahui saklar pompa air sering mengalami gangguan listrik atau ngejepret.

Namun kerusakan tersebut belum sempat diperbaiki karena pemilik sedang bekerja di pabrik permen saat kebakaran terjadi.

Dalam peristiwa ini, sekitar 30 meter persegi bangunan terbakar.

Api juga sempat merusak sebagian atap dan tembok rumah milik tetangga yang berdempetan dengan lokasi kejadian.

Berbagai aset seperti lemari kayu, sepeda ontel, rangka motor, mesin pompa air, hingga peralatan dapur ikut hangus.

Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dua kebakaran yang terjadi hampir bersamaan itu mengakibatkan total kerugian sekitar Rp 200 juta.

Dugaan penyebab yang sama, yakni korsleting listrik, menjadi peringatan bagi masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik maupun peralatan elektronik di rumah agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.