TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus kebakaran di Kota Jambi menunjukkan tren peningkatan pada semester pertama 2026. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkartan Kota Jambi mencatat sebanyak 64 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juni 2026 atau meningkat 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan peningkatan jumlah kebakaran menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena mayoritas kejadian menimpa rumah warga.
"Jumlah kejadian kebakaran pada semester pertama tahun ini meningkat dibandingkan semester pertama tahun 2025," kata Mustari Affandy, Jumat (24/7/2026).
Dari total 64 kasus yang tercatat, 39 kejadian merupakan kebakaran rumah tinggal, menjadikannya jenis kebakaran yang paling dominan.
Selain itu, petugas juga menangani kebakaran 9 unit rumah toko (ruko), 8 kios, 5 gudang, serta 3 kendaraan bermotor.
Sebagai perbandingan, pada semester pertama 2025, Damkartan Kota Jambi mencatat 44 kejadian kebakaran.
Rinciannya terdiri atas 14 rumah tinggal, 1 kantor atau sekolah, 1 ruko, 5 gudang, 1 objek vital, 3 kendaraan bermotor, 5 kebakaran lahan atau pohon, serta 14 kejadian lainnya.
Dengan demikian, jumlah kebakaran pada semester pertama 2026 bertambah 20 kasus atau meningkat sekitar 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Mustari mengatakan, tingginya angka kebakaran menjadi evaluasi bagi Damkartan untuk terus memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, sebagian besar kebakaran dipicu oleh kelalaian yang sebenarnya dapat dihindari.
Masyarakat diimbau rutin memeriksa instalasi listrik, tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, serta berhati-hati menggunakan peralatan yang berpotensi memicu kebakaran.
"Kami terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Sebagian besar kebakaran sebenarnya bisa dicegah jika masyarakat lebih memperhatikan faktor-faktor penyebabnya," ujar Mustari.
Selain mengedepankan upaya pencegahan, Damkartan Kota Jambi juga terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan armada agar mampu merespons setiap laporan kebakaran secara cepat sehingga dampak dan kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Data tersebut menunjukkan bahwa kebakaran rumah tinggal masih menjadi ancaman terbesar di Kota Jambi sepanjang semester pertama 2026. Karena itu, Damkartan mengajak masyarakat berperan aktif menerapkan langkah-langkah pencegahan di lingkungan masing-masing untuk menekan angka kebakaran. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Harga Sayuran di Tungkal Tanjabbar Jambi Naik Rp4 Ribu per Kilogram, Daya Beli Masyarakat Turun
Baca juga: Harga Ikan Laut di Tungkal Tanjabbar Naik Rp10 Ribu, Pedagang: Cuaca dan Harga BBM Naik