Senyum Munarti di Sumowono Semarang, Rumahnya Kini Dialiri Listrik Setelah 20 Tahun Gelap Gulita
deni setiawan July 24, 2026 05:59 PM

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Senyum sepasang suami istri (pasutri), Munarti (65) dan Muhroji (73) tak henti-hentinya mengembang.

Warga Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang itu akhirnya bisa menikmati cahaya lampu di rumahnya setelah sekira 20 tahun hidup tanpa aliran listrik.

Selama puluhan tahun, malam bagi Munarti selalu identik dengan redupnya cahaya sentir. Kini, pemandangan itu menjadi kenangan.

Dua lampu telah terpasang di rumah sederhananya. Satu di teras rumah dan satu lagi di ruang tamu. Sebuah stop kontak juga kini tersedia. 

Baca juga: Dugaan Calo dan Pengalihan Ilegal, Disperkim Bakal Evaluasi Pengelolaan Rusunawa Semarang

Bagi Munarti dan keluarga, perubahan itu bukan sekadar hadirnya aliran listrik. Cahaya yang kini menyinari rumahnya menjadi akhir dari penantian panjang selama dua dekade. 

"Senang sekali. Biasanya pakai sentir, sekarang ada lampu, saya senang. Sungguh saya senang," ungkap Munarti, Jumat (24/7/2026). 

Setelah kisahnya viral, petugas PLN bersama pemerintah desa dan kecamatan langsung mendatangi rumahnya. Petugas langsung melakukan survei lokasi dan pengukuran. 

Dia pun tak menyangka pemasangan listrik dilakukan secepat itu.

Dia memperkirakan masih harus menunggu beberapa hari. Namun, petugas datang dan langsung memasang instalasi listrik di rumahnya pada Kamis (23/7/2026).

"Dipasang kemarin. Saya kira besok-besok, kok ternyata langsung. Ada dua lampu, di luar dan di dalam," katanya. 

Hal yang membuat Munarti semakin bersyukur, seluruh proses pemasangan instalasi listrik dilakukan secara gratis.

Perempuan 65 tahun itu tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun untuk mendapatkan sambungan listrik yang selama puluhan tahun hanya menjadi harapannya.

Dia mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah dan PLN yang telah mewujudkan impiannya memiliki listrik di rumah.

"Terima kasih Bupati Semarang, sudah dipasangi lampu, saya sangat senang. PLN, Pak Camat, Pak Kades, terima kasih sudah dibantu pasang listrik," ungkapnya. 

Kini, Munarti tak lagi dipusingkan dengan kebutuhan minyak untuk menyalakan sentir setiap malam.

Jika sebelumnya sebagian minyak goreng harus disisihkan sebagai bahan bakar sentir, kini minyak itu bisa sepenuhnya digunakan untuk memasak.

"Dulu saya bingung kalau harus beli minyak pas tidak punya uang. Biasanya tetangga memberi minyak jelantah."

"Kalau tidak ada uang, ya susah. Sekarang sudah ada listrik, jadi tidak perlu lagi pakai sentir," tutur Munarti. 

20260724 _ Rumah Sumowono Teraliri Listrik PLN
LISTRIK GRATIS - Kondisi rumah Munarti (65) dan Muhroji (73) di Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang yang kini sudah teraliri listrik PLN, Jumat (24/7/2026). Selama sekira 20 tahun, rumah tersebut dalam kondisi gelap dan penerangan seadanya.

• Truk Tronton Ngeblong Tabrak Rumah di Brebes, Ini Kronologi Kecelakaannya

Kebahagiaan itu juga dirasakan putra Munarti, Muhammad Tejo Pramono (15). Remaja yang kini duduk di kelas IX SMP di Sumowono itu tak pernah membayangkan rumahnya akhirnya memiliki aliran listrik.

Selama ini, Tejo harus belajar di bawah cahaya redup sentir. Ketika malam tiba, membaca buku menjadi tantangan tersendiri karena pencahayaan yang minim.

Bahkan, minyak dari sentir kerap meninggalkan noda di buku-buku pelajarannya.

"Rasanya senang, tidak menyangka. Dulu kalau belajar pakai sentir, bacanya kurang terang. Kadang bukunya juga kena minyak dari sentir," ujarnya.

Keterbatasan listrik juga membuatnya harus menumpang ke rumah tetangga hanya untuk mengisi daya telepon genggam. Kini, dia bisa melakukannya sendiri di rumah.

"Sebelumnya, kalau ngecas HP ke rumah tetangga. Sekarang sudah tidak perlu lagi, sudah ada listrik," katanya.

Tejo menyebut, selama 15 tahun hidup, baru kali ini merasakan rumahnya diterangi lampu listrik. Perubahan sederhana itu membuatnya betah berada di rumah.

"Sekarang jadi lebih senang di rumah. Dulu sering main sama teman karena di rumah enggak ada apa-apa," ungkapnya.

Di balik senyum Munarti dan keluarganya, ada upaya panjang yang telah dilakukan Pemerintah Desa Pledokan.

Kepala Desa Pledokan, Alimin mengatakan, persoalan listrik di rumah Munarti sebenarnya sudah diupayakan sejak 2021. Namun saat itu permohonan belum bisa direalisasikan karena terkendala aspek teknis.

Harapan itu akhirnya terwujud setelah adanya tindaklanjut dari Pemkab Semarang.

Atas arahan Bupati melalui Camat Sumowono, pemerintah desa langsung mengecek lokasi dan berkoordinasi dengan PLN.

Tak lama berselang, PLN memasang trafo baru sekaligus menyambungkan listrik ke rumah Munarti. Seluruh proses pemasangan dilakukan tanpa dipungut biaya.

"Alhamdulillah, sekarang sudah terpasang dan sudah bisa digunakan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada PLN yang sangat cepat merespons sehingga akhirnya listrik bisa masuk ke rumah Bu Munarti," katanya.

Alimin menambahkan, listrik yang terpasang memiliki daya 450 VA dengan sistem prabayar.

Selama dirinya masih menjabat sebagai Kepala Desa, dia berkomitmen menanggung biaya pembelian token listrik keluarga Munarti secara pribadi.

"Untuk token listriknya, insya Allah selama saya masih diberi amanah memimpin desa, saya pribadi yang akan membantu mengisinya," ucapnya.

• Viral Siswa SDN Tanggirejo Makan MBG di Teras Sekolah, Disdik Jateng: Direvitalisasi Agustus

Tak Luput dari Bantuan 

Menurut Alimin, perhatian pemerintah kepada keluarga Munarti sebenarnya sudah dilakukan.

Rumah Munarti pernah menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan akses jalan menuju rumah melalui Dana Desa pada 2023, serta rutin memperoleh Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dan bantuan pangan.

"Desa sebenarnya sudah berusaha memfasilitasi. Jalan menuju rumah juga sudah dibangun dari Dana Desa."

"Bantuan sosial juga rutin diterima karena memang beliau termasuk warga yang membutuhkan," jelasnya.

Tak hanya memastikan rumah Munarti tersambung listrik, perhatian juga diberikan terhadap pendidikan putranya, Muhammad Tejo Pramono.

Alimin mengungkapkan, Camat Sumowono secara pribadi berkomitmen membantu biaya pendidikan Tejo selama masih menjabat.

"Untuk bantuan pendidikan, selama Pak Camat masih menjabat di Kecamatan Sumowono, biaya bulanannya ditanggung langsung oleh beliau secara pribadi."

"Itu bukan dari anggaran pemerintah, melainkan bantuan pribadi dari Pak Camat," ujar Alimin.

Menurutnya, kepedulian tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga Munarti sekaligus memastikan Tejo tetap bisa melanjutkan pendidikannya tanpa terkendala biaya. (*)

Baca juga: Sosok Pemilik Usaha Pengoplosan LPG Subsidi di Blora Masih Misterius, Polisi Fokus Buru 3 DPO

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.