TRIBUNNEWSMAKER.COM - Aksi cepat sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang berhasil mengamankan sekelompok remaja diduga hendak melakukan tindak kejahatan di Baleendah, Kabupaten Bandung, menuai perhatian luas di media sosial.
Video penangkapan tersebut viral setelah memperlihatkan para remaja dibawa ke depan Polsek Baleendah untuk diserahkan kepada pihak kepolisian.
Dalam video itu, para pengemudi ojol menyebut salah seorang remaja kedapatan membawa senjata tajam jenis samurai.
Peristiwa tersebut pun memicu beragam respons dari masyarakat yang mengapresiasi keberanian para ojol mencegah dugaan aksi kriminal.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menanggapi video viral tersebut.
Dedi menyampaikan apresiasi kepada para pengemudi ojol yang dinilai telah membantu menjaga keamanan masyarakat.
Menurutnya, tindakan para ojol berhasil mencegah potensi terjadinya tindak kejahatan sebelum memakan korban.
Dedi juga memastikan timnya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut.
Tak hanya memberikan apresiasi, ia menegaskan hadiah atau bonus sayembara yang sebelumnya dijanjikan tetap akan diberikan kepada para ojol yang terlibat.
Dedi meminta para pengemudi tidak khawatir karena komitmen tersebut akan dipenuhi.
Ia pun mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat dalam membantu menciptakan situasi yang aman di Jawa Barat.
Baca juga: Proyek BRT Bandung Raya Dimulai, Anggaran Rp3,8 T untuk Fasilitas: Depo, Halte dan Jalur Khusus
Seperti diketahui, sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pengemudi ojek online (ojol), berhasil mengamankan sekelompok anak yang diduga hendak melakukan tindak kejahatan di Baleendah, Kabupaten Bandung, viral di media sosial.
Aksi tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan memastikan bonus sayembara akan diberikan kepada para pengemudi ojol tersebut.
Video yang diunggah akun TikTok @ikhsan_hardinasyah itu, direkam di depan Kantor Polsek Baleendah. Dalam rekaman videonya, para pengemudi ojol menunjukkan sejumlah anak yang diduga hendak melakukan aksi kriminal dan telah diamankan untuk diserahkan kepada pihak kepolisian.
Salah seorang pengemudi ojol dalam video itu menyebut para remaja tersebut kedapatan membawa senjata tajam.
"Pak Dedi, Pak Dedi, nih. Sampah masyarakat tertangkap, Pak Dedi. Tuh, jelasin dong. Anak-anak masih sekolah sudah bawa-bawa samurai (senjata tajam), Pak Dedi," ucap pengemudi ojol dalam video tersebut.
Merespons video yang viral itu, Dedi Mulyadi menyampaikan terima kasih kepada para pengemudi ojol yang dinilai telah berperan membantu mencegah terjadinya tindak kejahatan.
Menurut Dedi, tindakan para pengemudi ojol tersebut membuat para terduga pelaku dapat segera diamankan dan diserahkan kepada jajaran kepolisian untuk diproses lebih lanjut.
"Terima kasih ya, telah berpartisipasi untuk melakukan upaya pencegahan terjadinya kejahatan. Sehingga terduga pelaku bisa diserahkan ke jajaran Kepolisian," ujar Dedi melalui video yang diunggah di media sosialnya, Jumat (24/7/2026).
Dedi juga memastikan timnya akan berkoordinasi dengan kepolisian terkait peristiwa tersebut. Dedi pun meminta para pengemudi ojol tidak khawatir karena bonus dari sayembara yang sebelumnya dijanjikan akan tetap diberikan.
"Selanjutnya nanti tim saya akan berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian. Akang-akang tidak usah khawatir, bonus sayembara nanti pasti kami berikan. Terima kasih, hatur nuhun," katanya.
Maraknya aksi begal yang meresahkan warga, terutama pada malam hingga dini hari, membuat Pemerintah Kota Bandung menyiapkan langkah baru untuk memperkuat keamanan di ruang publik.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan pengawasan akan ditingkatkan melalui penambahan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik yang dinilai rawan tindak kriminal.
Saat ini, Kota Bandung telah memiliki lebih dari 389 titik CCTV aktif yang tersebar di berbagai kawasan.
Seluruh rekaman kamera pengawas tersebut dapat dipantau secara langsung oleh masyarakat melalui situs resmi pelindung.bandung.go.id sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan partisipasi warga dalam menjaga keamanan.
Farhan mengatakan, penambahan CCTV akan difokuskan pada lokasi-lokasi yang selama ini kerap menjadi titik rawan kejahatan, menindaklanjuti masukan dari Gubernur Jawa Barat agar sistem pengawasan di Kota Bandung semakin optimal.
Selain memperluas jangkauan CCTV, Pemerintah Kota Bandung juga memperkuat sistem pemantauan melalui Command Center yang beroperasi selama 24 jam.
Menurut Farhan, penambahan personel dan pengaturan sif petugas menjadi salah satu langkah yang tengah disiapkan agar pemantauan kondisi kota berlangsung lebih maksimal.
Tak hanya mengandalkan kamera pengawas, Pemkot Bandung juga akan menggencarkan sosialisasi penggunaan fasilitas panic button yang telah dipasang di kawasan Palestine Walk (Alun-alun Bandung) dan depan Lapangan Supratman.
Fasilitas tersebut terhubung langsung dengan layanan Bandung Siaga 112 sehingga warga dapat segera melaporkan kondisi darurat, mulai dari kecelakaan, situasi medis kritis, hingga tindak kriminal berat, dan memperoleh respons cepat dari petugas di Bandung Command Center.
Baca juga: Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Mangkir Pemeriksaan TPPU, Kondisi dan Keberadaannya Jadi Sorotan
Seperti diketahui, berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, saat ini sudah terdapat lebih dari 389 titik CCTV aktif.
Bahkan, semua warga juga dapat mengakses tampilan CCTV tersebut secara real time melalui situs resmi pelindung.bandung.go.id.
"Kalau itu, kita tinggal menambah beberapa titik saja. Sesuai dengan saran Pak Gubernur, akan segera kita laksanakan," ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Arcamanik, Jumat (24/7/2026).
Sementara Dinas Perhubungan Kota Bandung telah memasang sebanyak 150 Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).
Dari jumlah itu sebanyak 66 simpang telah dilengkapi dengan CCTV yang terhubung langsung ke pusat kendali ATCS.
"Kalau yang ada sekarang, di jalan-jalan protokol sudah ada semuanya. Tinggal kita cari tambahan titik-titik yang rawan," katanya.
Sedangkan terkait Command Center, kata Farhan, tetap beroperasi selama 24 jam. Namun, dengan kondisi saat ini perlu ada penambahan sif bagi petugas yang siaga di pusat kendali tersebut.
"Tapi memang yang perlu ditambah shift-nya adalah yang punya Dishub. Kan kita punya tiga, satu di Dishub Gedebage, ATCS di Balai Kota, dan BCC (Bandung Command Center) di Balai Kota juga," ucap Farhan.
Selain itu, kata Farhan, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi penggunaan panic button yang sudah dipasang di Palestine Walk (Alun-alun Bandung) dan depan Lapangan Supratman.
Fasilitas ini merupakan bagian dari sistem Bandung Siaga 112, layanan tanggap darurat terpadu yang siap menerima laporan warga selama 24 jam. Alat berbentuk kotak yang dilengkapi dengan speaker dan tombol call itu dipasang di smart pole yang sudah terdapat CCTV.
Dengan menekan tombol darurat di lokasi itu, warga bisa langsung terhubung secara dua arah dengan petugas Bandung Siaga 112 yang berada di Bandung Command Center untuk melaporkan situasi darurat seperti kecelakaan, kondisi medis kritis, hingga tindak kriminal berat.
"Mungkin kita sosialisasi, sosialisasinya belum meluas, belum masif. Nanti Diskominfo pada hari Senin akan memberikan laporan," katanya.
(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)(TribunJabar)