TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi membuka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Pantauan Tribunnews.com, acara ini dihadiri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Ahmad Muzani, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Kepala BPKH Fadlul Imansyah, dan Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid.
Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Ketua Steering Committee (SC) KUII VIII 2026, KH Marsudi Syuhud, mengatakan kongres ini akan merumuskan langkah strategis menghadapi berbagai persoalan nasional dan global.
"Yang semua ini akan dibahas melalui sidang-sidang pleno dan komisi. Sebagai masukan, draf materi kongres ini sudah dibahas dalam diskusi halaqah, seminar, ijtima para ulama, cendekiawan, praktisi, aktivis LSM, dan unsur-unsur pemerintah dalam acara prakongres," kata Marsudi dalam sambutannya.
Menurutnya salah satu tujuan utama kongres adalah membahas dan merumuskan strategi optimalisasi peran umat Islam.
Dirinya mengatakan umat Islam, adalah subjek pembangunan, terutama dalam aspek ketahanan dan pertahanan nasional, geopolitik, serta tatanan dunia baru.
"Kita membahas dan merumuskan strategi dan agenda optimalisasi peran umat Islam sebagai subjek, tidak sekadar objek, dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya ketahanan dan pertahanan nasional, geopolitik, dan tatanan dunia baru," ujarnya.
Selain itu, KUII VIII juga akan menghasilkan rekomendasi strategis bagi organisasi negara dan pemerintah.
Marsudi menjelaskan kongres bertujuan memperkuat kesamaan pola pikir keagamaan dan koordinasi gerakan seluruh elemen umat Islam.
"Membangun butuh keamanan, butuh kenyamanan, butuh persatuan, dan butuh kesadaran bersama. Oleh karenanya, Kongres Umat Islam ini adalah kongres untuk membangun," katanya.
Kongres ini mengusung syiar "Ulama Muttahidun, Ummatun Dzatu Siyadah, Daulatun Qowiyyah" atau "Ulama Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat".
KUII VIII diikuti lebih dari 450 peserta yang berasal dari pimpinan dan anggota MUI Pusat.
Terbanyak sebanyak 87 ormas Islam tingkat pusat, serta unsur pemerintah, termasuk Komisi VIII DPR RI dan sejumlah kementerian.
Kongres berlangsung pada 24–26 Juli 2026 dan akan ditutup dengan peringatan Milad ke-51 MUI.