TRIBUNNEWS.COM - Sakit gigi masih menjadi salah satu keluhan kesehatan yang sering dialami masyarakat.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa nyeri, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti makan, berbicara, hingga beristirahat.
Meski demikian, banyak orang baru mencari pengobatan setelah keluhan muncul.
Padahal, sakit gigi dapat dicegah melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin sejak dini.
Dokter Gigi Klinik APIC Solo, drg. Rif'an Irham Maulana membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Langkah tersebut dapat dilakukan sebagai upaya mencegah sakit gigi sejak dini.
Menurut drg. Rif'an, upaya pencegahan dimulai dari kebiasaan sederhana, yakni menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
"Pertama-tama pastinya kita harus menjaga kebersihan mulut. Caranya dengan menggosok gigi minimal dua kali sehari dan pastikan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride," ujar drg. Rif'an dalam wawancara khusus di Studio 5 Kantor Tribunnews Solo, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, dikutip dari YouTube Tribun Health, Jumat (24/7/2026).
Selain pasta gigi, pemilihan sikat gigi juga perlu diperhatikan.
Ia menyarankan masyarakat menggunakan sikat gigi dengan bulu yang halus agar lebih nyaman digunakan dan tidak berisiko melukai gusi.
Menurutnya, sikat gigi juga harus diganti secara berkala.
Jika bulu sikat sudah mekar atau keriting akibat penggunaan dalam waktu lama, efektivitasnya dalam membersihkan gigi akan berkurang.
"Kalau bulu sikatnya sudah keriting atau mekar karena dipakai cukup lama, sebaiknya segera diganti," katanya.
Baca juga: Kebiasaan Anak Menggertakkan Gigi Dapat Merusak Gigi dan Rahang, Jangan Anggap Sepele!
Tidak hanya mengandalkan sikat gigi, drg. Rif'an juga menganjurkan penggunaan benang gigi atau dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi yang sulit dijangkau oleh bulu sikat.
"Flossing bertujuan untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak bisa dibersihkan secara maksimal hanya dengan sikat gigi," jelasnya
Selain itu, penggunaan obat kumur dapat menjadi pelengkap dalam menjaga kebersihan rongga mulut.
Namun, masyarakat diminta lebih cermat memilih produk yang digunakan.
Ia menjelaskan bahwa beberapa obat kumur yang dijual di minimarket atau supermarket mengandung alkohol sehingga dapat menimbulkan sensasi panas atau iritasi pada sebagian pengguna.
"Kalau ada yang tidak tahan dengan sensasi panas karena kandungan alkohol, bisa memilih obat kumur tanpa alkohol yang tersedia di apotek atau pusat penjualan obat. Biasanya lebih nyaman digunakan dan tidak menimbulkan iritasi," tutur drg. Rif'an.
Baca juga: Dokter Gigi Ungkap 4 Kebiasaan yang Bikin Gigi Cepat Berlubang
Lebih lanjut, drg. Rif'an menekankan bahwa menjaga kesehatan gigi tidak cukup hanya dilakukan di rumah.
Pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.
Ia merekomendasikan masyarakat melakukan pemeriksaan atau check-up gigi setiap enam bulan sekali, baik saat mengalami keluhan maupun ketika kondisi gigi dan mulut terasa sehat.
"Kontrol rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali tetap perlu dilakukan, baik ada keluhan maupun tidak ada keluhan," katanya.
(Tribunnews.com/Nurkhasanah)