TRIBUNJOGJA.COM - Amerika Serikat dan Rusia selama puluhan tahun dikenal sebagai dua kekuatan militer terbesar di dunia.
Keduanya sama-sama memiliki anggaran pertahanan raksasa, teknologi persenjataan modern, hingga ribuan hulu ledak nuklir.
Tak heran, pertanyaan soal siapa yang lebih kuat selalu menarik untuk dibahas.
Namun, membandingkan kekuatan militer tidak sesederhana menghitung jumlah tank atau pesawat tempur.
Setiap negara memiliki strategi, keunggulan, dan prioritas yang berbeda.
Lalu, bagaimana perbandingan kekuatan militer Amerika Serikat dan Rusia?
Perbedaan paling mencolok terlihat dari anggaran pertahanan.
Amerika Serikat mengalokasikan dana militer jauh lebih besar dibanding negara manapun di dunia.
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung riset teknologi, pengembangan senjata generasi terbaru, hingga jaringan pangkalan militer di berbagai belahan dunia.
Di sisi lain, Rusia mengalokasikan anggaran pertahanan sekitar 266,85 miliar dolar AS, meski sejumlah analis menilai pengeluaran riilnya kemungkinan lebih besar jika memperhitungkan pos-pos di luar anggaran resmi.
Dari sisi personel aktif, Rusia justru sedikit unggul dengan sekitar 1,32 juta personel, menjadikannya salah satu angkatan bersenjata terbesar di dunia.
Untuk kekuatan darat, Rusia masih mempertahankan doktrin militer yang menitikberatkan pada tank dan artileri.
Menurut data Global Firepower, Rusia memiliki sekitar 5.750 tank, lebih banyak dibanding Amerika Serikat yang memiliki sekitar 4.640 unit.
Keunggulan Rusia juga terlihat pada jumlah artileri, baik self-propelled artillery maupun towed artillery, yang termasuk terbesar di dunia.
Namun jika melihat jumlah kendaraan lapis baja secara keseluruhan, Amerika Serikat justru unggul jauh.
AS memiliki sekitar 391 ribu kendaraan lapis baja, sedangkan Rusia sekitar 131 ribu unit.
Perbedaan ini mencerminkan pendekatan militer kedua negara. Amerika lebih mengutamakan mobilitas dan pengerahan pasukan secara cepat, sedangkan Rusia masih mengandalkan kekuatan tank berat dan artileri dalam operasi darat.
Baca juga: Fasilitas CIA Dihantam Drone Iran, AS Curiga Ada Campur Tangan Rusia
Di sektor udara, Amerika Serikat masih dianggap unggul.
Negara ini mengoperasikan berbagai pesawat tempur generasi kelima seperti F-22 Raptor dan F-35 Lightning II, serta didukung jaringan logistik global yang sulit ditandingi negara lain.
Sementara itu, Rusia tetap memiliki kekuatan udara yang besar dengan berbagai pesawat tempur modern dan armada helikopter militer yang termasuk terbesar di dunia.
Untuk kekuatan laut, Rusia memiliki jumlah kapal selam aktif yang sangat besar serta armada korvet terbanyak di dunia.
Namun dari sisi keseluruhan kemampuan proyeksi kekuatan laut, Amerika Serikat masih unggul berkat armada kapal induk bertenaga nuklir dan jaringan operasi global yang mampu menjangkau hampir seluruh kawasan dunia.
Tidak ada jawaban mutlak.
Kekuatan militer tidak hanya ditentukan oleh jumlah tank, pesawat, atau kapal perang, tetapi juga dipengaruhi oleh teknologi, logistik, pengalaman tempur, kemampuan industri pertahanan, hingga strategi yang digunakan.
Amerika Serikat memiliki keunggulan pada anggaran, teknologi, dan kemampuan operasi global.
Sebaliknya, Rusia unggul dalam jumlah personel, kekuatan artileri, serta armada tank yang besar.
Karena keduanya juga sama-sama memiliki persenjataan nuklir dalam jumlah besar, para analis menilai konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Rusia sangat kecil kemungkinannya.
Prinsip deterrence atau saling mencegah lewat kemampuan nuklir justru menjadi faktor utama yang membuat kedua negara cenderung menghindari perang langsung.
(MG Farhatiy Rijal)