TRIBUNMANADO.CO.ID - MINAHASA - Sejumlah persiapan mulai dilakukan oleh warga Minahasa menyambut pengucapan syukur.
Hari Pengucapan Syukur di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, jatuh pada tanggal 26 Juli 2026.
Termasuk persiapan bahan, seperti yang dilakukan oleh Gloria Rantung, warga Kelurahan Luaan, Tondano Timur, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut).
"Sedang persiapkan sedikit bahan-bahannya," ujarnya sembari membersihkan daun pangi.
Ia mengatakan, biasanya menyajikan ayam garo, tinorangsak, dodol, nasi jaha, sayur pangi, cotey (masakan khas Minahasa (Malesung) berbahan batang pisang, biasanya jenis pisang sepatu, dicampur daging).
"Kalau kami memang tidak menyiapkan makanan ekstrem," jelas dia.
Setiap tahun mereka menyiapkan makanan untuk tamu dari luar, saudara jauh, atau yang tidak menggelar open house.
"Selain untuk makan, biasanya kami siapkan juga untuk tamu bungkus, wajib itu," kata Gloria.
Ia mengatakan, biasanya persiapan dilakukan dekat hari pengucapan syukur.
"Kalau makanan bambu itu biasanya kami siapkan H-1, kalau dodol H-3, kalau makanan biasa itu saat hari H," katanya.
Ada bajet yang harus disiapkan untuk pengucapan syukur.
"Biasanya kalau kami itu di atas Rp2 juta," jelasnya.
Namun intinya menurut dia adalah mengucap syukur atas berkat yang sudah Tuhan berikan sepanjang hidup.
Di beberapa daerah di Minahasa juga ada yang menyiapkan makanan ekstrem semisal ular, kelelawar, anjing, dan lainnya. (Amg)
Baca juga: Pemkab Minahasa Ikut Rakor Pengendalian Inflasi, Menjaga Harga Tetap Stabil Jelang Pengucapan Syukur