Warga Kendal Lebih Tertarik Kerja di KIK, Pengiriman Tenaga Migran Menurun
rika irawati July 24, 2026 08:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Keberadaan Kawasan Industri membawa dampak besar bagi tenaga kerja di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. 

Data dari Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kendal menunjukkan, angka pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) dari Kendal ke luar negeri menurun di tahun 2026.

Hal ini terjadi karena banyak tenaga kerja diserap perusahaan di Kawasan Industri Kendal (KIK).

Kepala Disperinaker Kendal Cicik Sulastri mengatakan, hingga semester kedua tahun 2026, pekerja migran dari Kendal di luar negeri tercatat sebanyak 1.500 orang.

Jumlah itu mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang mencapai 3.500 tenaga kerja.

Adapun negara yang menjadi tujuan PMI Kendal adalah Hongkong, Taiwan, Malaysia, Jepang, serta beberapa negara lain dengan didominasi oleh PMI perempuan.

"Iya, dampak KIK cukup berperan. Tahun ini memang ada penurunan PMI, lebih banyak tahun lalu."

"Kalau tahun lalu, kita jadi penyumbang PMI terbesar kedua di Jateng," katanya, Jumat (24/7/2026).

Baca juga: Lulusan SMA Tanpa Keterampilan Ikut Serbu Kendal Job Fair 2026: "Yang Penting Yakin!"

Cicik mengatakan, saat ini, KIK Kendal juga memprioritaskan para pekerja lokal sehingga mayoritas warga kini lebih memilih bekerja di perusahaan yang ada di KIK.

Selain itu, pihaknya juga rutin menyediakan pelatihan bagi para lulusan sekolah yang ingin meniti karir di bidang industri, sesuai kompetisi yang dibutuhkan perusahaan di KIK Kendal.

"Saat ini, peluang kerja di Kendal sudah cukup tinggi, apalagi sekarang ada prioritas untuk tenaga kerja lokal."

"Kami juga ada pelatihan dan sudah ada kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di KIK," paparnya.

Dominasi Bursa Kerja

Keberadaan KIK juga begitu terasa saat gelaran job fair di GOR Kendal. 

Dalam agenda menyambut Hari Jadi Kendal ke 421 tersebut, Cicik mengatakan, sebanyak 12 perusahaan dari KIK mendominasi dari total 30 perusahaan yang berpartisipasi.

"Yang dari KIK ada 12 perusahaan, terus perusahaan luar KIK ada 9, ada juga 5 mitra Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), serta 4 Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS)," tuturnya.

Satu di antara pencari kerja yang mendaftar di KIK ialah Naziroh, lulusan MAN Kendal tahun 2025 asal Cepiring.

Dalam bursa kerja itu, dia memasukkan lamaran ke tiga perusahaan berbeda yang berbasis di KIK Kendal.

Dia mengatakan, saat ini, KIK menjadi pilihan paling realistis jika dibandingkan harus bekerja di lokasi lain.

"Ya karena jaraknya dekat dengan rumah, terus banyak juga teman saya yang kerja di sana. Saya rasa peluang cukup besar," katanya.

Baca juga: Pabrik Saus Buka di KIK Kendal, Gelontor Investasi Rp190 Miliar dan Siap Serap Tenaga Kerja

Meski begitu, Naziroh juga sadar, kompetisi masuk ke KIK Kendal cukup sengit mengingat dirinya yang hanya tamatan SLTA.

"Baru pertama kali mencoba, semoga salah satu perusahaan ada yang nyantol," imbuhnya.

Pencari kerja lain, Rindiani asal Langenharjo Kendal juga berharap bisa langsung mendapat panggilan perusahaan di KIK.

Setelah lulus dari SMAN 1 Kendal, dia ingin mendukung perekonomian keluarga melalui peruntungan di KIK.

"Kebetulan ada perusahaan dari KIK yang buka lowongan, saya niati bismillah ikut semoga hasilnya bisa diterima," sambungnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif KIK Kendal Juliani Kusumaningrum menambahkan, saat ini, terdapat 143 perusahaan yang telah berinvestasi di KIK. 

Dari jumlah tersebut, 62 perusahaan sudah beroperasi dan 31 perusahaan sedang proses konstruksi, sisanya masih berproses.

"Jumlah serapan kerja lebih dari 66 ribu, termasuk tenaga kerja lokal," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.