Liputan6.com, Jakarta - Jatuh cinta sering kali perasaan yang sulit dijelaskan. Sebagian orang menyadarinya dalam sekejap, sementara yang lain baru memahami perasaannya setelah waktu yang panjang dalam menjalani hubungan.
Tak heran, banyak orang bertanya kepada teman atau keluarga bagaimana cara mengetahui apakah mereka benar-benar sedang jatuh cinta. Biasanya, jawaban yang muncul sering kali terdengar samar, seperti "nanti juga tahu sendiri" atau "perasaan itu tidak bisa dijelaskan."
Padahal, tidak ada aturan pasti tentang kapan seseorang bisa disebut jatuh cinta. Tidak ada batasan waktu tertentu untuk munculnya perasaan tersebut.
Melansir Oprah Daily, Jumat (24/7/2026), sejumlah terapis, peneliti, dan pakar hubungan mengungkap beberapa tanda umum dialami seseorang yang mulai jatuh cinta diantaranya:
1. Ingin Berbagi Segala Hal
Salah satu tanda paling umum adalah munculnya keinginan untuk menceritakan hampir semua hal kepada orang yang disukai, mulai dari hal sederhana sampai pribadi.
Salah satu pendiri sekaligus Co-CEO platform kencan daring Coffee Meets Bagel, Dawoon Kang, menjelaskan bahwa pengalaman jatuh cinta berbeda pada setiap orang.
Dia mengacu pada Triangular Theory of Love bahwa cinta dibangun oleh tiga komponen utama, yaitu keintiman, gairah, serta komitmen.
Menurut Kang, ketiganya bisa menjadi indikator kuat bahwa hubungan sedang berkembang ke arah yang lebih serius.
"Saya sadar mulai jatuh cinta pada suami saya, ketika saya menyadari kalau saya selalu meneleponnya setiap malam. Saya ingin menceritakan setiap detail kecil tentang hari saya dan juga ingin mengetahui bagaimana harinya," ujar Kang.
2. Seseorang Terus Muncul di Pikiran
Selain ingin berbagi cerita, orang yang sedang jatuh cinta biasanya juga akan lebih sering memikirkan sosok tersebut.
Tanpa sadar mengingat kembali percakapan yang pernah dilakukan, membaca ulang pesan, melihat foto-fotonya, atau mulai membayangkan rencana bertemu berikutnya.
3. Mulai Bertanya-tanya dan Merindukan
Profesor Psikiatri Klinis di Harvard Medical School, Amerika Serikat, Jacqueline Olds, MD, mengatakan bahwa ketika seseorang mulai mencari tanda-tanda apakah dirinya juga dirindukan atau dicintai, hal itu bisa menjadi indikasi bahwa ia sedang jatuh cinta.
Menurut Olds, seseorang juga dapat merasakan perasaan hangat atau berdebar setiap kali menerima pesan, telepon, maupun ajakan temu dari orang yang disukai.
Sensasi berdebar itu juga bisa hadir karena merasa selalu ingin bertemu. Tak heran memikirkan orang yang disukai selalu mampu melahirkan rasa senang dan gembira.
4. Mulai Memprioritaskan
Menurut pakar hubungan Rachel DeAlto, orang cenderung meluangkan waktu untuk sesuatu atau seseorang yang benar-benar dicintai.
Menariknya, mengatur dan merubah jadwal untuk orang yang disukai cenderung tidak terasa sebagai beban.
5. Rasa Empati yang Meningkat
Saat jatuh cinta, kebiasaan-kebiasaan kecil sosok tersebut mungkin dianggap aneh oleh orang lain justru terasa menarik.
Lebih dari itu, Anda juga menjadi lebih peka terhadap kondisi emosinya. Apa yang membuatnya bahagia, sedih, atau cemas ikut menarik atensi. Perasaan demikian pun tumbuh seiring semakin dalamnya rasa cinta.
6. Selalu Ingin Jadi Lebih Baik
Profesor madya psikologi di Loyola University Maryland, Amerika Serikat, Theresa E. DiDonato, PhD, menjelaskan bahwa jatuh cinta sering kali memunculkan pengalaman yang disebut self-expansion atau perluasan diri.
Seseorang mulai melihat dirinya memiliki kemampuan atau minat baru, biasanya terpacu oleh pasangan atau orang yang disukai.
Di sisi lain, perasaan jatuh cinta juga mampu membuat seseorang memandang positif kehidupan sehari-hari. Hasilnya, Anda cenderung lebih ramah dan menghargai hal kecil di sekitar.
7. Membayangkan Hidup Bersama
Ini adalah tanda hubungan yang semakin serius adalah ketika pasangan mulai dilibatkan ke dalam rencana masa depan. Mulai dari hal sederhana seperti merencanakan liburan, menghadiri acara keluarga, hingga membayangkan kehidupan setelah menikah.
Menurut Kang, kebiasaan ini mencerminkan tumbuhnya komitmen dalam sebuah hubungan. Pada tahap ini, pasangan juga biasanya mulai membicarakan berbagai hal penting, seperti rencana memiliki anak, pandangan tentang pernikahan, karier, hingga cara menyikapi perbedaan nilai atau keyakinan.