Puluhan Siswa di Pesawaran Diduga Keracunan MBG, Diduga gegara Sop Buah
Daniel Tri Hardanto July 24, 2026 08:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Puluhan siswa SD Negeri 22 Tegineneng dan seorang pelajar SMP Negeri 15 Pesawaran diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (24/7/2026). 

Baca juga: 19 Siswa SD di Blora Diduga Keracunan Susu MBG, Perutnya Sakit dan Pusing

Para siswa mengalami gejala mual, pusing, nyeri perut hingga muntah dan langsung mendapat penanganan dari UPTD Puskesmas Trimulyo.

Kepala UPTD Puskesmas Trimulyo, dr. Virgi Anita kepada Tribun Lampung mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat paket makanan MBG dari dapur SPPG Trimulyo didistribusikan ke SD Negeri 22 Tegineneng dan SMP Negeri 15 Pesawaran sekitar pukul 07.30 WIB.

“Paket makanan yang dibagikan berisi telur rebus, bubur kacang hijau dengan santan, roti tawar, serta sop buah,” kata Virgi, Jumat malam.

Sekitar pukul 08.30 WIB, setelah kegiatan senam pagi, guru membagikan paket makanan kepada siswa kelas 1, 2, dan 3, kemudian dilanjutkan kepada siswa kelas 4, 5, dan 6. 

Sebelum makanan dikonsumsi siswa, salah seorang guru sempat mencicipi sop buah dan merasakan rasa yang tidak biasa, menyerupai rasa asam. 

Namun saat itu diduga rasa tersebut berasal dari yogurt sehingga makanan tetap dibagikan kepada siswa.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 08.55 WIB, sejumlah siswa kelas 1 SD Negeri 22 Tegineneng mulai mengeluhkan mual, pusing, nyeri perut hingga muntah-muntah. 

Wali kelas kemudian menginformasikan kejadian tersebut kepada guru lainnya setelah mengetahui sop buah diduga sudah basi.

Meski demikian, saat informasi itu diterima, sebagian siswa kelas 4 hingga kelas 6 telah lebih dulu mengonsumsi sop buah tersebut. 

Pihak sekolah kemudian segera menarik seluruh sisa sop buah dan mengumpulkannya ke dalam plastik agar tidak lagi dikonsumsi.

“Jumlah siswa yang mengalami gejala sebanyak 32 siswa dari total 97 siswa yang mengonsumsi menu tersebut, ditambah dua orang guru. Selain itu, satu siswa SMP Negeri 15 Pesawaran juga datang ke Puskesmas Trimulyo dengan keluhan pusing dan mual setelah mengonsumsi menu MBG,” ujar Virgi.

Menindaklanjuti kejadian itu, sekitar pukul 09.15 WIB pihak sekolah menghubungi dapur SPPG Trimulyo untuk melaporkan dugaan keracunan. 

Selanjutnya pada pukul 09.57 WIB sekolah menghubungi Puskesmas Trimulyo agar para siswa yang mengalami keluhan segera mendapatkan penanganan medis.

Pada pukul 10.26 WIB, para siswa dan guru yang mengalami gejala mulai berdatangan ke Puskesmas Trimulyyo didampingi pihak sekolah serta perwakilan dapur SPPG.

Menurut Virgi, petugas kesehatan langsung melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap seluruh pasien. 

Sementara itu, sekitar pukul 11.00 WIB, sampel bahan makanan dan sampel muntahan pasien diambil untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

“Pasien diobservasi sekitar satu setengah jam. Setelah kondisi membaik, seperti sudah tidak pusing, tidak mual, tidak muntah, dan tidak nyeri perut, mereka diperbolehkan pulang serta diberikan obat ranitidin dan paracetamol untuk tiga hari,” kata Virgi.

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan pasien. 

(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.