Ribuan anak muda yang tergabung dalam 'gerakan kecoak' atau 'cockroach movement' turun ke jalanan ibu kota New Delhi pada Rabu (22/7/2026). Para demonstran memprotes masalah pendidikan, salah satunya adalah skandal kebocoran ujian yang dibiarkan.
Menurut laporan Majalah TIME, aksi protes ini sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dengan perkiraan jumlah 20.000 orang yang didominasi anak muda dan mahasiswa, aksi ini disebut sebagai salah satu demo terbesar di India dalam beberapa tahun terakhir.
Gerakan Cockroach Janta Party (CJP) ini juga menyerukan Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan untuk mundur dari jabatannya. Selain itu, isu utama yang diangkat adalah reformasi sistem pendidikan.
Apa Isu Pendidikan yang Disorot?
Salah satu yang menjadi sorotan dan memicu terjadinya gerakan yakni skandal kebocoran ujian. Kasus ini terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan memicu kemarahan publik.
Pemimpin oposisi di pemerintahan, Rahul Gandhi, mengatakan bahwa sedikitnya ada 152 kasus kebocoran soal ujian. Mirisnya, tak ada hukuman terkait kasus tersebut.
"Seseorang, atau sekelompok orang, sedang menghancurkan sistem pendidikan kita, aset paling berharga India, menghancurkan kehidupan para siswa kita. Apa yang dilakukan pemerintah? Nol hukuman," katanya, dikutip dari The Guardian.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Pradhan merespons dalam sebuah unggahan di X bahwa pemerintah tetap 100% berkomitmen untuk membahas kebocoran ujian. Ia juga mengatakan akan menangani setiap kekhawatiran dari kaum muda di ruang sidang DPR.
"Kita berutang lebih dari sekadar kemarahan kepada para siswa kita. Kita berutang kepada mereka jawaban, reformasi, dan akuntabilitas. Itulah tepatnya yang tetap menjadi komitmen pemerintah kita untuk diberikan," tulisnya.
'Gerakan kecoak' Belum Mereda
Selain kebocoran ujian, penyimpangan lain juga telah terjadi dan berdampak pada ujian dalam beberapa tahun terakhir. Akibat dari sistem dan kebijakan yang menyimpang ini, lebih dari dua juta siswa terpaksa mengulang ujian yang menegangkan dan mahal.
Akumulasi faktor itu yang membuat kaum muda dan publik marah. Gerakan 'kecoak' meledak usai dalam sidang pemerintahan, ada pejabat yang membandingkan kaum muda pengangguran dengan 'kecoak' dan 'parasit'.
Istilah ini kemudian ramai di media sosial dan memicu reaksi besar. Banyak yang mengecam pernyataan pejabat tersebut.
Dengan dipimpin oleh kaum muda, mereka membangun gerakan, akun media sosial, dan website. 'Gerakan Kecoak' diinisiasi oleh Dipke, yang merupakan lulusan Universitas Boston di Amerika Serikat.
Dalam websitenya, 'Gerakan Kecoak' menyematkan berbagai tuntutan termasuk:
- menciptakan Undang-Undang Ujian Publik baru untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas;
- membentuk badan ujian baru dan mereformasi badan ujian yang ada;
- mengembangkan "piagam hak siswa"
- membentuk dana kesejahteraan untuk siswa dan keluarga mereka; dan
- menetapkan pengawasan parlemen yang konsisten terhadap otoritas ujian (tidak hanya saat ada kasus)
Saat turun ke jalan, para pengunjuk rasa di Delhi membentangkan spanduk-spanduk bertuliskan "Hentikan normalisasi kebocoran soal ujian!" dan "Selamatkan pendidikan, selamatkan masa depan.". Selain itu, ada spanduk yang menyerukan Menteri Pendidikan Pradhan untuk mengundurkan diri.





