Ferran Torres dan Si “Tertindas” dari Al-Nassr: Bintang yang Menggagalkan Klub-klub Roshn Meraih Prestasi Piala Dunia... dan Al-Hilal serta Al-Ahli Jadi “Penerima Manfaat Terbesar”!
Dewi Rahayu July 24, 2026 08:10 PM

Diterjemahkan oleh

Ferran Torres dan “Si Tertindas” dari Al-Nassr: Bintang yang Menggagalkan Klub-klub Roshn Meraih Prestasi Piala Dunia... dan Al-Hilal serta Al-Ahli Jadi “Penerima Manfaat Terbesar”!

Para juara Piala Dunia yang sempat mendekati Liga Roshn..

Dua tahun lalu, Liga Roshn Arab Saudi merayakan dua bintangnya. Spanyol mengakhiri penantian panjang mereka untuk dinobatkan sebagai juara Eropa di Euro 2024, dan dua pemain milik liga itu menjadi bagian dari keberhasilan tersebut. Kali ini, ceritanya jauh berbeda ketika Matador mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Al-Qadisiyah dan Al-Nassr ikut merayakan pencapaian bersejarah Nacho Fernandez dan Aymeric Laporte saat Spanyol menaklukkan Eropa. Kini gambarnya berubah. Liga Roshn memang memiliki banyak pemain Spanyol, tetapi tak satu pun masuk skuad De la Fuente, tim yang memadukan kontrol taktik dengan disiplin bertahan dan menuntaskan final melawan Argentina hanya dengan satu gol.

Seandainya beberapa transfer yang gagal dalam beberapa musim terakhir benar-benar terwujud, klub-klub Saudi bisa saja menghiasi diri mereka dengan nama-nama juara dunia. Yang pasti, 49 bintang Liga Roshn tampil di Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian tersendiri. Mungkin “langkah terakhir” itulah yang menjadi penghalang bagi kesepakatan-kesepakatan yang akan membuat kita bisa mengatakan bahwa seorang pemain dari klub Saudi telah dinobatkan sebagai juara dunia.

Laporan ini menelusuri sejumlah bintang Spanyol yang sempat dikaitkan dengan klub-klub Liga Roshn namun akhirnya menjadi bagian dari para juara Piala Dunia, sekaligus keuntungan terbesar yang dipetik klub-klub Roshn dari keterlibatan pemain mereka di turnamen tersebut.

Para juara dunia yang sempat mendekati Liga Roshn

Skuad Spanyol yang menjuarai Piala Dunia dipenuhi nama-nama yang menarik perhatian klub-klub Liga Roshn, atau pernah dikaitkan dengan mereka, tetapi kesepakatan akhirnya batal.

Mulailah dari contoh yang paling mencolok. Liga Roshn kehilangan kesempatan mendatangkan salah satu juara dunia, Aymeric Laporte, yang membangun tembok pertahanan bersama Pau Cubarsi dan membawa Spanyol menuju gelar. Semua itu terjadi hanya satu musim setelah ia meninggalkan Al-Nassr dan kembali ke Athletic Bilbao. Masa baktinya bersama rekan-rekan Cristiano Ronaldo berakhir dengan pahit, ketika pelatih Italia Stefano Pioli menjatuhkan sanksi kepadanya, memaksanya berlatih sendiri, dan mencoretnya dari laga-laga terakhir musim itu. Laporte sempat berbicara tentang suasana di Al-Nassr sebelum kepergiannya, menyebut situasinya “sulit” di tengah pergantian manajemen dan staf pelatih yang terus terjadi.

Nama-nama lain yang dikaitkan dengan Liga Roshn adalah sebagai berikut..

Marcos Llorente

Bek sayap Atletico Madrid itu menarik banyak minat pada bursa transfer musim panas bersejarah 2023. Namanya dikaitkan dengan Al Ahli, dan The Athletic bahkan melaporkan bahwa klub Saudi itu telah menyepakati seluruh detail finansial dari kesepakatan tersebut, dengan tinggal menyelesaikan pemeriksaan medis. Namun, kepindahan itu akhirnya gagal terwujud.

* Ferran Torres

Striker Barcelona itu berubah dari “orang yang tersisih” menjadi pahlawan nasional di Spanyol setelah mencetak gol kemenangan melawan Argentina di Piala Dunia. Performa itu tak luput dari perhatian Liga Roshn, dan Al-Nassr disebut-sebut sebagai klub yang mengincarnya pada musim panas ini. Namun, laporan radio “Cadena SER” menyebut ia menolak tawaran finansial besar dari Kerajaan itu demi tetap bertahan di benteng Blaugrana.

MENIKMATI CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak laporan kami

Fabian Ruiz

Gelandang Paris Saint-Germain itu, yang merupakan juara Liga Champions dan Piala Dunia, sempat menarik minat Al-Nassr pada musim panas 2024. Situs Prancis Foot01 melaporkan bahwa klub tersebut siap mendengarkan tawaran dari Saudi setelah performanya menurun. Ia bertahan, dan selebihnya sudah menjadi sejarah.

Dani Olmo

Andaikan kesepakatan itu terjadi, Barcelona tak akan pernah berhenti menuliskan pencapaian gelandangnya ke dalam sejarah mereka sendiri. Ini merujuk pada laporan dari “Sport” bahwa pemain berusia 27 tahun itu diminati Al-Qadsiah, yang ingin merekrutnya pada bursa transfer musim panas kali ini. Ia menolak pindah ke Kerajaan. Bahkan, ia kemudian melangkah lebih jauh dengan menyindir para pemain tim nasional Saudi menjelang pertemuan Piala Dunia, dengan menyatakan Spanyol akan berusaha mencetak gol sebanyak mungkin.

Marc Cucurella

Bek sayap baru Real Madrid itu, yang menjuarai Piala Dunia saat masih membela Chelsea, masuk radar Al-Nassr musim panas lalu. Hal itu disampaikan Abdulaziz Al-Muraisel, yang menanggapi jurnalis Italia Fabrizio Romano setelah Romano membantah adanya tawaran Al-Nassr untuk merekrutnya dari Chelsea. Al-Muraisel bersikeras bahwa raksasa Riyadh itu memang mengajukan penawaran. Sosok berambut “panjang” itu akhirnya memilih tetap bertahan di Stamford Bridge.

Keuntungan Utama bagi Klub-klub Liga Roshn

Klub-klub Liga Roshn gagal mendatangkan satu pun pemain dari skuad juara Piala Dunia 2026. Namun, hal itu tidak menghalangi mereka meraup keuntungan, baik secara finansial maupun di atas lapangan, sepanjang turnamen.

Menurut surat kabar Prancis “L'Equipe”, program manfaat klub FIFA membayar 4.300 euro per hari untuk mengompensasi setiap klub atas partisipasi pemain mereka di Piala Dunia, mencakup periode antara 1 Juni dan 19 Juli 2026, dalam total anggaran 305,3 juta euro.

Al-Hilal mengirimkan pemain terbanyak dibanding klub Saudi lainnya ke Piala Dunia, dengan total 12 pemain, menjadikan mereka penerima manfaat terbesar dari turnamen itu. Bek sayap mereka, Theo Hernandez, tetap bersama Prancis hingga laga perebutan tempat ketiga, meski akhirnya kalah dalam perebutan medali perunggu.

Sejajar dengan Al-Nassr di posisi kedua di antara klub-klub Kerajaan, Al-Ahli menurunkan sembilan pemain di Piala Dunia. Klub itu merayakan striker Ivan Toney, yang ikut berperan dalam sejarah Inggris untuk meraih medali perunggu.

Selain soal uang, Al-Qadsiah mengirim enam pemain dan menyaksikan bintang Meksiko mereka, Julian Quinones, bersinar. Ia mencetak empat gol dan memberikan satu assist penentu dalam lima pertandingan.

Penutup.

Setiap bursa transfer, nama-nama besar selalu beredar di meja Liga Roshn Arab Saudi. Piala Dunia mungkin telah menjadi arena baru untuk memperkeras persaingan antar klub dunia, dalam perebutan para bintang yang bersinar sepanjang turnamen. Namun, meski sudah ada beberapa nama Spanyol di tanah Saudi, seperti Nacho Fernández dan Unai Hernández, klub-klub Kerajaan belum berhasil menempatkan diri di peta para juara dunia. Di puncak daftar penerima manfaat itu berdiri Barcelona.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.