JFC 2026 Resmi Dimulai, Diawali World Kids Carnival dan Pets Carnival
Haorrahman July 24, 2026 08:44 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember -  Rangkaian Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 resmi dimulai, diawali World Kids Carnival (WKC) dan Pets Carnival, Jumat (24/7/2026). 

Dua agenda pembuka tersebut menghadirkan ratusan peserta yang memadati jalur karnaval dari Jalan Sudarman, tepat di depan Kantor Bupati Jember, hingga Kota Cinema Mall sejauh sekitar dua kilometer.

Perhelatan hari pertama ini menjadi pembuka tema besar JFC 2026, yakni HEAL: Humanity, Earth, Life, yang mengangkat harmoni antara manusia, bumi, dan kehidupan melalui pertunjukan kostum serta parade kreatif.

Baca juga: Kalender Event di Kabupaten Jember, Berlangsung Sebulan Penuh, Mulai JFC hingga Tajemtra

Alam dan Budaya

Dalam World Kids Carnival, ratusan talenta anak menampilkan berbagai kostum dari sejumlah defile yang akan menjadi bagian JFC 2026, di antaranya Gaia, Roots, dan Noise.

Defile Gaia terinspirasi dari keindahan alam dan budaya Raja Ampat, Papua. Sementara Roots mengangkat kekayaan alam serta budaya Minangkabau dengan dominasi warna merah dan kuning keemasan. Adapun Noise mengeksplorasi keindahan seni topeng dalam balutan kostum karnaval.

Melalui ketiga defile tersebut, penyelenggara ingin memperlihatkan keberagaman budaya Indonesia sekaligus memperkuat pesan pelestarian alam yang menjadi ruh tema JFC tahun ini.

Selain parade anak-anak, suasana pembukaan JFC 2026 juga dimeriahkan oleh Pets Carnival. Berbagai jenis hewan turut ambil bagian dalam arak-arakan, mulai dari kuda, anjing, burung, hingga ular.

Kehadiran Pets Carnival menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval dan menambah semarak pembukaan festival tahunan tersebut.

Baca juga: Rossa dan Finalis Putri Indonesia Meriahkan Artwear Carnival JFC 2025

Presiden JFC, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa tema HEAL merepresentasikan perpaduan antara manusia, kehidupan, dan alam yang diwujudkan melalui desain kostum serta konsep parade.

Menurut pria yang akrab disapa Iwan itu, JFC bukan sekadar pertunjukan fesyen, tetapi telah berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat yang berkontribusi memperkuat identitas atau city branding Kabupaten Jember.

"JFC ini merupakan sebuah gerakan, movement," kata Iwan.

Salah seorang peserta World Kids Carnival, Ika Nasila, mengaku antusias karena baru pertama kali mengikuti JFC. Siswi kelas 1 SMP Sekolah Rakyat Jember itu tampil bersama sejumlah teman sekolahnya.

"Baru pertama kali ini ikut, dan senang," ujar Ika.

Ia menambahkan, kostum yang dikenakan dalam parade dibuat secara bersama-sama di Sekolah Rakyat.

"Kalau untuk kostum dibikin bareng-bareng di Sekolah Rakyat," ujarnya.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.