TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Polemik surat terkait penawaran kerja sama media kepada Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota menunjukkan bahwa kaidah jurnalistik seringkali dipakai untuk menekan demi cuan semata.
Dikutip dari acuan Society of Professional Journalists atau Dow Jones Code of Conduct, menunjukkan tindakan tersebut salah. Sebab, pantangan sakral bahwa divisi bisnis dilarang keras memprospek instansi yang sedang dalam radar investigasi redaksi.
Baca juga: Joao Mota Dirut Agrinas Pangan Nusantara Buka Suara Soal Media yang Viral di Medsos
Senada The Economist Group Guiding Principles. Ia menyebutkan punya satu keyakinan mendasar yakni persepsi konflik kepentingan sama bahayanya dengan konflik kepentingan itu sendiri Artinya, jika divisi bisnis nekat "mengolah" yang sedang dibidik redaksi, itu bukan cuma keliru administrasi. Itu
penodaan marwah etik.
Dari situlah shades of impropriety muncul. Reputasi independensi yang dibangun
puluhan tahun pun bisa ambruk dalam semalam.
"Apakah divisi bisnis mengetahui bahwa Agrinas sedang menjadi objek liputan intensif? Apakah ada prosedur internal yang mengatur agar perusahaan yang sedang menjadi sasaran investigasi tidak didekati terlebih dahulu? Mengapa tidak memberi jeda waktu terlebih dulu untuk bernafas," kata praktisi Komunikasi yang juga seorang Jurnalis di Media Online,
Erik Erfinanto, Jumat,(24/7/2026).
Baca juga: Dosen UPNVJ Latih Guru di Bogor Bikin Media Belajar Interaktif Lewat Aplikasi Scratch
Ia pun tak menampik masyarakat memahami bahwa media memiliki divisi bisnis. Namun yang dipertanyakan dalam kasus ini apakah divisi bisnis menggunakan pertimbangan yang cukup bijaksana.
“Jujur sejujurnya saya kecewa. Saya sedih, saya sedih,” kata Joao Mota, Kamis, (23/7/2026).
Baca juga: PWI Luncurkan Anugerah Jurnalistik Rp 300 Juta, Dorong Liputan Mendalam tentang Bencana Sumatera
Joao mengaku terkejut usai mendapatkan surat penawaran kerja sama tersebut.
“Saya kecewanya karena media yang selama ini saya banggakan dan hormati. Menurut saya independensi mereka jaga itu harganya mahal. Jadi ini preseden tidak baik,” tuturnya.