Pihak Ruben Onsu Bongkar Isi Kesepakatan, Klaim Nafkah Rp225 Juta Sarwendah Tak Pernah Dicantumkan
Kharisma Tri Saputra July 24, 2026 09:47 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Perselisihan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali memanas. Kali ini, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, membantah anggapan bahwa kliennya memiliki kewajiban tetap membayar nafkah anak sebesar Rp225 juta per bulan.

Menurut Minola, angka tersebut tidak pernah dicantumkan dalam akta kesepakatan yang dibuat kedua belah pihak setelah perceraian.

Pernyataan itu disampaikan Minola dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).

JAWAB ISU -- Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membantah isu kliennya tak menafkahi anak dan menegaskan Akta 39 tak mengatur nominal baku bulanan.
JAWAB ISU -- Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membantah isu kliennya tak menafkahi anak dan menegaskan Akta 39 tak mengatur nominal baku bulanan. (Tribunnews.com/Fauzi Nur Alamsyah)

Baca juga: Pihak Ruben Onsu Tegaskan Hak Bertemu Anak Tetap Jadi Prioritas, Apa pun Hasil Putusan Pengadilan

Kuasa Hukum Sebut Nominal Nafkah Tidak Pernah Disepakati

Minola menjelaskan, kesepakatan antara Ruben Onsu dan Sarwendah tertuang dalam dokumen yang dikenal sebagai Akta Nomor 39.

Ia menyebut dokumen tersebut merupakan produk hukum yang harus dipatuhi kedua pihak. Namun, menurutnya, tidak ada satu pun klausul yang menetapkan nominal nafkah anak secara pasti setiap bulan.

"Ada yang namanya Akta 39. Putusan itu juga merupakan produk hukum yang harus ditaati. Ini juga produk hukum yang disepakati oleh para pihak yang membuatnya," kata Minola.

Ia juga mengungkapkan bahwa akta tersebut disusun berdasarkan rancangan dari pihak Sarwendah.

"Notarisnya yang pilih S. Apa yang diatur di sini juga yang membuat draft-nya adalah S," ujarnya.

Nafkah Anak Harus Dibahas Bersama

Menurut Minola, isi akta justru mengatur bahwa seluruh biaya pemeliharaan dan pendidikan anak menjadi tanggung jawab Ruben Onsu, tetapi dengan mekanisme pembahasan terlebih dahulu setiap kali ada kebutuhan.

Ia kemudian membacakan salah satu isi dokumen tersebut.

"Bahwa pemeliharaan dan pendidikan anak sampai dengan jenjang pendidikan tinggi menjadi tanggung jawab pihak pertama. Dengan syarat, pihak kedua wajib menyampaikan terlebih dahulu kepada pihak pertama dengan mendiskusikannya terkait biaya-biaya yang diperlukan."

Minola menegaskan, ketentuan itu menunjukkan tidak ada nominal tetap yang wajib dibayarkan setiap bulan.

Angka Rp75 Juta Disebut Muncul dari Tagihan

Dalam kesempatan yang sama, Minola memperlihatkan sejumlah percakapan WhatsApp yang diklaim berasal dari Sarwendah.

Menurutnya, angka biaya pokok anak sebesar Rp75 juta muncul dalam rincian tagihan yang dikirim setiap bulan, bukan berasal dari isi akta kesepakatan.

"Justru munculnya angka pokok itu dalam tagihannya dia. Selalu dia sampaikan biaya pokok anak Rp75 juta. Ini kan dia yang buat. Tapi tidak diatur dalam akta," jelas Minola.

Ia mengaku pihak Ruben tetap berupaya memenuhi pembayaran sesuai tagihan tersebut, namun masih menerima keberatan dari pihak Sarwendah.

"Nah, ketika kami mengikuti untuk tetap membayarkan Rp75 juta, apakah dia bilang terima kasih? Komplain juga. Terus berapa dong harus ditransfer? Kami kan enggak tahu," ujarnya.

Rincian Nafkah yang Disodorkan Sarwendah

Sebelumnya, Minola Sebayang sempat membongkar rincian nafkah anak yang dibebankan ke Ruben.

Pihaknya merasa ada beberapa nafkah yang memang wajar dibayarkan Ruben. Seperti uang gedung sekolah untuk kedua putrinya, lalu ada uang pokok kebutuhan untuk anak-anaknya

Namun, Minola merasa pada poin-poin lain yang dinilai janggal.

Menurutnya, pembayaran kebutuhan tersebut tidak seharusnya dibayarkan oleh Ruben, apalagi kini status mereka sudah mantan suami istri.

Minola merasa uang kebutuhan untuk hewan peliharaan anjing dan sarang burung, membayar gaji asisten rumah tangga, driver, hingga uang kebersihan dan listrik rumah  tidak seharusnya ditanggung oleh Ruben.

"Menurut kami ada yang memang sesuatu hal yang wajar seperti uang gedung, uang pokok anak," jelas Minola, Rabu (10/6/2026).

"Lalu ada uang sarang burung, ada laundry, gaji driver, uang doggy, ada kebutuhan buah, uang kebersihan. Ini sebenarnya gaji para pekerja. Ini yang ditangung Ruben bukan uang nafkah anak. Padahal yang seharusnya menjadi tanggung jawab Ruben kan anak."

Selama ini Ruben disebut tidak pernah protes dengan biaya nafkah yang dibebankan padanya.

Namun mirisnya meski semua kebutuhan dibayar Ruben, ia tetap tidak bisa bertemu anak-anaknya. 

"Ini sama seperti kebutuhan rumah tangga yang belum bercerai. Itu pun Ruben tidak mengeluh. Tapi apakah Ruben bisa bertemu dengan anaknya? Tidak."

Jadi kalau misal saat ini Ruben masih menunda membayar kewajiban yang tidak seharusnya dibebankan ke Ruben itu, ya wajar saja. Dia berpikir 'saya dimintai bayar kewajiban untuk anak, tapi anaknya mana?'. Komunikasi aja susah," ucapnya.

Sampai akhirnya, hal itu menjadi alasan Ruben menunda sementara kewajiban membayar biaya nafkah anaknya sampai semua masalah diselesaikan secara baik-baik.

Pun dirinya bisa mendapatkan hak untuk bertemu dua putrinya, yang sudah lama tinggal berpisah.

"Ini yang membuat Ruben berpikir untuk tunda pembayaran nafkah, karena semuanya harus beres dulu,' tutup Minola.

Saat memberikan penjelasan soal nafkah anak, Minola sekaligus menunjukkan bukti tangkapan layar rincian yang telah dibuat oleh Sarwendah lewat pesan WhatsApp.

Berikut detail rincian uang nafkah anak yang dibebankan kepada Ruben, kali ini totalnya mencapai Rp243 jutaan.

- Uang gedung tahunan sekolah P5 Thalia Rp17.050.000

- Uang gedung tahunan sekolah P1 Thania Rp16.500.000

- (kebutuhan) anak 3 pokok dll Rp Rp70 juta

- Sarang burung Rp9,3 juta

- Laundry Rp3 juta

- Listrik dibagi dua ya Rp 13,1 juta

- Driver Rp7.350.000

- KK Anak 3 dll sudah dibagi 30 persen Rp 27.380.000

- Doggy Rp 9,5 juta

- Buah Rp 7,8 juta

- Cimb asuransi Rp3,7 juta

- Kebersihan Rp 5,2 juta

- Gaji Mbak (ART) 1 Rp 2.500.000

- Gaji Mbak (ART) 2 Rp 2.500.000

- Gaji Mbak (ART) 3 Rp 2.500.000

- Gaji Suster Rp3.000.000

- Gaji Sus Rp3.850.000

- Driver anak 1 Rp8 juta

- Les Piano Rp5 juta (2 bulan)

- Bimbel Rp4.600.000

- Balet Rp 22.050.000

(Thania ada lomba jadi agak mahal yang ini dan ada privat untuk 2 anak)

Total: Rp 243.880.000

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.