Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - RSUD Meuraxa Banda Aceh masih memiliki beban utang operasional hingga tahun 2025. Total nominal utang yang tercatat mencapai Rp 44,9 miliar, namun sebagian besar sudah diselesaikan melalui realisasi anggaran yang ada.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Meuraxa, dr. Taufik Wahyudi Mahady, Sp.OG, MHPM, menjelaskan bahwa akumulasi utang tersebut terjadi akibat skema pembayaran bertahap. Sebagian besar anggaran rumah sakit pada periode sebelumnya dialokasikan untuk melunasi sisa utang dari tahun 2024.
“Utang ini terjadi karena sebagian anggaran kami fokuskan untuk menyelesaikan kewajiban tahun 2024. Sumber pembayaran utamanya berasal dari pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” ujar Taufik kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).
Taufik memaparkan tantangan klasik yang dihadapi rumah sakit daerah, yakni keseimbangan antara kewajiban finansial dan tuntutan pelayanan publik. Pendapatan BLUD yang menjadi tulang punggung keuangan RSUD Meuraxa harus dibagi untuk tiga pos utama, yakni pembayaran utang, belanja rutin operasional, dan gaji pegawai.
Kondisi ini menciptakan tekanan likuiditas. “Anggaran tahun 2025 akhirnya tidak cukup untuk menutupi seluruh beban operasional, sementara di sisi lain, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak boleh dihentikan bahkan sedetik pun,” tegasnya.
Baca juga: 100-an Anak Disunat Massal Gratis di RSUD Meuraxa Banda Aceh
Dari total utang Rp 44,9 miliar, RSUD Meuraxa telah melakukan realisasi pembayaran secara signifikan. Saat ini, sisa utang yang belum terselesaikan tinggal sebesar Rp 8 miliar.
Untuk melunasi sisa kewajiban tersebut dan menjaga stabilitas keuangan ke depan, Taufik menyatakan bahwa ketergantungan pada pendapatan BLUD saja tidak lagi memadai. Ia mendesak adanya intervensi fiskal dari pemerintah daerah.
“Dibutuhkan suntikan dana segar di luar mekanisme pendapatan BLUD. Ini penting untuk mencukupi pembayaran utang sekaligus meminimalisir risiko gangguan operasional di masa mendatang,” pungkasnya.
Meski menghadapi tantangan finansial, Taufik menegaskan bahwa RSUD Meuraxa terus mencatat berbagai kemajuan dalam peningkatan mutu pelayanan. Langkah-langkah efisiensi dan optimalisasi layanan terus dilakukan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik Pemko Banda Aceh ini.(*)