Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah ilmuwan Aceh dari Universitas Syiah Kuala (USK) dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, serta Universitas Samudra (Unsam) Langsa tampil sebagai narasumber di Bangkok, Thailand.
Di antara mereka ada yang tampil secara luring, ada pula secara daring pada Konferensi Ke-19 Aceh International Workshop and Expo on Sustainable Disaster Recovery (AIWEST-DR) yang berlangsung 22–24 Juli 2026 di Mandarin Hotel Samyan, Bangkok, Thailand.
Hadir juga sebagai pembicara Wakil Rektor USK Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Dr Rina Suryani Oktari SKep, MSi.
Tuan rumah konferensi internasional ini adalah Faculty of Engineering, Chulalongkorn University, dengan Assoc Prof Dr Natt Leelawat sebagai Conference Chair.
Konferensi tahunan ini mengusung tema "Resilience by Design: Systems for Sustainable Recovery".
Narasumber dari Aceh tergolong ramai. Salah satu 'invited speaker' pada konferensi ini adalah Prof Dr Syamsidik ST, MEng.
Baca juga: USK Turunkan 938 Mahasiswa ke Lokasi Bencana, Bantu Pulihkan Trauma Korban Siklon Senyar
Mantan direktur TDMRC USK ini menjelaskan bagaimana kejadian siklon Senyar pada November 2025 melanda Sumatra dan kontribusi USK dalam penanganan masa darurat dan menuju fase rehab rekon.
Tak lupa ia bahas bahwa siklon Senyar itu sesuatu yang unik karena siklon cenderung menjauh dari garis khatulistiwa.
Menurut Direktur Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK, Prof Dr Muksin Umar MPhil, AIWEST-DR 2026 berhasil menghimpun 186 makalah ilmiah dari peneliti, akademisi, dan praktisi yang berasal dari 24 negara.
Selama tiga hari pelaksanaan, konferensi menghadirkan 12 pembicara utama (keynote speakers) dari berbagai negara yang membahas beragam isu strategis, mulai dari mitigasi gempa bumi dan tsunami, pemulihan pascabencana, ketahanan masyarakat, perubahan iklim, infrastruktur tahan bencana, hingga pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat.
Selain sesi keynote, konferensi juga menyelenggarakan presentasi paralel, sesi poster, diskusi ilmiah, serta technical tour ke fasilitas pemantauan gempa dan National Disaster Warning Center Thailand, yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari praktik pengelolaan risiko bencana di Tailan secara langsung.
"Banyaknya negara yang berpartisipasi dalam konferensi ini mencerminkan semakin luasnya jejaring kolaborasi internasional dalam bidang pengurangan risiko bencana, rehabilitasi, dan rekonstruksi berkelanjutan," kata Prof Muksin melalui saluran telepon seluler, Jumat (24/7/2026) malam.
Baca juga: Bencana Siklon Senyar Sumatra 2025: Duka Lintas Agama, Etnik, dan Asa di Tahun 2026
Saat menghubungi Serambinews.com, Prof Muksin baru saja menutup resmi konferensi internasional tersebut.
Dalam sambutannya pada sesi penutupan, Prof Dr Muksin Umar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan AIWEST-DR 2026.
Prof Muksin bersama Dr Alpaslan Hamdi Kuzucuoglu dari Istanbul Medeniyet University, juga mengumumkan secara bersama bahwa AIWEST-DR tahun 2027 akan dilaksanakan di Istanbul, Turki.
Dr Alpaslan Hamdi Kuzucuoglu akan bertindak sebagai Chair AIWEST-DR 2027.
"Pengumuman Istanbul ini disambut antusias oleh peserta. Memang pengumuman next AIWEST-DR selalu ditunggu-tunggu," ungkap Prof Muksin.
Penunjukan Istanbul sebagai tuan rumah AIWEST-DR 2027 sekaligus mempertegas karakter internasional konferensi ini.
Baca juga: USK Aktifkan Klaster Kesehatan Pascabencana Siklon Senyar di Enam Kabupaten
Penyerahan estafet penyelenggaraan ini, kata Prof Muksin, menjadi simbol keberlanjutan jejaring akademik global yang selama hampir dua dekade mempertemukan para peneliti, akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam mendorong inovasi pengurangan risiko bencana.
Pemilihan Istanbul dinilainya memiliki makna strategis. Sebagai kota yang menghubungkan Asia dan Eropa serta memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi risiko gempa bumi dan pengembangan ketahanan perkotaan, Istanbul diharapkan menjadi ruang kolaborasi baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebijakan kebencanaan di tingkat global.
Pengumuman tersebut menutup rangkaian penyelenggaraan AIWEST-DR 2026 yang berlangsung pada 22–24 Juli 2026 di Bangkok, Tailan.
Muksin berharap, penyelenggaraan AIWEST-DR 2027 di Istanbul semakin memperkuat sinergi antarnegara dalam menghasilkan riset, inovasi, dan solusi yang berdampak nyata bagi pembangunan masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana.
Dalam beberapa tahun terakhir, sebutnya, AIWEST-DR telah diselenggarakan secara bergilir oleh sejumlah universitas terkemuka dunia, yakni Tohoku University (Jepang) pada 2019, The University of Sydney (Australia) pada 2022, Universitas Gadjah Mada (Indonesia) pada 2023, University College London (Inggris) pada 2025, dan Chulalongkorn University (Tailan) pada 2026.
Estafet penyelenggaraan tersebut menunjukkan kepercayaan komunitas akademik global terhadap AIWEST-DR sebagai salah satu forum internasional yang konsisten memperkuat jejaring riset, inovasi, dan kolaborasi dalam bidang pengurangan risiko bencana dan pemulihan berkelanjutan. (*)