Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Potensi ekonomi di Kabupaten Karawang ternyata tidak hanya menarik minat para pencari kerja, tetapi juga menjadi tujuan para gelandangan dan pengemis (gepeng), pemulung, pengamen hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Mereka datang untuk mencari nafkah di Karawang karena dinilai mendapatkan penghasilan lebih besar dibandingkan daerah asalnya.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, Marwati mengatakan, dalam operasi tersebut petugas menjaring sebanyak 52 orang.
Dari jumlah itu, 18 orang merupakan pendatang dari luar Kabupaten Karawang, sedangkan 34 lainnya merupakan warga Karawang.
"Sebanyak 52 orang terjaring. Delapan belas orang berasal dari luar Karawang, sedangkan sisanya merupakan warga Karawang," ujar Marwati pada Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, para pendatang tersebut tidak seluruhnya berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain. Sebagian di antaranya memang sengaja datang langsung ke Karawang karena menganggap daerah ini lebih menjanjikan untuk mencari penghasilan.
Menurutnya, posisi Karawang yang strategis sebagai daerah perlintasan menjadi salah satu alasan banyak gepeng dan pemulung memilih beraktivitas di wilayah tersebut.
Bahkan, sejumlah pemulung mengaku harga jual barang rongsokan di Karawang lebih tinggi dibandingkan daerah asal mereka.
"Ada yang mengatakan harga rongsok di daerah asal hanya sekitar Rp5.000 per kilogram, sedangkan di Karawang bisa mencapai Rp6.000. Itu yang membuat mereka lebih tertarik datang ke Karawang," katanya.
Selain pemulung dan pengemis, petugas juga menemukan enam orang yang diduga mengalami gangguan jiwa. Dari hasil asesmen bersama Dinas Kesehatan, beberapa di antaranya diketahui merupakan pasien yang putus konsumsi obat sehingga kondisinya kembali memburuk.
"Sekitar enam orang terduga ODGJ berhasil dijangkau. Ada yang sebelumnya pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, namun diduga kambuh karena putus obat. Dua orang di antaranya saat ini masih aktif menjalani proses administrasi untuk dirujuk ke rumah sakit jiwa," jelasnya.
Marwati menambahkan, sebagian ODGJ tersebut masih memiliki keluarga. Bahkan, ada keluarga yang datang langsung ke kantor Dinsos untuk menjemput, namun diminta menunggu hingga proses administrasi selesai.
Beberapa keluarga juga meminta agar anggota keluarganya menjalani rehabilitasi karena sudah tidak sanggup merawatnya di rumah.
Sementara itu, untuk asal daerah para gepeng dari luar Karawang cukup beragam, mulai dari Bandar Lampung, Jawa Timur hingga sejumlah daerah di Jawa Barat. Bandar Lampung menjadi daerah asal terjauh yang ditemukan dalam razia tersebut.
Petugas juga mendapati dua anak yang ikut berada di lokasi penjangkauan. Keduanya masih bersama orang tuanya, masing-masing berasal dari Bekasi dan Karawang.
Dari hasil wawancara petugas, penghasilan yang diperoleh para gepeng dan pengamen di Karawang bervariasi. Ada yang mengaku mampu memperoleh sekitar Rp70 ribu hingga Rp150 ribu per hari.
Meski demikian, Marwati mengungkapkan masih ditemukan beberapa orang yang telah menerima bantuan sosial dari pemerintah, tetapi tetap turun ke jalan untuk mengemis. Mereka telah diberikan edukasi agar tidak mengulangi perbuatannya.
"Kami menemukan ada beberapa yang sebenarnya sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Kami edukasi agar tidak kembali mengemis karena pemerintah sudah hadir membantu mereka. Mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi," ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, Dinsos Karawang akan terus mengintensifkan kegiatan penjangkauan karena para gepeng dan pengamen dari luar daerah terus berdatangan secara bergantian.
Selain itu, empat orang hasil penjangkauan akan diusulkan mengikuti program pembinaan di Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Mereka akan menjalani pelatihan keterampilan selama tiga bulan agar memiliki bekal untuk bekerja dan tidak kembali hidup di jalanan.
"Kami berharap Karawang ke depan bisa menjadi daerah yang zero gepeng dan ODGJ di jalanan. Upaya penjangkauan akan terus kami lakukan dengan dukungan semua pihak," kata Marwati. (MAZ)