Pangeran Arab Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Hasil Autopsi Ungkap Fakta Mengejutkan
Ansari Hasyim July 25, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM – Misteri kematian seorang pangeran Arab Saudi di sebuah hotel mewah di London akhirnya terungkap setelah hasil penyelidikan koroner dipublikasikan.

Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud (29) ditemukan meninggal dunia di kamar Hotel Marriott Kensington, London, pada 25 November tahun lalu.

Jenazahnya ditemukan oleh petugas kebersihan yang memasuki kamar di lantai lima setelah sang pangeran tidak memberikan respons. Saat ditemukan, ia tergeletak di lantai kamar mandi dalam keadaan masih mengenakan pakaian lengkap.

Petugas keamanan hotel bersama tim medis segera dipanggil. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil dan Abdullah dinyatakan meninggal di lokasi.

Baca juga: VIDEO Viral Bocah Minta Mobil Mercedes ke Pangeran Arab Saudi, Besoknya Langsung Datang

Hasil autopsi mengungkap bahwa pangeran tersebut mengalami henti jantung setelah mengonsumsi campuran alkohol, narkotika jenis Gamma-hydroxybutyrate (GHB) yang dikenal sebagai "party drug", serta sejumlah obat penenang.

Pemeriksaan toksikologi menunjukkan kadar alkohol dalam darahnya mencapai 222 mg per 100 ml darah, hampir tiga kali lipat dari batas legal mengemudi di Inggris yang sebesar 80 mg.

Selain GHB, tim forensik juga menemukan jejak ganja, alprazolam (Xanax), serta beberapa obat antikecemasan lainnya dalam tubuh korban.

Koroner menyatakan kombinasi zat-zat tersebut menjadi penyebab utama kematian.

Pernah Jalani Rehabilitasi

Dalam persidangan di Inner West London Coroner's Court terungkap bahwa beberapa bulan sebelum meninggal, Abdullah sempat menjalani rehabilitasi di Priory Clinic di Roehampton, London Barat Daya.

Di fasilitas tersebut ia menjalani program detoksifikasi akibat ketergantungan alkohol, benzodiazepin, dan pregabalin.

Psikiater konsultan Dr. Victoria Chamorro menyebut Abdullah mengikuti seluruh proses rehabilitasi dengan baik.

Menurutnya, sang pangeran menunjukkan gejala kecemasan dan suasana hati yang rendah saat pertama masuk, tetapi selama perawatan tidak menunjukkan tanda-tanda ingin mengakhiri hidup.

Usai keluar dari Priory Clinic, Abdullah melanjutkan perawatan di Rainford Hall Clinic di St Helens hingga pertengahan Oktober.

Tidak Ada Unsur Bunuh Diri

Koroner Jean Harkin menyimpulkan tidak ditemukan bukti bahwa Abdullah berniat bunuh diri.

Penyidik tidak menemukan surat wasiat ataupun pesan terakhir di kamar hotel. Rekaman CCTV juga menunjukkan tidak ada orang lain yang memasuki kamar sebelum kematiannya.

Koroner akhirnya menetapkan penyebab kematian sebagai misadventure atau kematian akibat tindakan yang tidak disengaja, dengan penyebab medis berupa keracunan akibat konsumsi berbagai jenis obat dan alkohol secara bersamaan.

Di akhir sidang, Koroner Jean Harkin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Pangeran Abdullah atas peristiwa tragis tersebut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.