Kemenag Percepat Pemulihan Bencana di Aceh
Eddy Fitriadi July 25, 2026 12:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kementerian Agama menegaskan komitmennya mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh dengan memperkuat kolaborasi bersama perguruan tinggi. Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Agama RI Bidang Hukum dan HAM, Dr H Faisal Ali Hasyim SE MSi pada Diskusi Publik Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Aceh yang digelar Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Aceh di Event Hall AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Jumat (24/7/2026).

Faisal Ali menegaskan bahwa Menteri Agama memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pemulihan dampak banjir di Aceh. Kementerian Agama akan terus mengakselerasi langkah-langkah rehabilitasi dengan target pemulihan yang maksimal hingga September mendatang. "Kita akan terus kebut proses pemulihan ini. Insya Allah hingga September nanti kita targetkan capaian pemulihan dapat berlangsung secara maksimal," ujarnya.

Faisal juga meminta seluruh pihak yang data kerusakannya berada di Kementerian Agama agar memastikan validitas data penerima bantuan sehingga tidak ada masyarakat terdampak yang terlewat dari proses pendataan. Ia juga mengajak para rektor untuk membantu mengidentifikasi mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana sehingga dapat memperoleh perhatian dan dukungan yang diperlukan.

Baca juga: Isi Pembinaan di UIN SUNA, Direktur Diktis Kemenag: Ketulusan Niat Jadi Fondasi Layanan Kampus Islam

Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA, menyampaikan komitmen kampus untuk membantu mahasiswa terdampak agar tetap dapat melanjutkan perkuliahan tanpa hambatan. Dukungan yang disiapkan antara lain melalui pemberian beasiswa, pelayanan kesehatan, serta keterlibatan tenaga medis dan sivitas akademika dalam pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Dalam forum tersebut, 12 rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Aceh turut menyampaikan pandangan untuk memperkuat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg, menekankan pentingnya menjadikan local wisdom sebagai bagian dari proses pemulihan sehingga pembangunan pascabencana tetap berpijak pada nilai, budaya, dan karakter masyarakat Aceh.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.