TRIBUNMANADO.CO.ID - MINAHASA - Polres Minahasa melakukan upaya semaksimal mungkin agar pelaksanaan pengucapan syukur di Minahasa bisa berjalan dengan baik.
"Kami siapkan 286 personil untuk menjaga pelaksanaan Pengucapan Syukur di Minahasa," jelas AKBP Steven Simbar Kapolres Minahasa, Jumat 24 Juli 2026.
Pengucapan syukur di Kabupaten Minahasa, Sulut akan dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026.
Khusus untuk arus lalulintas yang menjadi perhatian utama adalah kepadatan di jalur-jalur utama Tondano arah Kakas melalui Eris.
Kemudian arah Langowan, arah Kawangkoan melalui Remboken.
"Karena jalurnya sempit, dan badan jalan tak luas, kantong parkir kurang, dan beberapa ruas jalan ada lubang," ujarnya.
Untuk itu dia mengimbau agar warga tertib parkir dan menyiapkan kantong parkir, sehingga warga dapat parkir di kantong parkir yang terdekat dengan tujuan.
"Untuk itu kami sudah rapat dan meminta pemerintah desa dan kelurahan untuk mempersiapkan jalan, termasuk membersihkan material di jalan," ujarnya.
Selain itu Polres Minahasa juga sudah memetakan potensi kerawanan Kamtimbmas untuk diantisipasi.
"Desa potensi rawan yang baru saja pemilihan hukum tua atau yang hukum tuanya baru dilantik," ujarnya.
Untuk itu ia meminta potensi konflik pada masa suksesi pemilihan hukum tua jangan dibawa pasa saat pengucapan syukur.
"Justru momen pengucapan syulur dijadikan sarana konsolidasi masyarakat di desa," ujar Simbar.
Ia mengatakan, penegakkan hukum adalah upaya terakhir jika masih saja terjadi konflik.
Sejumlah persiapan mulai dilakukan warga Minahasa menyambut pengucapan syukur.
Termasuk persiapan bahan, seperti yang dilakukan oleh Gloria Rantung, warga Kelurahan Luaan, Tondano Timur, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut).
"Sedang persiapkan sedikit bahan-bahannya," ujarnya sembari membersihkan daun pangi.
Ia mengatakan, biasanya menyajikan ayam garo, tinorangsak, dodol, nasi jaha, sayur pangi, cotey (masakan khas Minahasa (Malesung) berbahan batang pisang, biasanya jenis pisang sepatu, dicampur daging).
"Kalau kami memang tidak menyiapkan makanan ekstrem," jelas dia.
Setiap tahun mereka menyiapkan makanan untuk tamu dari luar, saudara jauh, atau yang tidak menggelar open house.
"Selain untuk makan, biasanya kami siapkan juga untuk tamu bungkus, wajib itu," kata Gloria.
Ia mengatakan, biasanya persiapan dilakukan dekat hari pengucapan syukur.
"Kalau makanan bambu itu biasanya kami siapkan H-1, kalau dodol H-3, kalau makanan biasa itu saat hari H," katanya.
Ada bajet yang harus disiapkan untuk pengucapan syukur.
"Biasanya kalau kami itu di atas Rp2 juta," jelasnya.
Namun intinya menurut dia adalah mengucap syukur atas berkat yang sudah Tuhan berikan sepanjang hidup.
Di beberapa daerah di Minahasa juga ada yang menyiapkan makanan ekstrem semisal ular, kelelawar, anjing, dan lainnya. (AMG)
Baca juga: RW Makanan Khas Minahasa Sejak Dulu, Hampir Selalu Ada Saat Pengucapan Syukur