TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) disebut mengantar banyak dokumen ke rumah Nanik S Deyang di Raffles Hills, Kota Depok, Jawa Barat, sekitar tiga hari sebelum ia mengumumkan pengunduran diri sebagai Kepala BGN.
Informasi itu disampaikan sumber Tribunnews.com yang mengaku menyaksikan langsung aktivitas tersebut di kediaman Nanik, Kamis (23/7/2026).
"Tiga hari sebelum (Nanik) mundur itu ada orang BGN mengantar dokumen-dokumen, banyak dokumennya, ke rumahnya (Nanik)," kata sumber.
Menurut sumber, rombongan datang menggunakan Toyota Innova Zenix tanpa identitas BGN. Namun, pegawai yang turun dari kendaraan terlihat mengenakan seragam lembaga tersebut.
"Mobilnya tidak berstiker BGN. Tapi pegawainya kelihatan pakai seragam (BGN)," ujarnya.
Pengantaran dokumen itu menjadi perhatian publik karena terjadi menjelang pengumuman pengunduran diri Nanik, ketika Badan Gizi Nasional masih menjadi sorotan.
Baca juga: Rumah Nanik S Deyang Berdiri di Empat Kavling, 11 Mobil Terparkir di Teras
Saat memantau rumah Nanik di Raffles Hills, Kamis (23/7/2026) sore, Tribunnews.com melihat sejumlah orang berpakaian sipil yang diduga aparat berjaga di akses menuju rumah.
Dua orang di antaranya tampak berjaga di pos keamanan Blok N.
Kompleks terlihat lengang. Rumah tiga lantai itu masih dipenuhi kendaraan yang terparkir di halaman.
Sumber Tribunnews.com mengatakan Nanik telah lama tinggal di kawasan tersebut.
Rumah yang kini ditempati merupakan gabungan beberapa unit rumah yang dibeli dan direnovasi.
"Dia sudah lama tinggal di sini, lama banget. Jadi dia beli beberapa rumah di sampingnya itu, ada empat rumah lah kalau enggak salah," kata sumber.
Menurut sumber, Nanik juga membeli rumah di seberang kediamannya yang kini ikut berada dalam area pengamanan.
Sumber mengatakan Nanik jarang mengikuti kegiatan warga. Menurutnya, warga hanya pernah bertemu langsung dengan Nanik saat open house Idulfitri 2026.
"Dia jarang kumpul sama warga. Warga kan ada kafe tempat kumpul, tapi enggak pernah gabung," ujarnya.
Sumber lain mengatakan pengamanan di sekitar rumah sempat diperketat ketika muncul kabar rumah Nanik akan didatangi massa pada 20 Juni 2026.
Ketua RT saat itu juga menginformasikan bahwa wartawan maupun perwakilan LSM harus melalui pemeriksaan sebelum memasuki kawasan Blok N.
Baca juga: Febrie Adriansyah Masuk Rutan KPK Sambil Pegang Kerah: Enggak Pakai Rompi Ya
Nanik mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun Facebook pada Rabu (22/7/2026), sekitar 1,5 bulan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN.
Ia menyatakan mundur untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri guna memperoleh pendapat medis kedua (second opinion).
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya," tulis Nanik.
Nanik juga mengungkapkan Presiden menyetujui pengunduran dirinya dan meminta dirinya tetap membantu mengawasi BGN melalui dewan pengawas yang akan dibentuk.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden menerima pengunduran diri Nanik karena alasan kesehatan dan menghormati keputusan tersebut.
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Nanik selama memimpin Badan Gizi Nasional.
Senada, Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana menegaskan pengunduran diri Nanik tidak terkait tekanan maupun proses hukum program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah meminta publik tidak membangun spekulasi yang tidak berdasar.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai dokumen yang diantar ke rumah Nanik beberapa hari sebelum pengundurkan dirinya. Sementara itu, pemerintah tetap menegaskan Nanik mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional semata-mata karena alasan kesehatan. (Tim Liputan Tribun Network)