Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - dr Sri Hastuti, Sp.S, Subsp.Ped(K) berhasil mempertahankan desertasinya, yang berjudul "Potensi Human Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell (HUMSC) sebagai Terapi pada Model Tikus Epilepsi”, dalam sidang tertutup di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Jumat (24/7/2026).
Dokter spesialis saraf konsultan neuropediatri (saraf anak) ini pun kini resmi menyandang gelar doktor, setelah melewati proses sidang di hadapan ketua sidang, penguji, dan promotor.
Sidang dipimpin oleh Dr. dr. Bakhtiar Taib, Sp.A., M.Kes selaku Ketua Sidang, dengan bimbingan Prof. Dr. rer. nat. Ir. Rinaldi Idroes, S.Si sebagai Promotor, didampingi Prof. Dr. Imran, Sp.S(K), M.Kes sebagai Co-Promotor I dan Prof. Dr. dr. Yetty Ramli, Sp.S(K) sebagai Co-Promotor II.
Tim penguji turut diperkuat oleh Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, MP, Dr. dr. Novia Dian Lestari, Sp.S(K), serta Prof. Dr. dr. Kiking Ritarwan, Sp.S(K), MKT sebagai penguji luar konsentrasi.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu kedokteran, khususnya dalam membuka peluang pemanfaatan terapi berbasis stem cell sebagai pendekatan inovatif untuk penanganan epilepsi di masa mendatang.
Dr Sri Hastuti menyampaikan syukur kepada Allah SWT atas torehannya meraih doktor, gelar tertinggi akademis. Ia berharap hasil penelitiannya ini kedepan dapat dipakai oleh semua kalangan masyarakat. “Saya berharap stem cell ini dapat berguna untuk semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
“Sangat banyak cerita suka duka dalam proses penyelesaian desertasi ini. Semangat saya juga jatuh bangun, dalam meloloskan hasil penelitian ini dalam publikasi internasional, sangat berat perjuangan,” ujarnya.
Baca juga: Mahasiswa FK USK Raih Juara I Scientific Poster Competition Internasional pada WORLD X GALAXY 3.0
Dekan FK USK, Dr. dr. Bakhtiar Taib, Sp.A., M.Kes selaku Ketua Sidang menyampaikan apresiasi atas penelitian dr Sri Hastuti. Katanya, stem cell yang berasal dari tali pusat manusia, digunakan untuk mengobati epilepsi akan memberi manfaat.
“Diharapkan ini akan terus dikembangkan dan kedepan menjadi alternatif pengobatan baru untuk epilepsi, selama ini kan mengandalkan obat-obatan, tapi sekarang stem cell memberi harapan,” ujarnya.
Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, MP mengatakan, penelitian ini sangat penting dan luar biasa, karena meneliti manfaat stem cell untuk epilepsi. “Hasil penelitian tentu memberikan harapan bagi pengidap epilepsi, mereka bisa diobati tanpa obat, semoga ini terus dikembangkan,” ujarnya.
Prof. Dr. rer. nat. Ir. Rinaldi Idroes, S.Si mengatakan langkah Sri Hastuti selanjutnya adalah melanjutkan penelitian, sehingga ini benar-benar dapat digunakan oleh manusia dengan aman. Katanya, HUMSC yang diperkenalkan ini ternyata memiliki banyak keunggulan.
Sementara Prof. Dr. dr. Kiking Ritarwan, Sp.S(K), MKT mengatakan, penelitian sangat penting bagi dunia kesehatan, guna menutupi kekurangan yang ada selama ini. “Obat-obat epilepsi memang sudah banyak beredar, tapi untuk mengurangi dampaknya, maka kita nanti pakai stem cell dan turunannya, tapi ini masih dalam uji klinis, tapi selamat untuk Doktor Sri Hastuti,” tutup guru besar FK USU ini.(*)