Unik! Lulusan Terbaik UKSW Tirza Widyamurti Rancang Kebaya Wisuda Bermotif Struktur Kimia
Rustam Aji July 25, 2026 12:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA — Ada pemandangan unik di antara deretan kebaya yang dikenakan para wisudawati dalam Wisuda Periode III Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Tirza Widyamurti Brotosudarmo, peraih Indeks Prestasi Tertinggi (IPT) 3,86 dari Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UKSW, mencuri perhatian publik lewat perpaduan fashion dan identitas ilmu yang dikenakannya.

Kebaya yang dipakainya secara khusus dihiasi detail payet yang membentuk pola struktur kimia senyawa siklik heksagonal. Tak hanya itu, perpaduan warna kuning keemasan pada kebayanya terinspirasi langsung dari pigmen kurkumin ekstrak kunyit (Curcuma longa Linn), yang merupakan topik utama penelitian skripsinya.

"Kimia telah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Saya ingin momen wisuda tidak hanya menjadi perayaan kelulusan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap ilmu yang telah saya pelajari dan cintai," kata Tirza, Jumat (24/7/2026).

Lulusan terbaik pada wisuda UKSW Salatiga ini merancang sendiri cetak biru (blueprint) pola payet tersebut sebelum diwujudkan oleh Rumah Jahit Agnez. Ia memadukannya dengan batik motif Semen Gurdo pemberian sang ayah, Titis Driharkoro Brotosudarmo, serta mengusung filosofi Jawa pareamon yang melambangkan proses menanam ilmu hingga menuai hasil manis saat kelulusan.

Dedikasi Akademik dan Keseimbangan Aktivitas

Tirza membuktikan bahwa keunikan konsep kebaya wisuda unik miliknya lahir dari dedikasi akademik yang tinggi. Sepanjang masa studi di FSM UKSW, ia tidak hanya fokus mengejar nilai akademik, tetapi juga aktif membagi waktu antara riset, organisasi kemahasiswaan, hingga program magang.

Baca juga: Kisah Haru Munarti di Sumowono: Puluhan Tahun Dalam Gelap, Kini Rumahnya Teraliri Listrik Gratis

Usahanya menjaga konsistensi tersebut membuahkan hasil manis hingga dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi dengan nilai IPT tertinggi UKSW pada periode ini.

"Perjalanan ini tentu tidak selalu mudah. Saya berusaha konsisten menjaga keseimbangan antara akademik, penelitian, organisasi, dan kegiatan luar kelas. Prestasi bukan hanya tentang nilai, tetapi kemauan untuk terus belajar hal baru," ujar Tirza Widyamurti membagikan kisahnya.

Melalui busana wisudanya yang inovatif, Tirza berharap dapat menginspirasi para mahasiswa lainnya untuk berani mengekspresikan identitas keilmuan mereka secara kreatif melalui media apa pun, termasuk dalam berbusana. (eyf)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.