Rumah Nanik S Deyang Berdiri di Empat Kavling, 11 Mobil Terparkir di Teras
Acos Abdul Qodir July 25, 2026 12:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Rumah pribadi mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang di Perumahan Raffles Hills, Kota Depok, Jawa Barat, masih terlihat mendapat pengamanan setelah ia mengundurkan diri dari jabatannya.

Pantauan Tribunnews.com pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB menunjukkan sejumlah orang berpakaian bebas berjaga di beberapa titik menuju kediaman Nanik.

Suasana kompleks perumahan tersebut secara umum tampak tenang. Sejumlah warga tetap terlihat beraktivitas seperti biasa.

Pengamanan terlihat sejak akses masuk menuju Blok N. Dua orang tampak berjaga di pos sekuriti.

Di sekitar rumah Nanik, sekitar lima pria berpakaian bebas terlihat berkumpul di rumah yang berada tepat di seberang kediamannya. Mereka tampak berbincang, sementara beberapa sepeda motor terparkir di sisi jalan depan rumah.

Rumah Nanik berdiri di atas lahan hook atau lahan di sudut pertemuan dua sisi jalan. Bangunan utama tersebut memiliki tiga lantai dengan dominasi warna abu-abu dan putih.

Di area rumah itu terlihat 11 mobil terparkir. Sebanyak tujuh kendaraan berada di teras samping, sedangkan empat kendaraan lainnya berada di teras depan.

Beberapa kendaraan tampak berwarna putih. Sebagian mobil lainnya ditutup menggunakan cover atau sarung kendaraan berwarna merah.

Rumah Gabungan Empat Unit

NANIK S DEYANG – Situasi di rumah pribadi mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, di Perumahan Raffles Hills, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026). Sejumlah orang diduga aparat berpakaian bebas terlihat berjaga di sekitar rumah tersebut sehari setelah Nanik mengundurkan diri sebagai Kepala BGN.
NANIK S DEYANG – Situasi di rumah pribadi mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, di Perumahan Raffles Hills, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026). Sejumlah orang diduga aparat berpakaian bebas terlihat berjaga di sekitar rumah tersebut sehari setelah Nanik mengundurkan diri sebagai Kepala BGN. (Tribunnews.com)

Menurut sumber Tribunnews.com, Nanik telah lama tinggal di kawasan Raffles Hills, jauh sebelum menjabat sebagai Kepala BGN.

Rumah yang kini ditempatinya disebut merupakan hasil penggabungan empat unit rumah yang sebelumnya berdiri terpisah.

Beberapa bangunan tersebut dibeli dan direnovasi menjadi satu area hunian.

"Dia (Nanik) sudah lama tinggal di sini, lama banget. Jadi dia beli beberapa rumah di sampingnya itu, ada empat rumah lah kalau enggak salah," kata sumber saat ditemui.

Baca juga: Rumah Nanik S Deyang Dijaga Ketat Sejumlah Orang usai Mundur dari Kepala BGN

Sumber tersebut juga menyebut Nanik membeli rumah yang berada tepat di depan kediaman utamanya.

"Dan dia udah beli juga rumah di depan rumahnya itu, yang ada intel-intel duduk di depannya. Itu (perwira berpangkat) bintang dua juga ada yang jaga di situ," tambahnya.

Selain rumah utama, Nanik disebut membeli satu rumah bercat putih yang berada di seberang bangunan tersebut.

Terkait kendaraan yang terlihat di lokasi, sumber menyebut Nanik memiliki lebih dari tiga kendaraan roda empat.

"Ya mobilnya ada yang sport juga. Suaminya yang suka bawa. Kalau enggak salah Mercy (Mercedes-Benz)," kata sumber.

Warga: Nanik Jarang Bersosialisasi

Sumber Tribunnews.com mengatakan Nanik merupakan sosok yang jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

Menurut sumber tersebut, Nanik tidak banyak mengikuti kegiatan warga di kompleks, meski keluarga tetap terlihat beraktivitas di sekitar rumah.

Cucu laki-laki Nanik yang masih berusia di bawah 10 tahun disebut beberapa kali terlihat bermain di sekitar rumah dengan pengawasan seorang pengasuh.

Satu-satunya momen warga bertemu langsung dengan Nanik disebut terjadi ketika ia menggelar open house saat Lebaran Idul Fitri 2026.

"Dia (Nanik) jarang kumpul sama warga. Warga kan ada kafe tempat kumpul, warga seluruh Raffles Hills, tapi enggak pernah gabung," kata sumber.

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan

MENGUNDURKAN DIRI - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kiri) mengundurkan diri dari jabatannya. Nanik saat berpamitan mengahadap Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta. Kamis (22/7/2027). Informasi pengunduran diri Nanik diumumkan sendiri olehnya melalui status di akun Facebook Naniek Sudaryati Deyang hari ini. (FB Naniek S Deyang/HO)
MENGUNDURKAN DIRI - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kiri) mengundurkan diri dari jabatannya. Nanik saat berpamitan mengahadap Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta. Kamis (22/7/2027). Informasi pengunduran diri Nanik diumumkan sendiri olehnya melalui status di akun Facebook Naniek Sudaryati Deyang hari ini. (FB Naniek S Deyang/HO) (/HO)

Nama Nanik kembali menjadi perhatian publik setelah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026).

Nanik diketahui baru sekitar 1,5 bulan menjabat setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni 2026.

Ia menyebut alasan kesehatan menjadi penyebab dirinya mundur dan harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

Sehari setelah pengunduran diri diumumkan, Nanik mengungkap kronologi keputusannya. Ia mengatakan sempat menjalani pemeriksaan CT Scan dan kateterisasi jantung sebelum dinyatakan mengalami penyumbatan pada 12 Juli 2026.

Pada hari itu, Nanik mengaku langsung menyampaikan niat mundur kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

"Saat saya masuk RS dan setelah dilakukan CT Scan jantung, lanjut katerisasi jantung, kemudian dinyatakan ada penyumbatan pada 12 Juli 2026, saya langsung pamit mundur sebagai Kepala BGN ke Bang Dasco dan Mas Prasetyo Hadi," ungkap Nanik.

Nanik mengatakan Dasco saat itu meminta dirinya memprioritaskan pemulihan kesehatan.

"Sudah nanti saja dibahas, Mbak konsentrasi dulu pada penyembuhan. Kesehatan itu lebih penting dari apapun," kata Nanik mengutip pesan Dasco.

Nanik kemudian menyampaikan pengunduran dirinya kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pada hari yang sama, Presiden Prabowo menunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menyampaikan bahwa alasan pengunduran diri Nanik berkaitan dengan kesehatan.

Baca juga: Kepala BGN Sudaryono Terafiliasi dengan Gerindra, MBG Watch Ragu Tata Kelola MBG Bisa Diperbaiki

Pengamanan Pernah Diperketat

Pengamanan di sekitar rumah Nanik bukan kali pertama terlihat.

Pada 20 Juni 2026, puluhan personel TNI-Polri sempat melakukan penjagaan setelah muncul kabar adanya massa yang hendak mendatangi kediaman tersebut.

Informasi itu disampaikan ketika muncul kabar mengenai rencana aksi massa menuju rumah Nanik.

Warga juga disebut mendapat informasi bahwa wartawan maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Blok N tanpa pemeriksaan.

"Ketua RT yang menyampaikan, 'ada pengamanan' katanya, ini waktu pas ramai rumahnya mau digeruduk massa itu. Memang ada yang bilang juga wartawan, ya jurnalis, LSM, itu enggak diperbolehkan masuk ke sini. Ada pengecekan dulu kan di depan untuk masuk ke dalam sini," ungkap sumber.

Pergantian pimpinan BGN berlangsung ketika lembaga tersebut masih menjadi sorotan terkait perkara dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditangani Kejaksaan Agung.

Dalam perkara tersebut, Kejaksaan Agung telah menetapkan tujuh tersangka. Tiga di antaranya merupakan pimpinan BGN, yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.