Gelombang Serangan Drone Hantam Bandara Basis Pasukan Koalisi Amerika di Irak
Hasiolan Eko P Gultom July 25, 2026 12:38 AM

Gelombang Serangan Drone Hantam Bandara Basis Pasukan Koalisi Amerika di Irak

 

TRIBUNNEWS.COM - Sedikitnya enam pesawat tanpa awak (UAV) dilaporkan menyerang kawasan sekitar Bandara Internasional Erbil di wilayah otonomi Kurdistan, Irak utara, Jumat (24/7/2026).

Bandara ini menjadi salah satu pangkalan pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat.

Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah rangkaian serangan udara dan aksi balasan antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kekhawatiran konflik meluas serta meningkatnya ancaman terhadap fasilitas militer yang memiliki keterkaitan dengan Washington di Timur Tengah.

Baca juga: Tentara AS Tewas di Irak Utara, Jenazah Tak Dikenal Ditemukan Pascaserangan Iran di Yordania

Lima Drone Dicegat Pertahanan Udara Irak

Menurut sumber keamanan setempat, enam drone bergerak menuju Kota Erbil. Sistem pertahanan udara Irak berhasil mencegat lima di antaranya sebelum mencapai area bandara.

Satu drone lainnya jatuh di kawasan pertanian di sekitar lokasi dan memicu kebakaran kecil.

Warga sekitar melaporkan mendengar sejumlah ledakan keras ketika sistem pertahanan udara mulai beroperasi.

Beberapa drone terlihat melintas di langit Erbil sebelum akhirnya dijatuhkan, sementara asap terlihat membubung dari area sekitar bandara.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat serangan tersebut.

Bandara Erbil Jadi Target Serangan Berulang

Bandara Internasional Erbil memiliki nilai strategis karena menjadi lokasi pangkalan pasukan koalisi internasional pimpinan AS di Irak. Selain fasilitas militer, kawasan tersebut juga berada tidak jauh dari kompleks konsulat Amerika Serikat yang besar.

Dalam beberapa hari terakhir, fasilitas tersebut telah beberapa kali menjadi sasaran serangan drone, terutama setelah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Kelompok-kelompok bersenjata yang memiliki hubungan dengan Iran sebelumnya beberapa kali menargetkan fasilitas AS di Irak sebagai bentuk tekanan terhadap kebijakan Washington di kawasan.

Ketegangan AS-Iran Memicu Risiko Eskalasi

Serangan terbaru terhadap Erbil berlangsung ketika kawasan Timur Tengah berada dalam situasi keamanan yang semakin rentan.

Konfrontasi antara AS dan Iran yang melibatkan serangan udara serta aksi balasan telah meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas ke negara-negara sekutu maupun lokasi strategis yang menjadi tempat keberadaan militer Amerika.

Irak sendiri berada dalam posisi sulit karena menjadi lokasi keberadaan pasukan AS sekaligus memiliki sejumlah kelompok bersenjata yang dekat dengan Iran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.