Amerika Siapkan Serangan Besar ke Iran, Israel Siaga Tunggu Lampu Hijau: Warga AS Dapat Warning
Hasiolan Eko P Gultom July 25, 2026 01:20 AM

Amerika Siapkan Serangan Besar ke Iran, Israel Siaga Tunggu Lampu Hijau: Trump Wanti-wanti Warga AS

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan secara serius untuk melancarkan operasi militer skala besar terhadap Iran, di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan ketika Washington juga mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga negaranya di kawasan tersebut karena risiko gangguan penerbangan dan potensi meluasnya konflik.

Baca juga: Tiga Tanda AS Siapkan Operasi Militer Darat Masuk Wilayah Iran

Trump mengatakan keputusan mengenai operasi militer akan diambil dalam waktu dekat, sementara Israel disebut telah meningkatkan kesiapan apabila Washington memberikan persetujuan untuk melakukan serangan bersama.

Trump: Keputusan Segera Diambil

Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengungkapkan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan kelanjutan operasi militer besar terhadap Iran.

"Saya segera membuat keputusan, dan kami sepenuhnya siap untuk itu," kata Trump.

Ia juga menyatakan Israel siap bergabung dalam operasi tersebut apabila diminta oleh Washington, meski menurutnya Amerika Serikat mampu menjalankan operasi tanpa bantuan pihak lain.

Trump menambahkan bahwa Iran masih ingin bernegosiasi, tetapi belum siap mencapai kesepakatan.

Pernyataan itu muncul setelah sebelumnya Trump mengumumkan doktrin baru yang membuka kemungkinan penargetan infrastruktur sipil strategis di Teheran sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan terhadap Iran.

Israel Tingkatkan Kesiapan Militer

Media Israel melaporkan bahwa militer negara itu telah meningkatkan kesiagaan menghadapi kemungkinan dimulainya operasi baru terhadap Iran.

Menurut laporan Walla, pejabat keamanan Israel menyatakan persiapan militer kini berada pada tingkat tertinggi.

Israel disebut masih memiliki daftar target yang belum diserang, termasuk fasilitas energi dan infrastruktur strategis Iran, dan menunggu persetujuan dari Washington.

Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz menegaskan negaranya siap menghadapi berbagai skenario.

Sementara itu, Channel 12 melaporkan adanya perkiraan bahwa Iran kemungkinan akan lebih dahulu melancarkan serangan terhadap Israel apabila eskalasi terus meningkat.

AS Keluarkan Peringatan Perjalanan

Di tengah meningkatnya ketegangan, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan global bagi warga Amerika.

Washington meminta warga AS di Timur Tengah bersiap menghadapi kemungkinan:

  • pembatalan penerbangan,
  • penutupan wilayah udara,
  • gangguan perjalanan secara mendadak.

Departemen Luar Negeri juga mengimbau warga Amerika untuk meningkatkan kewaspadaan serta memantau perkembangan operasional maskapai penerbangan dan bandara.

Sejumlah maskapai internasional dilaporkan telah menunda atau membatalkan sebagian rute penerbangan menuju kawasan Timur Tengah.

Iran Siapkan Respons

Di Teheran, para pejabat Iran menegaskan kesiapan menghadapi kemungkinan operasi militer baru dari Amerika Serikat.

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Mokhbar, menyatakan angkatan bersenjata Iran telah menyiapkan berbagai langkah menghadapi seluruh kemungkinan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menegaskan respons Iran akan mengikuti prinsip "mata ganti mata".

Menurut sejumlah laporan media, Iran mengancam akan membalas setiap serangan terhadap fasilitas energi, minyak, maupun infrastruktur pemerintah dengan sasaran yang setara.

Laporan dari Teheran juga menyebut militer Iran telah memindahkan sebagian pasukan ke sejumlah wilayah strategis, termasuk kawasan sekitar Pulau Abu Musa, Greater Tunb, Lesser Tunb, dan Pulau Kharg, yang dinilai berpotensi menjadi target operasi militer.

Risiko Perang Meluas di Timur Tengah

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan dalam beberapa pekan terakhir.

Washington menyebut operasi militernya ditujukan untuk menekan kemampuan militer Iran dan melindungi jalur pelayaran internasional, sementara Teheran menegaskan akan terus melakukan serangan balasan selama operasi AS masih berlangsung.

Peningkatan retorika dari kedua belah pihak memunculkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.