Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Puluhan Bidan di Sekadau Dilatih Skrining Hipotiroid Kongenital
Faiz Iqbal Maulid July 25, 2026 02:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP & KB) Kabupaten Sekadau menegaskan komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui penguatan kompetensi tenaga bidan.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinkes PP & KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius, saat menutup Pelatihan Pelayanan Antenatal Care (ANC), Persalinan, Nifas dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) Tahun 2026 pada Jumat, 24 Juli 2026.

Henry mengatakan, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi prioritas pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah.

"Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada ibu, bayi dan anak sesuai standar yang aman dan bermutu, salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya tenaga bidan," ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, sebanyak 76,6 persen pelayanan ANC di Indonesia dilakukan oleh tenaga bidan. 

Sementara dokter spesialis memberikan pelayanan sebesar 21,8 persen dan dokter umum hanya 1,1 persen.

Di Provinsi Kalimantan Barat, peran bidan bahkan lebih besar.

• Kecelakaan Dua Motor di Sekadau, Empat Korban Dilarikan ke Puskesmas Nanga Taman

Sebanyak 81,6 persen pelayanan ANC diberikan oleh tenaga bidan, sedangkan dokter spesialis sebesar 16,4 persen dan dokter umum 1,5 persen.

"Data ini menunjukkan betapa besarnya peran bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Karena itu, bidan harus terus meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui berbagai pelatihan agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas," katanya.

Pada pelatihan tahun ini, Dinkes Sekadau melatih sebanyak 26 tenaga bidan. 

Henry berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di wilayah kerja masing-masing.

"Kami berharap 26 bidan yang telah mengikuti pelatihan ini menjadi motor penggerak atau promotor dalam pelayanan ANC, persalinan, nifas dan SHK di puskesmas tempat mereka bertugas, sehingga mampu menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sekadau," ucapnya.

Henry menambahkan, peningkatan kompetensi tenaga bidan merupakan komitmen berkelanjutan Dinkes Sekadau. 

Pada 2025 lalu, sebanyak 12 bidan telah mengikuti pelatihan serupa. 

Dengan tambahan 26 peserta pada tahun ini, total sudah 38 tenaga bidan di Kabupaten Sekadau yang memperoleh pelatihan tersebut.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UPT Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, tim fasilitator, serta panitia penyelenggara yang telah mendukung seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memfasilitasi peserta dalam memperoleh ilmu dan keterampilan. Kami berharap semangat pengabdian kepada masyarakat terus dijunjung tinggi demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Sekadau," tutup Henry.

• BMKG Deteksi 21 Titik Panas di Sekadau, Hujan Ringan Berpotensi Turun Siang Hari

Data Angka Kematian Ibu dan Anak di Kalbar

Berikut data angka kematian ibu dan anak di Kalimantan Barat berdasarkan SUPAS 2025 yang rilis pada Mei 2026:

1. Angka Kematian Bayi (IMR): 14,83 per 1.000 kelahiran hidup

2. Angka Kematian Balita (U5MR): 17,27 per 1.000 kelahiran hidup

3. Sebaran per kabupaten/kota:

-Sambas: IMR 13,82 | U5MR 16,16

-Bengkayang: IMR 13,06 | U5MR 15,17

-Landak: IMR 15,93 | U5MR 16,58

-Kapuas Hulu: IMR 16,10 | U5MR 18,93

-Kayong Utara: IMR 17,83 | U5MR 21,02

-Kota Pontianak: IMR 11,74 | U5MR 13,78

-Kota Singkawang: IMR 12,09 | U5MR 14,00

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.