TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnaim Putra, Habib Zaky bin Muhammad Ridho bin Yahya memastikan seluruh santrinya aman dan selamat usai insiden kebakaran yang melanda area Ponpes itu pada Jumat 24 Juli 2026 malam WIB.
Habib Zaky juga mengonfirmasi bangunan yang dilahap si jago merah itu tidak sedang digunakan untuk kegiatan santri.
Habib Zaky menyampaikan rasa syukurnya atas keselamatan para anak didiknya.
"Alhamdulillah, anak-anak kita selamat semuanya dan diberikan kemudahan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala," ungkap Habib Zaky di TKP, Jumat 24 Juli malam WIB.
Ia juga meluruskan informasi mengenai area titik api guna menenangkan kekhawatiran para wali santri dan masyarakat luas.
"Kejadian ini adalah bangunan yang kosong, yang tidak ditempati anak-anak santri," jelasnya.
Menyikapi musibah ini, pihak pengurus pesantren menyatakan akan segera memulihkan keadaan dan berencana mendirikan kembali fasilitas yang telah hangus tersebut.
"Sehingga memang kita akan membangun bangunan dengan bangunan yang lebih bagus lagi. Untuk itu, saya mohon doa restu daripada masyarakat Pontianak semuanya yang menyaksikan video ini agar senantiasa bisa memberikan atensi perhatiannya," tutur Habib Zaky.
• Cerita Mencekam Evakuasi Santri saat Kebakaran Ponpes Darunnaim Pontianak: Tangis dan Jerit Pecah
Habib Zaky juga mengapresiasi seluruh petugas pemadam kebakaran, baik dari unsur pemerintah maupun swasta, yang telah berjibaku memadamkan api.
"Dalam hal ini saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan jawatan daripada pasukan pemadam kebakaran dari mana pun datangnya," kata Habib Zaky.
Seorang alumni yang kebetulan sedang berada langsung di area halaman depan pondok pesantren, Malikul Mulki (22) menceritakan detik-detik mencekam saat evakuasi para santri.
Di dalam kamar-kamar yang tak tersentuh amukan api, para santri yang sebelumnya sedang melepaskan penatnya beraktivitas seharian dan berbaring santai maupun fokus belajar, dipaksa menghadapi situasi darurat.
"Tadi tu sebenarnya mau ngelatih anak-anak Paskibra, cuma dari dalam tu ramai santri teriak," katanya di TKP kejadian, Jumat malam WIB.
"Itu di dalam kamar tadi santri tuh ada yang lagi baring-baring, ada yang lagi belajar. Ya itulah, jadi kami tu langsung suruh keluar semua, tinggalkan semua barang," tegas Malikul.
Mendengar keriuhan yang tak wajar, Malikul dan rekan-rekannya merespons dengan berlari ke arah sumber suara di bagian belakang.
Di sana, pandangan matanya langsung dihadapkan pada amukan si jago merah yang menyala di tengah kegelapan.
"Ke belakanglah saya sama kawan tadi tu, rupa api dah besar," ungkap Malikul.
"Pas saya ke tengah tu bang, nengok api dari belakang bangunan tu udah menjalar ke atas," tambahnya dengan raut wajah serius.
• BREAKING NEWS - Ponpes di Pontianak Kota Terbakar, Api Diduga dari Asrama
Titik terang yang menyilaukan malam itu ternyata berasal dari sebuah bangunan kosong di belakang area asrama.
"Itu kamar lama, udah kosong ndak dipakai. Mau dirobohkan, dibangun baru," jelasnya.
Rasa sakit turut mewarnai proses evakuasi disaat beberapa santri terjatuh akibat berlarian.
"Santri banyak panik lah bang, teriak-teriak ada yang nangis, berkejar-kejar, ada yang seliuh lah kakinya jatuh," tuturnya memberikan gambaran nyata betapa mencekamnya suasana saat itu.
Di tengah kepanikan tersebut, seluruh santri diarahkan ke satu titik aman yang jauh dari jilatan api.
"Langsung masuk ke masjid. Diamankan di masjid semua," pungkas Malikul.
Evakuasi yang diwarnai isak tangis dan langkah kaki tergesa-gesa itu pun berakhir di dalam rumah ibadah, menunggu hingga seluruh proses pemadaman dipastikan selesai pada malam itu. (TribunPontianak.co.id/Ridwan Apriliyanto)
(*)