Grid.ID - Menjelang peringatan HUT RI ke-81, insiden Hotel Yamato menjadi salah satu peristiwa penting yang dikenang dalam sejarah perjuangan bangsa. Peristiwa yang terjadi pada 19 September 1945 di Surabaya ini menjadi simbol keberanian rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan yang baru diproklamasikan.
Insiden tersebut juga menjadi salah satu pemicu meningkatnya ketegangan yang berujung pada Pertempuran Surabaya 10 November 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Penyebab Insiden Hotel Yamato
Dahulu kala, sebelum menjelang HUT RI ke-81, terdapat peristiwa bermula ketika sekelompok warga Belanda yang dipimpin Mr. W.V.Ch.
Ploegman mengibarkan bendera Belanda merah-putih-biru di Hotel Yamato, Jalan Tunjungan, Surabaya, tanpa persetujuan Pemerintah Republik Indonesia. Tindakan itu memicu kemarahan masyarakat karena dianggap sebagai upaya mengembalikan kekuasaan Belanda di Indonesia.
Kronologi Peristiwa
Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, pemerintah menginstruksikan pengibaran Bendera Merah Putih di seluruh Indonesia. Namun, situasi di Surabaya memanas setelah pasukan Sekutu dan Belanda tiba pada pertengahan September 1945.
Residen Soedirman kemudian mendatangi Hotel Yamato untuk meminta agar bendera Belanda diturunkan. Negosiasi dengan Ploegman berakhir ricuh setelah ia menolak mengakui kedaulatan Indonesia.
Keributan pun pecah hingga Ploegman tewas, sementara pengawal Soedirman, Sidik, juga gugur dalam insiden tersebut.
Di tengah kekacauan, Hariyono dan Kusno Wibowo memanjat atap Hotel Yamato, menurunkan bendera Belanda, lalu merobek bagian birunya sehingga hanya menyisakan warna merah dan putih sebagai lambang Bendera Indonesia.
Aksi tersebut kemudian dikenang sebagai salah satu tindakan heroik dalam sejarah kemerdekaan.
Dampak Insiden Hotel Yamato
Insiden Hotel Yamato semakin memperkeruh situasi keamanan di Surabaya. Ketegangan antara pejuang Indonesia dan pasukan Sekutu terus meningkat hingga akhirnya meletus Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.
Peristiwa ini menjadi bukti kuat semangat rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus mempertegas bahwa Merah Putih adalah simbol kedaulatan bangsa yang tidak dapat diganggu gugat.
Tokoh Penting dalam Insiden Hotel Yamato
Dari pihak Indonesia, tokoh yang terlibat antara lain Residen Soedirman, Sidik, Hariyono, dan Kusno Wibowo. Sementara dari pihak Belanda, tokoh yang dikenal dalam peristiwa tersebut adalah Mr. W.V.Ch. Ploegman.
Dan kini menjelang peringatanHUT RI ke-81 tidak ada salahnya mengingat kembali momen sejarah di masa lalu hingga negara ini berhasil terbentuk.