Libur Musim Panas Tiba, Semakin Banyak Turis Asing Kunjungi DIY
Hari Susmayanti July 25, 2026 07:03 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke DIY mulai menunjukkan peningkatan pada Juli 2026 ini. 

Angkanya diperkirakan bakal terus meninggi hingga Agustus mendatang, karena bertepatan dengan momen libur musim panas (summer).

Humas Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) DIY, Iwan Sulistyanto, menyebut, bulan Juli merupakan puncak kedatangan wisman. 

"Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Periode puncaknya bulan Juli hingga Agustus," katanya, Jumat (24/7/2026). 

Ia menyebut kunjungan wisatawan asing didominasi dari Malaysia dan Singapura. 

Kendati demikian, tingkat kunjungan wisman dari Prancis, Belanda, Spanyol, Jerman, Tiongkok, hingga Amerika Serikat turut menunjukkan peningkatan signifikan. 

Adapun destinasi wisata unggulan yang dikunjungi ialah Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta, Tamansari, Merapi Lava Tour. 

Tidak hanya itu, ada beberapa destinasi yang kini menjadi incaran wisman, seperti Sunrise Punthuk Setumbu, Candi Selogriyo, Sendratari Ramayana, Candi Plaosan dan kawasan Menoreh Kulon Progo, serta rute Heritage Walk Sumbu Filosofis dan Kotagede. 

"Adanya peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY dalam summer season didukung penerbangan internasional YIA dan status Sumbu Filosofis UNESCO," terangnya. 

Iwan menambahkan, lama menginap wisman di DIY beragam, tergantung kebutuhan destinasi dan tujuan lainnya.  

"Rata-rata 2-3 malam di hotel, namun untuk turis Eropa/Barat rata-rata tinggal 3-5 hari menjelajahi seluruh destinasi wisata DIY," imbuhnya. 

Tren positif juga dicatatkan pariwisata DIY selama musim libur sekolah, pertengahan Juni hingga Juli kemarin. 

Dinas Pariwisata DIY mencatat, pada periode 15 Juni-6 Juli 2026, tercatat sebanyak 3.041.259 wisatawan mengunjungi DIY.

Dilihat dari sebarannya hingga 13 Juli 2026, Kota Yogyakarta masih menduduki posisi puncak dengan jumlah kunjungan mencapai 1.284.722 orang. 

Menyusul di posisi kedua adalah Sleman dengan 829.983 orang, lalu Gunungkidul sebanyak 568.279 orang. 

Sementara itu, Bantul dan Kabupaten Kulon Progo masing-masing mencatatkan kunjungan 222.365 dan 135.910 orang.

Baca juga: Penjelasan Episode 8 Serial Drakor Agent Kim Reactivated, Ada Misi Baru?

Destinasi favorit

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Ellya Shari, mengatakan, capaian ini menunjukkan bahwa DIY masih menjadi destinasi favorit lintas generasi, terutama untuk wisata keluarga, budaya, alam, dan kuliner. 

"Selama liburan ini, kami bersyukur tidak ada keluhan wisatawan soal tarif parkir mahal atau pedagang yang ‘nuthuk’ harga. Walaupun lalu lintas di ring satu seperti Malioboro sangat padat, secara umum liburan tahun ini berjalan aman," ujar Ellya.

Berdasarkan rincian data Dinas Pariwisata DIY, kawasan pesisir selatan masih menjadi magnet utama bagi para pelancong. 

Di Bantul, gabungan kunjungan ke Pantai Parangtritis dan Pantai Depok menyedot hingga 199.387 wisatawan. 

Sementara di Kabupaten Kulon Progo, Pantai Glagah menjadi primadona dengan total 101.774 pengunjung.        

Untuk destinasi berbasis sejarah dan budaya, Candi Prambanan di Kabupaten Sleman memimpin dengan angka kunjungan yang fantastis, yakni 344.687 orang. 

Di sisi lain, Taman Pintar yang berada di pusat Kota Yogyakarta menjadi pilihan utama wisata edukasi keluarga dengan torehan 133.058 pengunjung.

Tingginya antusiasme wisatawan ini berbanding lurus dengan penerimaan daerah dari sektor retribusi wisata. 

Berdasarkan laporan pemerintah kabupaten, PAD dari retribusi destinasi wisata di Gunungkidul menembus Rp6.281.482.500. 

Pencapaian serupa juga dicatatkan oleh Kabupaten Bantul yang berhasil meraup PAD sebesar Rp3.286.002.004. (maw/han)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.