Berlangsung Pagi Hingga Malam Hari, Prosesi Ngaben Kinembulan Desa Adat Kubu Bangli Berjalan Lancar
Putu Kartika Viktriani July 25, 2026 08:03 AM

TRIBUN-BALI.COM - Langit masih gelap gulita, udara terasa sangat dingin hingga terasa menusuk tulang rusuk. 

Prajuru, peduluan, panitia, pecalang, krama banjar, serta ratusan pengarep atau keluarga peserta ngaben dengan pakaian adat berbalut baju hangat sudah berkumpul di balai penyadnyan Desa Adat Kubu, Bangli, Bali. 

Saat itu waktu menunjukkan pukul 04.00 wita pagi, Jumat 24 Juli 2026. Persiapan puncak upacara Pitra Yadnya Ngaben Kinembulan segera dimulai. 

Upacara ngaben Kinembulan sama halnya dengan ngaben massal, yang sudah menjadi tradisi setiap lima tahun sekali di Desa Adat Kubu.

 

Upacara ini dilaksanakan secara bersama-sama atau gotong royong oleh krama Desa Adat Kubu yang terdiri dari lima banjar, Kubu, Kubu Waringin, Kubu Dalem, Kubu Gulinggang, dan Kubu Samania.

Baca juga: Macet Parah di Lampu Merah Ayani Denpasar Bali, Ternyata Sopir Truk Pasir Ditemukan Meninggal

Pada ngaben Kinembulan 2026 ini, terdapat 106 sawa atau jenazah yang diaben. 

Rangkaian upacara pengabenan dimulai dengan melaspas 19 petulangan dan 19 penganyutan yang dipimpin Jro Mangku Dalang bersama paiketan pemangku dan dangka. 

Kemudian dilanjutkan dengan nedunang Tetukon, sekah, tigasan, dan piranti pejangkep. 

Saat matahari sudah mulai bersinar dan langit mulai terang sekitar pukul 06.45 wita, dilaksanakan bakti nincap setra. 

Pemargi atau perjalanan dari Balai Peyadnyan ke Setra Agung Desa Adat Kubu pun dimulai. 

Diawali penabuh klentengan yang menghadirkan alunan nada sendu pertanda duka. Disusul barisan pengarep yang membawa tetukon, sekah, tigasan, penganyutan, petulangan, dan terakhir gambelan baleganjur dari ST Yowana Tunggal Arsa dengan nada menghentak dan penuh semangat.

Ratusan krama dari lima banjar tampak bersama-sama mengangkat dan mengarak petulangan (tempat pembakaran sawa/jenazah). Gambelan baleganjur memacu semangat dan adrenalin para krama yang mengarak petulangan.

Saat tiba di catus pata Pura Dalem Agung, petulangan diputar tiga kali sambil diikuti sorak sorai pengarak. Hal sama juga kembali dilakukan saat tiba di depan setra.

Setelah tiba di setra, dilanjutkan mepiuning nunas Tirta Pengabenan, ngendag, dan ngagah taulan.

Tepat pukul 08.00 Wita, krama banjar pun melaksanakan prosesi sakral ngagah taulan atau ngebet sawa. 

Ngagah taulan adalah kegiatan menggali dan mengangkat kembali jenazah (sawa) yang sebelumnya telah dikubur (mekingsan ring pertiwi) dalam jangka waktu 1-5 tahun. 

Prosesi ini dilaksanakan dengan melakukan penggalian kuburan oleh krama banjar dan pihak keluarga.

Tulang atau sisa jasad jenazah diangkat, kemudian dibersihkan dan diupacarai untuk persiapan prosesi pembakaran. 

Pada puncak pengabenan ini, prosesi ngagah taulan dilakukan terhadap sawa yang baru dikubur dalam waktu setahunan. 

Adapun sawa yang sudah dikubur dalam waktu 2-5 tahun prosesi ngagah taulan sudah dilakukan sehari sebelumnya, yakni pada 23 Juli 2026. 

Seluruh taulan kemudian ditempatkan di masing-masing petulangan.

Setelah melalui prosesi ritual dan petirtaan, taulan dalam petulangan dibakar secara bersamaan.

Hampir 1,5 jam prosesi pembakaran dilakukan hingga menjadi abu.

Abu-abu tersebut dimasukkan ke dalam sekah tunggal, lalu dilakukan serangkaian prosesi upacara dan muspa,  hingga nganyut di Tukad Sangsang. 

Prosesi nganyut berlangsung malam hari dimulai sekitar pukul 20.00 wita dan berakhir pukul 22.30 wita.

Setelah nganyut dilanjutkan upacara mepegat di catus pata desa dan nyineb penegtegan ngaben.

Bendesa Adat Kubu, I Nengah Miasa, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran prosesi ngaben Kinembulan ini.

“Upacara Pitra Yadnya Ngaben lan Peroras Kinembulan ini merupakan wujud kebersamaan, pasukadukaan, persatuan krama Desa Adat Kubu yang diwariskan turun temurun tetua kami. Titiang selaku prajuru desa adat, menyampaikan terima kasih kepada seluruh krama dan panitia yang telah melaksanakan upacara ini dengan lancar dan khidmat,” ujar Miasa didampingi prajuru dari lima banjar. 

Rangkaian upacara Pitra Yadnya Kinembulan selanjutnya masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Termasuk upacara Peroras pada Rabu 29 Juli 2026.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.